UMKM Yogya Raup Rp1 Miliar dari Pasokan Susu MBG

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 21:38 WIB 3
UMKM Yogya Raup Rp1 Miliar dari Pasokan Susu MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama di sektor pangan. Salah satu yang merasakan dampak langsung adalah Sweet Sundae, UMKM pengolahan susu asal Yogyakarta, yang mampu meraup omzet hingga Rp1 miliar dari pasokan susu untuk program tersebut.

Owner sekaligus Co-founder Sweet Sundae, Yuki Rahmayanti, mengatakan pihaknya mendapat amanah memasok susu untuk MBG sejak Februari 2025. Saat ini, setidaknya lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengambil stok susu dari usahanya, dan jumlah itu diperkirakan terus bertambah.

Pasokan Susu MBG Meningkat

Yuki menjelaskan, SPPG yang mengambil stok susu dari Sweet Sundae tersebar di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Wilayah tersebut meliputi Magelang, Purworejo, Cilacap, dan Semarang. Setiap SPPG mengambil sekitar 12 ribu kemasan susu per hari dengan ukuran 100 mililiter.

Menurut Yuki, suplai untuk setiap SPPG dilakukan dua kali dalam sepekan. Pola distribusi itu membuat kebutuhan produksi terus meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama melonjaknya omzet usaha.

Pada pekan depan, Sweet Sundae juga dijadwalkan memasok susu ke delapan SPPG tambahan. Penambahan mitra ini menunjukkan tingginya permintaan terhadap produk susu plain yang disiapkan untuk program MBG. Bagi pelaku usaha, perkembangan tersebut menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Ekspansi Peternakan Sendiri

Lonjakan kebutuhan susu membuat Sweet Sundae tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar. Perusahaan kemudian memutuskan membuka peternakan sendiri untuk menjaga kontinuitas produksi. Langkah ini dilakukan agar rantai pasok lebih stabil dan terkontrol.

Saat ini, peternakan tersebut memelihara sedikitnya 97 ekor sapi. Dari jumlah itu, produksi susu mencapai sekitar 4,5 ton per hari. Kapasitas tersebut menjadi penopang utama untuk memenuhi pesanan yang terus bertambah.

Pengembangan peternakan juga menjadi strategi jangka panjang agar usaha tetap kompetitif. Dengan pasokan internal, perusahaan dapat menekan risiko kekurangan bahan baku. Di sisi lain, kualitas susu pun bisa lebih mudah dijaga sesuai kebutuhan program MBG.

Awal Mula Kerja Sama

Yuki mengungkapkan, keterlibatan Sweet Sundae dalam program MBG berawal dari kedatangan pihak SPPG ke tempat usahanya. Mereka menawarkan kerja sama untuk memasok susu murni sebagai bagian dari program tersebut. Namun, tawaran itu tidak langsung diterima begitu saja.

Ia menyebut pihaknya selektif dalam memilih SPPG yang akan dilayani. Sikap tersebut diambil untuk memastikan kerja sama berjalan sesuai standar usaha. Dengan demikian, kualitas distribusi dan kepercayaan pelanggan tetap terjaga.

Selektivitas itu juga mencerminkan kehati-hatian pelaku UMKM dalam memasuki pasar baru. Program MBG memberi kesempatan besar, tetapi tetap membutuhkan kesiapan operasional yang matang. Dalam kasus Sweet Sundae, keputusan tersebut justru membuka jalur pertumbuhan usaha yang lebih luas.

Dampak Untuk UMKM Daerah

Kisah Sweet Sundae menunjukkan bahwa program MBG memiliki efek berantai bagi ekonomi daerah. Permintaan bahan pangan yang tinggi dapat mendorong UMKM naik kelas melalui peningkatan kapasitas produksi. Pada saat yang sama, peluang kerja dan investasi lokal ikut bergerak.

Keberhasilan memasok MBG juga menegaskan pentingnya kesiapan kualitas, kuantitas, dan distribusi. Pelaku usaha yang mampu memenuhi tiga aspek itu berpeluang mendapat kontrak berkelanjutan. Karena itu, program pemerintah dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas pasar.

Bagi Sweet Sundae, keterlibatan dalam MBG bukan hanya soal omzet, tetapi juga tentang transformasi usaha. Dari skala pengolahan menjadi pengelolaan rantai pasok yang lebih terstruktur, bisnis ini berkembang lebih cepat. Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana kebijakan publik dapat memberi manfaat langsung bagi dunia usaha kecil dan menengah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!