Wanita di Xiamen Viral Tak Bisa Dengar Suara Pria

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 03:18 WIB 6
Wanita di Xiamen Viral Tak Bisa Dengar Suara Pria

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi sorotan setelah mengaku tidak bisa mendengar suara pacarnya, meski masih dapat menangkap suara perempuan dengan normal. Setelah diperiksa dokter, kondisi tersebut diketahui bukan masalah hubungan, melainkan gangguan pendengaran langka bernama reverse slope hearing loss.

Kasus yang dialami perempuan bernama Chen itu viral karena gejalanya terdengar tidak biasa. Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan mendengar suara berfrekuensi rendah, termasuk suara pria yang umumnya berada pada rentang tersebut.

Reverse Slope Hearing Loss

Reverse slope hearing loss adalah jenis gangguan pendengaran yang memengaruhi kemampuan menangkap suara rendah. Pada audiogram, pola kerusakannya justru terlihat berlawanan dengan gangguan pendengaran yang lebih umum.

Dalam banyak kasus, pendengaran pada frekuensi tinggi yang lebih dulu menurun. Namun pada kondisi ini, frekuensi rendah yang terganggu sehingga suara bernada rendah terdengar sangat samar atau bahkan hilang.

Akibatnya, suara perempuan atau suara bernada tinggi masih bisa terdengar jelas oleh pasien. Sebaliknya, suara pria, dentuman bass, atau gemuruh dari kejauhan dapat terdengar jauh lebih lemah.

Kondisi ini tidak selalu mudah dikenali pada tahap awal karena gejalanya berkembang perlahan. Banyak penderita baru menyadari ada masalah setelah kesulitan memahami percakapan tertentu.

Gejala Yang Sering Tertukar

Bagi orang awam, gejala reverse slope hearing loss sering disalahartikan sebagai persoalan komunikasi biasa. Dalam konteks hubungan, kondisi ini bahkan bisa memunculkan kesan seolah seseorang mengabaikan pasangannya.

Pada kenyataannya, gangguan ini tidak bergantung pada gender tertentu. Wanita dengan suara lebih berat juga bisa terdengar samar, sementara pria dengan nada bicara lebih tinggi masih mungkin terdengar jelas.

Selain percakapan, penderitanya juga bisa kesulitan mendengar suara rendah lain. Contohnya adalah petir dari kejauhan, suara mesin tertentu, atau dentuman alat musik bass.

Karena itu, gejala awal sering luput dari perhatian dan baru disadari ketika kondisi sudah mengganggu aktivitas harian. Pemeriksaan pendengaran menjadi penting untuk memastikan sumber masalah secara tepat.

Pemicu Dan Diagnosis Medis

Dokter menjelaskan bahwa reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, dan perubahan tekanan di sekitar otak.

Setiap penyebab memerlukan penanganan yang berbeda, sehingga diagnosis medis tidak bisa ditebak hanya dari keluhan. Pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk menilai tingkat gangguan dan kemungkinan pemulihan.

Pada beberapa kasus, kondisi ini bersifat permanen dan memerlukan alat bantu dengar. Alat tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran, terutama untuk frekuensi yang paling terdampak.

Meski terdengar unik, kasus Chen menegaskan bahwa hilangnya suara bukan selalu persoalan emosional. Dalam banyak situasi, penyebabnya justru berasal dari kondisi medis yang perlu ditangani secara profesional.

Penanganan Dan Kesadaran

Kasus ini menjadi pengingat bahwa gangguan pendengaran dapat muncul dalam bentuk yang tidak lazim. Masyarakat perlu memahami bahwa suara yang terdengar hilang belum tentu disebabkan oleh sikap mengabaikan lawan bicara.

Dalam praktik medis, pemeriksaan audiogram membantu dokter melihat pola penurunan pendengaran secara lebih jelas. Hasil tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang paling sesuai.

Jika ditemukan lebih dini, pasien memiliki peluang lebih baik untuk mengelola gejala dan mencegah penurunan kualitas hidup. Konsultasi ke dokter THT menjadi langkah penting saat seseorang merasa kesulitan mendengar frekuensi tertentu.

Viralnya kisah Chen menunjukkan bahwa edukasi soal kesehatan pendengaran masih sangat dibutuhkan. Di tengah perhatian publik, penjelasan dokter sekaligus menegaskan bahwa sang kekasih tidak perlu tersinggung karena masalah itu murni medis.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!