Ustaz Solmed Siapkan Empat Sapi Kurban untuk Idul Adha 2026

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 17:50 WIB 6
Ustaz Solmed Siapkan Empat Sapi Kurban untuk Idul Adha 2026

Ustaz Soleh Mahmud atau Ustaz Solmed bersama istrinya, April Jasmine, telah menyiapkan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 2026. Tahun ini, keluarga tersebut menyembelih empat ekor sapi dan menambah nama karyawan dalam daftar kurban. Persiapan itu disampaikan di Jatiasih, Pondok Gede, Bekasi, pada Selasa, 19 Mei 2026. Solmed menegaskan, kurban baginya bukan soal nominal, melainkan niat dan kemampuan.

Jumlah hewan kurban yang disiapkan disebut terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, saat ditanya soal total pengeluaran, ia memilih tidak membuka rinciannya dan justru melontarkan jawaban santai. April Jasmine kemudian menimpali dengan singkat bahwa yang penting kebutuhan itu terpenuhi. Suasana obrolan tersebut memperlihatkan bahwa keluarga itu menjalankan kurban dengan cara yang sederhana, tetapi tetap terencana.

Persiapan Kurban Keluarga

Solmed menjelaskan bahwa tahun ini keluarga mereka menyembelih empat ekor sapi. Ia menyebut jumlah itu sebagai bagian dari ikhtiar untuk menunaikan ibadah kurban secara lebih luas. Selain untuk keluarga, nama para karyawan juga ikut dimasukkan dalam daftar kurban. Langkah tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap orang-orang yang bekerja bersama mereka.

Ia tidak membeberkan berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk membeli sapi-sapi tersebut. Saat ditanya, Solmed hanya menegaskan bahwa pilihan hewan kurban tidak harus selalu mahal. Ucapan itu disampaikannya sambil tertawa, sehingga suasana wawancara tetap ringan. Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa ia lebih menekankan kualitas dan kelayakan hewan kurban.

April Jasmine kemudian menegaskan pandangan serupa dengan menyebut bahwa yang penting adalah hewan itu dapat dibayar dan tetap ekonomis. Jawaban singkat itu memperkuat kesan bahwa keluarga tersebut mengutamakan efisiensi dalam berkurban. Meski demikian, mereka tetap memastikan ibadah tersebut berjalan sesuai ketentuan. Sikap itu membuat proses persiapan kurban terlihat praktis, tanpa mengabaikan nilai ibadah.

Menurut Solmed, penambahan jumlah hewan kurban tidak berarti ada tekanan untuk mengeluarkan biaya tertentu. Ia menyatakan bahwa kurban harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Bagi dirinya, yang terpenting adalah adanya kemauan untuk menjalankan ibadah tersebut. Dengan demikian, kurban tetap menjadi bentuk ketaatan yang bisa dijalankan secara proporsional.

Niat Dan Kemampuan

Solmed menegaskan bahwa ibadah kurban tidak semata-mata diukur dari besar kecilnya anggaran. Ia mengatakan bahwa kemampuan menjadi batas utama dalam menentukan jumlah hewan yang dikurbankan. Pandangan itu sejalan dengan prinsip bahwa ibadah dilakukan sesuai kapasitas. Dengan begitu, kurban tetap terasa ringan namun bermakna.

Ia juga menyebut bahwa yang penting adalah menjalankan sunah pada momentum Idul Adha. Menurutnya, selama niat dan kemampuan ada, maka ibadah kurban dapat ditunaikan dengan baik. Solmed berharap apa yang sudah dipersiapkan bisa benar-benar terlaksana. Ia pun mendoakan agar sapi yang dibeli tiba dengan selamat dan niat yang ditanamkan ikut tercapai.

Dalam pandangannya, kurban bukan ajang pembuktian kemampuan finansial. Ia menilai bahwa nilai ibadah justru terletak pada keikhlasan dan kesiapan untuk berbagi. Karena itu, jumlah hewan kurban tidak menjadi tolok ukur utama. Sikap tersebut menunjukkan pendekatan religius yang sederhana namun konsisten.

