PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi merombak jajaran pimpinan perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026). Dalam agenda tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Anindra Ardiansyah Bakrie atau Ardi Bakrie sebagai Direktur Utama baru menggantikan Gilarsi Wahju Setijono yang efektif mengundurkan diri pada Rabu (13/5).
Perubahan kepengurusan juga mencakup penetapan tiga direktur baru, yakni Mochammad Yana Aditya, Erika Mouna Hamizar, dan Indah Permatasari Saugi. Selain itu, perseroan memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun buku 2025, termasuk kenaikan penjualan kendaraan listrik dan progres pengiriman bus listrik untuk Transjakarta.
Rombakan Pengurus VKTR
Ardi Bakrie menegaskan bahwa susunan baru komisaris dan direksi menjadi bagian dari penguatan organisasi VKTR. Ia menyampaikan bahwa perubahan tersebut diharapkan membuat perseroan semakin baik ke depan.
Menurutnya, penataan kepengurusan dilakukan agar perusahaan memiliki fondasi yang lebih solid dalam menjalankan strategi bisnis. Pernyataan itu disampaikan usai RUPST dan RUPSLB di Bakrie Tower.
Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan pada jajaran komisaris. Posisi Komisaris Utama yang sebelumnya dipegang Anindya Novyan Bakrie kini dialihkan kepada Sharif Cicip Sutardjo.
Susunan Komisaris Baru
Sharif Cicip Sutardjo dikenal sebagai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2011-2014. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bumi Resources Tbk.
Penunjukan Sharif dinilai memperkuat sinergi VKTR di dalam ekosistem kelompok usaha Bakrie. Selain itu, pengalaman panjangnya di sektor publik dan korporasi dianggap relevan dengan kebutuhan pengawasan perusahaan.
Untuk posisi Wakil Komisaris Utama, pemegang saham menetapkan Anindya Novyan Bakrie. Sementara itu, Ilham Habibie juga disetujui sebagai komisaris baru dalam rapat tersebut.
Direksi dan Komisaris
Susunan pengurus VKTR yang efektif per Selasa (19/5) terdiri atas Sharif Cicip Sutardjo sebagai Komisaris Utama dan Anindya Novyan Bakrie sebagai Wakil Komisaris Utama. Kursi komisaris juga diisi Dr. Ing. Ilham A. Habibie, Dr. Dino Patti Djalal, dan The Lord Aamer Ahmad Sarfraz.
Di jajaran direksi, Anindra Ardiansyah Bakrie resmi menjabat Direktur Utama. Ia didampingi Mochammad Yana Aditya, S. Erika Mouna Hamizar, Valentinus Bimo Kurniatmoko, Achmad Amri Aswono Putro, Dino Ahmad Ryandi, dan Indah Permatasari Saugi.
Perubahan struktur ini menandai babak baru bagi VKTR dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Perseroan menempatkan kombinasi pengalaman industri, jejaring bisnis, dan pengawasan yang lebih luas sebagai modal untuk ekspansi berikutnya.
Kinerja Bisnis VKTR
Dalam RUPST, VKTR juga memaparkan perkembangan bisnis sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatat kenaikan penjualan kendaraan listrik sebesar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja itu menunjukkan adopsi kendaraan komersial listrik di pasar domestik terus meningkat. VKTR menyebut tren tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Selain itu, VKTR telah menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk operasional Transjakarta dari total pesanan 80 unit. Sisa pengiriman disebut telah dituntaskan pada kuartal pertama 2026.
Anindya Novyan Bakrie menyampaikan ekspektasi bahwa pendapatan VKTR pada 2026 dapat tumbuh lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target itu bertumpu pada momentum permintaan kendaraan listrik komersial dan penguatan struktur organisasi baru.
Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi VKTR untuk menjaga laju ekspansi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Dengan kepengurusan baru dan pertumbuhan penjualan yang solid, perseroan berharap mampu memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik nasional.
