Wanita di Xiamen Viral karena Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Lifestyle Clara Monica 27 Mei 2026 21:14 WIB 2
Wanita di Xiamen Viral karena Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Seorang wanita di Xiamen, China, mendadak menjadi sorotan setelah mengaku tidak dapat mendengar suara pacarnya saat bangun tidur. Kondisi itu semula disangka masalah hubungan, padahal penyebabnya adalah gangguan pendengaran langka bernama reverse slope hearing loss. Kasus ini kemudian menarik perhatian publik karena gejalanya tampak aneh, tetapi memiliki penjelasan medis yang jelas. Dokter memastikan gangguan tersebut tidak berkaitan dengan sikap sang wanita kepada pasangannya.

Menurut laporan DailyMail, wanita bernama Chen itu baru menyadari ada yang berbeda ketika suara pria di sekitarnya terdengar sangat samar. Ia masih dapat mendengar suara perempuan dan bunyi bernada tinggi dengan baik, namun suara bernada rendah seperti suara kekasihnya nyaris hilang. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosisnya mengalami reverse slope hearing loss. Kondisi ini membuat pengalaman sehari-hari terasa membingungkan, terutama saat komunikasi berlangsung dengan lawan bicara yang memiliki nada suara rendah.

Gangguan Pendengaran Langka

Reverse slope hearing loss adalah jenis gangguan pendengaran yang memengaruhi kemampuan menangkap suara frekuensi rendah. Pada banyak kasus, penderita masih dapat mendengar suara bernada tinggi secara normal. Karena itu, suara perempuan atau bunyi tertentu bisa tetap terdengar jelas. Sebaliknya, suara pria yang umumnya berada pada frekuensi lebih rendah dapat terdengar sangat pelan atau bahkan tidak terdengar.

Istilah reverse slope merujuk pada bentuk grafik hasil tes pendengaran atau audiogram. Pada gangguan pendengaran yang umum, grafik biasanya menurun di bagian frekuensi tinggi. Namun pada kondisi ini, pola grafik justru berlawanan karena bagian frekuensi rendah yang terganggu. Pola tersebut menjadi petunjuk penting bagi dokter untuk mengenali jenis gangguan yang dialami pasien.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi percakapan dengan pasangan, tetapi juga bunyi lain di sekitar pasien. Suara petir dari kejauhan, gemuruh, atau dentuman alat musik bass dapat terdengar lebih sulit dikenali. Gejala ini sering tidak langsung disadari karena hilangnya suara rendah berlangsung perlahan. Akibatnya, banyak orang baru memeriksakan diri setelah merasa komunikasi sehari-hari mulai terganggu.

Penyebab dan Gejala

Dokter menyebut reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah faktor medis. Di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, serta perubahan tekanan di sekitar otak. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa muncul tanpa penyebab yang langsung terlihat. Karena itu, pemeriksaan medis yang menyeluruh menjadi langkah penting untuk menemukan sumber masalah.

Gejala utama gangguan ini adalah kesulitan mendengar suara dengan nada rendah. Penderita bisa saja tampak merespons saat lawan bicara berbicara lebih tinggi, tetapi kesulitan ketika suara turun ke nada rendah. Hal inilah yang membuat komunikasi terdengar tidak konsisten dari sudut pandang orang lain. Dalam kehidupan sosial, situasi tersebut kerap disalahartikan sebagai ketidakpedulian atau gangguan emosional.

Kondisi ini juga tidak terbatas pada gender tertentu. Wanita dengan suara lebih berat pun dapat terdengar samar bagi penderita, sementara pria yang berbicara dengan nada lebih tinggi masih mungkin terdengar jelas. Fakta ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada identitas gender, melainkan pada rentang frekuensi suara. Karena itu, penyederhanaan bahwa penderita hanya tidak bisa mendengar suara pria tidak sepenuhnya tepat.

Diagnosis Reverse Slope

Diagnosis reverse slope hearing loss dilakukan melalui pemeriksaan pendengaran untuk melihat pola frekuensi yang terganggu. Dokter akan menilai sejauh mana pasien dapat menangkap suara rendah, sedang, dan tinggi. Hasil audiogram menjadi dasar utama dalam menentukan jenis gangguan yang dialami. Dari pemeriksaan itu, dokter dapat membedakannya dari gangguan pendengaran lain yang lebih umum.

Pemeriksaan lanjutan biasanya diperlukan bila dokter menduga ada faktor pemicu tertentu. Riwayat infeksi, kondisi ginjal, hingga gangguan keseimbangan dapat menjadi petunjuk tambahan. Dalam beberapa situasi, dokter juga perlu memastikan tidak ada masalah pada struktur di sekitar otak. Proses ini penting agar penanganan yang diberikan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

Karena gejalanya tidak selalu tampak jelas, banyak pasien datang ke dokter setelah kondisi memburuk. Pada tahap awal, mereka mungkin hanya merasa beberapa suara terdengar aneh atau samar. Situasi itu sering dianggap sepele sampai akhirnya komunikasi sehari-hari menjadi terganggu. Semakin cepat diagnosis dilakukan, semakin besar peluang pasien memperoleh penanganan yang tepat.

Penanganan Medis

Penanganan reverse slope hearing loss bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pada kondisi yang bersifat permanen, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran pasien. Alat ini dirancang untuk memperkuat frekuensi yang sulit ditangkap oleh telinga. Dengan bantuan tersebut, komunikasi harian dapat menjadi lebih mudah dan nyaman.

Selain alat bantu dengar, dokter juga akan mempertimbangkan terapi sesuai faktor pemicu. Jika gangguan berkaitan dengan penyakit tertentu, penanganan pada penyakit dasarnya menjadi prioritas. Pendekatan ini penting karena memperbaiki penyebab utama dapat membantu mencegah kondisi bertambah berat. Pasien juga biasanya diminta memantau perubahan gejala secara berkala.

Dalam kasus Chen, dokter menegaskan bahwa sang kekasih tidak perlu merasa tersinggung atas kondisi yang dialaminya. Hilangnya suara pria yang ia dengar murni disebabkan oleh gangguan medis, bukan karena diabaikan. Penjelasan ini sekaligus mengingatkan bahwa masalah pendengaran dapat memengaruhi relasi sosial secara tidak langsung. Pemahaman yang tepat membantu mencegah salah paham dan mendorong pemeriksaan lebih dini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!