Waktu Terbaik Makan Manis Saat Diet Agar Tetap Aman

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 16:42 WIB 6
Waktu Terbaik Makan Manis Saat Diet Agar Tetap Aman

Bagi banyak orang yang sedang diet, keinginan menikmati makanan manis sering kali menjadi dilema. Di satu sisi, dessert terasa menggoda, tetapi di sisi lain ada kekhawatiran berat badan akan naik jika konsumsi gula tidak dijaga.

Kabar baiknya, makanan manis masih bisa masuk ke dalam pola makan sehat selama porsinya terkendali dan waktunya tepat. Ahli gizi menjelaskan bahwa bukan hanya jumlah gula yang perlu diperhatikan, melainkan juga kapan gula tersebut dikonsumsi agar tidak mengganggu proses metabolisme tubuh.

Makanan Manis Saat Diet

Kue, cookies, dan aneka penganan manis tidak selalu harus dihindari saat diet. Selama porsinya kecil dan tidak berlebihan, makanan tersebut masih dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Menurut ahli gizi dan penulis Maya Feller, kuncinya ada pada pengaturan waktu makan. Ia menilai tubuh akan lebih mudah memproses gula bila dikonsumsi pada momen yang tepat, bukan saat tubuh sudah bersiap beristirahat.

Karena itu, pembatasan total terhadap gula bukan satu-satunya pendekatan yang efektif. Yang lebih penting adalah memastikan asupan harian tetap sesuai kebutuhan dan tidak membuat tubuh bekerja terlalu berat.

Waktu Terbaik Mengonsumsinya

Waktu yang dinilai ideal untuk menikmati makanan manis adalah di antara makan siang dan makan malam. Pada rentang ini, tubuh masih relatif aktif dan metabolisme cenderung bekerja lebih baik dalam mengolah gula.

Feller juga menyarankan konsumsi makanan manis setelah makan utama yang memiliki komposisi gizi seimbang. Cara ini membantu tubuh memproses gula lebih efisien karena gula masuk bersama nutrisi lain seperti protein, serat, dan lemak sehat.

Saat siang hingga sore hari, aktivitas fisik umumnya masih cukup tinggi. Kondisi tersebut memberi tubuh lebih banyak waktu untuk menggunakan gula sebagai sumber energi sebelum malam tiba.

Risiko Menjelang Tidur

Ngemil manis menjelang tidur justru tidak disarankan karena tubuh sudah memasuki fase istirahat. Ketika aktivitas fisik rendah, proses metabolisme gula berjalan kurang optimal dan dapat membuat kadar gula darah lebih sulit dikendalikan.

Feller menjelaskan bahwa setelah makan manis lalu langsung berbaring, tubuh tidak mendapat bantuan aktivitas untuk mendukung kerja insulin. Insulin berperan memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel agar dapat digunakan sebagai energi.

Bila proses tersebut tidak berjalan baik, kadar gula darah bisa meningkat dan memicu gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Konsumsi gula sebelum tidur juga berisiko mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh lebih sulit terlelap.

Kunci Diet Yang Seimbang

Feller menegaskan bahwa gula bukanlah musuh yang harus dihapus sepenuhnya dari menu harian. Tubuh tetap membutuhkan gula sebagai salah satu sumber energi, terutama untuk mendukung kerja otak.

Meski begitu, pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama agar diet berjalan sehat dan berkelanjutan. Konsumsi gula berlebihan tanpa pengaturan yang baik dapat membuat sistem tubuh kewalahan dalam mengolahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pola makan sehat tidak seharusnya dilihat sebagai aturan yang kaku. Jika seseorang mengonsumsi gula sedikit lebih banyak dari yang direncanakan, hal itu bukan berarti seluruh diet gagal, karena proses menjaga kesehatan adalah perjalanan yang fleksibel.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!