Viral Curhat Pelaku Hijab Lokal soal Paket Retur COD

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 01 Juni 2026 01:00 WIB 2
Viral Curhat Pelaku Hijab Lokal soal Paket Retur COD

Pelaku usaha hijab lokal Dyalodya menjadi sorotan setelah video curhatnya viral di media sosial dan ditonton puluhan ribu kali. Ia mengungkap kerugian besar akibat tumpukan paket retur dalam sepekan, yang diduga terkait penyalahgunaan sistem cash on delivery atau COD.

Dalam unggahan di Instagram, pemilik brand menunjukkan gunungan paket berlabel COD yang gagal terkirim dan kembali ke toko. Kondisi itu memicu kekhawatiran karena sebagian paket diduga dibuka, isinya ditukar, bahkan dipakai untuk modus penipuan yang merugikan pelaku usaha maupun calon penerima.

COD dan Kerugian UMKM

Video curahan hati dari akun @dyalodya memperlihatkan banyak paket retur yang menumpuk di tempat usaha. Pemilik brand menyebut kondisi tersebut terjadi hanya dalam waktu satu minggu.

Ia menilai penyalahgunaan COD telah menekan operasional usaha secara langsung. Selain ongkos kirim, penjual juga harus menanggung risiko barang kembali dalam kondisi tidak layak.

Keluhan itu disampaikan dengan nada kecewa karena paket yang dikirim sudah sesuai pesanan. Namun, sebagian pembeli diduga menolak menerima barang tanpa alasan yang jelas saat kurir datang.

Modus Penipuan Paket

Dalam video tersebut, pemilik Dyalodya juga memperlihatkan paket yang tampak sudah terbuka. Ia menduga ada paket yang ditukar dengan barang lain yang tidak bernilai, termasuk celana kolor bekas.

Ia mengaku modus seperti itu tidak hanya merugikan penjual, tetapi juga merusak kepercayaan konsumen. Paket yang dikirim dengan nama toko dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menambahkan bahwa ada pula dugaan penggunaan identitas toko untuk mengirim paket COD ke alamat acak. Skema ini berpotensi membuat orang yang tidak pernah memesan barang justru menerima kiriman dan menanggung kebingungan.

Respons Pemilik Brand

Pemilik brand Dyalodya, Siti Zahra atau Zahra, menjelaskan bahwa usahanya berdiri sejak 2017. Ia menyebut unggahan itu dibuat sebagai bentuk edukasi sekaligus respons atas banyaknya komplain dari penerima paket yang tidak pernah merasa memesan produk tersebut.

Zahra mengungkapkan kecurigaannya terhadap adanya pihak ketiga dalam pola penipuan ini. Ia menyebut, dalam sejumlah kasus, permainan tidak jauh dari proses pengiriman dan penerimaan paket.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pemilik usaha harus ekstra hati-hati dalam proses distribusi. Ia juga berharap para pelanggan lebih waspada terhadap paket yang datang atas nama toko yang tidak pernah mereka pesan.

Reaksi Warganet

Unggahan video itu telah ditonton lebih dari 54,4 ribu kali dan memancing banyak komentar dari warganet. Sebagian besar warganet menyampaikan simpati dan menilai praktik tersebut sangat merugikan pelaku usaha kecil.

Sejumlah akun menceritakan pengalaman serupa, mulai dari dugaan kebocoran data pelanggan hingga paket yang datang bukan pesanan. Ada pula yang menyarankan agar sistem COD dinonaktifkan demi mengurangi risiko penipuan.

Kasus ini kembali menyoroti rapuhnya keamanan data dan rantai pengiriman dalam transaksi daring. Bagi pelaku UMKM, kepercayaan konsumen dan perlindungan sistem logistik menjadi faktor penting agar usaha tetap bertahan.

Tag Terkait
#COD#UMKM#hijab lokal

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!