Wanita di Xiamen Viral karena Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 12:21 WIB 6
Wanita di Xiamen Viral karena Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi sorotan setelah mengaku tidak dapat mendengar suara pacarnya usai bangun tidur. Awalnya, kondisi itu sempat disangka sebagai persoalan hubungan, namun pemeriksaan dokter menunjukkan penyebabnya adalah gangguan pendengaran langka bernama reverse slope hearing loss.

Kisah perempuan bernama Chen itu kemudian viral setelah diberitakan media luar negeri. Kondisi medis tersebut membuatnya tetap dapat mendengar suara bernada tinggi, tetapi kesulitan menangkap suara rendah, termasuk suara pria yang berada pada rentang frekuensi itu.

Gangguan Pendengaran Langka

Reverse slope hearing loss adalah jenis gangguan pendengaran yang memengaruhi frekuensi rendah. Pada kondisi ini, penderita justru lebih sulit mendengar suara bernada rendah dibanding suara bernada tinggi.

Karena itu, suara pria sering terdengar samar bagi penderita. Sebaliknya, suara perempuan atau bunyi bernada tinggi masih dapat ditangkap dengan normal.

Dalam kasus Chen, ia disebut masih bisa mendengar suara lain di sekitarnya dengan cukup baik. Namun, suara pacarnya terasa seperti menghilang setelah ia bangun tidur.

Kondisi ini kerap membingungkan karena gejalanya tidak langsung disadari. Banyak orang baru menyadari adanya masalah saat suara rendah mulai tidak terdengar jelas.

Cara Kerja Reverse Slope

Istilah reverse slope hearing loss berasal dari bentuk audiogram, yaitu hasil tes pendengaran. Pada gangguan pendengaran yang umum, grafik biasanya menurun di frekuensi tinggi.

Pada kondisi ini, pola grafik justru sebaliknya karena frekuensi rendah yang terganggu. Itulah sebabnya penderita masih dapat menangkap suara bernada tinggi dengan relatif baik.

Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan suara pria. Wanita dengan suara lebih berat juga bisa terdengar samar, sedangkan pria dengan nada bicara lebih tinggi mungkin masih terdengar jelas.

Gangguan ini juga dapat memengaruhi kemampuan mendengar suara rendah lain, seperti gemuruh petir dari kejauhan. Dentuman alat musik bass juga bisa terdengar lebih lemah dari biasanya.

Pemicu dan Risiko Medis

Dokter menyebut reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh beberapa faktor medis. Di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, dan perubahan tekanan di sekitar otak.

Pada sebagian pasien, kondisi ini dapat berlangsung sementara. Namun, pada kasus tertentu, gangguan tersebut bisa menjadi permanen dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan pendengaran menyeluruh. Tes ini membantu dokter menilai frekuensi mana yang paling terdampak.

Karena gejalanya tidak selalu terasa sejak awal, banyak pasien datang saat keluhan sudah mengganggu aktivitas harian. Deteksi dini menjadi penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Penanganan dan Respons Publik

Untuk kasus yang menetap, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran. Meski tidak mengembalikan fungsi pendengaran sepenuhnya, alat tersebut dapat memperjelas suara yang sulit ditangkap.

Dokter juga menegaskan bahwa pacar Chen tidak perlu tersinggung atas kondisi tersebut. Hilangnya suara pria yang ia dengar murni disebabkan masalah medis, bukan karena diabaikan.

Kisah ini memicu perhatian publik karena memperlihatkan betapa uniknya gangguan pendengaran tertentu. Banyak warganet mengaku baru mengetahui bahwa suara rendah bisa hilang tanpa disadari.

Kasus Chen menjadi pengingat bahwa keluhan pendengaran sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan ketika seseorang merasa suara tertentu tiba-tiba terdengar berbeda atau menghilang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!