Pernyataan itu juga mencerminkan cara keluarga Solmed menjalankan ibadah dengan tetap memperhitungkan aspek realistis. Mereka tampak berupaya agar kurban tidak menjadi beban, melainkan bagian dari syiar yang dijalankan dengan tenang. Prinsip itu membuat pesan kurban menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, pendekatan tersebut juga memberi contoh tentang pentingnya pengelolaan kemampuan secara bijak.

Keterlibatan Karyawan

Salah satu hal yang membedakan kurban tahun ini adalah masuknya nama para karyawan dalam daftar. Langkah itu menunjukkan bahwa ibadah kurban tidak hanya dipersembahkan untuk lingkar keluarga inti. Solmed tampak ingin berbagi keberkahan dengan orang-orang yang berada di sekeliling pekerjaannya. Dengan demikian, momentum Idul Adha menjadi lebih inklusif.

Penambahan nama karyawan itu juga memperlihatkan adanya hubungan kerja yang akrab dan saling menghargai. Kurban tidak diposisikan sekadar sebagai kewajiban personal, tetapi juga sebagai sarana berbagi. Dalam praktiknya, hal itu mencerminkan perhatian terhadap kesejahteraan orang lain. Sikap tersebut kerap menjadi cerminan nilai sosial dalam sebuah keluarga atau lingkungan kerja.

Meski tidak menyebut jumlah pasti penerima manfaat, Solmed menempatkan karyawan dalam bagian penting dari persiapan kurban. Pilihan itu membuat perayaan Idul Adha terasa lebih kolektif. Bagi keluarga tersebut, berbagi rezeki tampaknya menjadi bagian dari ibadah yang tidak terpisahkan. Nilai kebersamaan itu pun menjadi pesan tersendiri dari persiapan tahun ini.

April Jasmine mendukung langkah itu dengan nada santai ketika menanggapi soal biaya. Jawabannya memberi kesan bahwa keluarga tersebut berusaha menjaga keseimbangan antara tanggung jawab dan kesederhanaan. Mereka tidak berfokus pada besarnya pengeluaran, melainkan pada kebermanfaatan ibadah. Dalam konteks itu, kurban menjadi sarana untuk memperluas manfaat bagi lebih banyak orang.

Suasana Idul Adha

Solmed juga membandingkan suasana Idul Adha tahun ini dengan tahun sebelumnya. Menurutnya, tidak ada perbedaan berarti selain pergantian tahun. Namun, ia menyebut ada kemungkinan anak-anaknya yang sedang mondok tidak dapat menyaksikan langsung proses kurban di rumah. Kondisi itu membuat suasana keluarga sedikit berbeda dari biasanya.

Ia menilai bahwa perbedaan tersebut tidak mengubah esensi perayaan Idul Adha. Bagi Solmed, inti dari hari besar itu tetap sama, yakni menjalankan ibadah kurban dengan penuh kesadaran. Perubahan suasana hanya menjadi bagian kecil dari dinamika keluarga. Dengan begitu, perayaan tetap berjalan dalam nuansa syukur.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tradisi kurban di keluarga Solmed tidak hanya berkaitan dengan penyembelihan hewan. Ada nilai kebersamaan, pendidikan, dan pengamalan ibadah yang terus dijaga. Bahkan ketika sebagian anggota keluarga tidak hadir langsung, makna kurban tetap dipertahankan. Hal itu menegaskan bahwa perayaan Idul Adha memiliki dimensi spiritual yang kuat.

Di akhir penjelasannya, Solmed menyampaikan harapan agar seluruh persiapan dapat berjalan lancar. Ia berharap sapi yang sudah disiapkan benar-benar sampai dan niat ibadahnya diterima. Dengan ucapan itu, ia menutup cerita kurban tahun ini dengan sederhana. Harapan tersebut sekaligus menggambarkan semangat menjaga tradisi kurban dari tahun ke tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!