UMKM Yogya Raup Omzet Rp1 Miliar dari Pasok Susu MBG

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 01:39 WIB 2
UMKM Yogya Raup Omzet Rp1 Miliar dari Pasok Susu MBG

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG mulai memberi dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah. Salah satunya dirasakan Sweet Sundae, UMKM pengolahan susu asal Yogyakarta, yang mengantongi omzet hingga Rp1 miliar dari pasokan susu untuk program tersebut.

Owner sekaligus Co-founder Sweet Sundae, Yuki Rahmayanti, mengatakan pihaknya menerima amanah memasok susu MBG sejak Februari 2025. Saat ini, setidaknya ada lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Jawa Tengah yang mengambil stok susu dari perusahaannya.

MBG Dorong UMKM Susu

Yuki menjelaskan, setiap SPPG mengambil sekitar 12 ribu kemasan susu per hari dengan ukuran 100 mililiter. Menurut dia, pengiriman dilakukan dua kali dalam sepekan agar suplai tetap terjaga.

Permintaan itu membuat kapasitas produksi Sweet Sundae meningkat signifikan. Pekan depan, perusahaan juga dijadwalkan memasok susu untuk delapan SPPG tambahan.

Kondisi tersebut mendorong kebutuhan bahan baku ikut melonjak, sehingga perusahaan memilih membangun peternakan sendiri. Saat ini, Sweet Sundae memelihara 97 ekor sapi dengan produksi susu mencapai 4,5 ton per hari.

Strategi Pasok Susu Berkualitas

Yuki bercerita, keterlibatan usahanya bermula ketika sejumlah pihak SPPG datang menawarkan peluang kerja sama. Tawaran itu berupa pasokan susu plain atau susu murni untuk mendukung program MBG.

Meski demikian, ia tidak langsung menerima semua tawaran yang masuk. Sweet Sundae disebut selektif dalam memilih SPPG untuk memastikan rantai pasok berjalan sesuai standar.

Seleksi itu dilakukan agar kualitas susu tetap terjaga dari hulu ke hilir. Langkah tersebut juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan mitra dan konsistensi distribusi.

Ekspansi Usaha Dan Peternakan

Lonjakan permintaan dari program MBG membuat perusahaan harus memperkuat sisi produksi. Selain mengolah susu, Sweet Sundae kini ikut mengelola peternakan agar pasokan bahan baku lebih terkendali.

Dengan memiliki ternak sendiri, perusahaan dapat mengurangi risiko kekurangan stok. Strategi ini juga membantu menjaga kesinambungan suplai di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Produksi harian yang mencapai 4,5 ton menjadi penopang utama ekspansi usaha tersebut. Di sisi lain, kapasitas itu menunjukkan besarnya peluang UMKM untuk masuk ke rantai pengadaan program pemerintah.

Peluang UMKM Dari MBG

Kisah Sweet Sundae menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga membuka pasar baru bagi UMKM. Skema ini memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke rantai pasok yang lebih stabil.

Bagi pelaku usaha, keterlibatan dalam program pemerintah dapat menjadi sumber pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, konsistensi kualitas, kapasitas produksi, dan ketepatan distribusi tetap menjadi syarat utama.

Dengan permintaan yang masih berkembang, peluang UMKM di sektor pangan diperkirakan semakin terbuka. Penguatan produksi lokal pun dinilai penting agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!