UMKM Pertamina Raih Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 18:41 WIB 2
UMKM Pertamina Raih Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft 2025

Hari pertama pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft Oktober 2025, menjadi momentum penting bagi 32 UMKM binaan Pertamina. Dalam satu hari, total transaksi yang dibukukan menembus lebih dari Rp1,2 miliar. Pencapaian itu diraih di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 1-5 Oktober 2025, saat pelaku usaha bertemu pembeli ritel dan calon buyer dari luar negeri. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa persiapan yang matang mampu langsung berbuah penjualan sejak hari pembukaan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut para UMKM binaan telah melewati proses kurasi, seleksi, dan coaching clinic sebelum tampil di pameran. Pembekalan itu mencakup branding, packaging, storytelling, hingga penataan display booth agar produk tampil lebih kompetitif. Menurut Fadjar, capaian hari pertama mencerminkan kegigihan para pelaku usaha dalam mempersiapkan produk untuk Inacraft. Ia menyampaikan keterangan resmi tersebut pada Kamis, 2 Oktober 2025.

UMKM Pertamina di Inacraft

Partisipasi UMKM binaan Pertamina di Inacraft 2025 tersebar dalam beberapa area pameran. Sebanyak 18 UMKM wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A. Enam UMKM makanan dan minuman hadir di Talam Hall B. Tujuh UMKM co-branding juga membeli booth mandiri di area pameran.

Keikutsertaan yang luas itu memberi ruang bagi para pelaku usaha untuk menjangkau pembeli dengan karakter berbeda. Pengunjung dapat melihat produk unggulan dalam format yang lebih dekat, menarik, dan mudah dibandingkan. Di sisi lain, pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperluas jaringan bisnis secara langsung. Pameran ini pun menjadi etalase penting bagi produk lokal yang ingin naik kelas.

Pertamina menilai kehadiran UMKM di ajang tersebut tidak hanya soal penjualan sesaat. Pameran ini juga menjadi sarana memperkuat posisi produk Indonesia di pasar yang lebih luas. Dengan dukungan kurasi dan pendampingan, produk binaan diharapkan mampu bersaing secara berkelanjutan. Hal itu menjadi bagian dari strategi pemberdayaan yang dijalankan perusahaan secara konsisten.

Transaksi Melesat Sejak Hari Pertama

Total transaksi lebih dari Rp1,2 miliar pada hari pertama menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk binaan Pertamina. Capaian itu datang hanya beberapa jam setelah pameran dibuka. Bagi banyak pelaku usaha, hasil tersebut menjadi sinyal positif untuk sisa penyelenggaraan. Momentum awal ini juga memperkuat optimisme terhadap potensi transaksi berikutnya.

Salah satu perolehan terbesar datang dari Kainnesia milik Nur Salam asal Umbulharjo, Yogyakarta. Baru sehari tampil, usaha tersebut mencatat pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta. Pembeli datang dari perusahaan pelayaran dan sejumlah kementerian. Pencapaian itu menempatkan Kainnesia sebagai salah satu peserta dengan transaksi paling menonjol.

Smart Batik Indonesia, milik Miftahudin Nur Insan dari Yogyakarta, juga mencatat hasil signifikan. UMKM ini membukukan transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan kain batik dan payung batik berbahan Batik Sawit. Produk unggulannya telah diperkenalkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan digunakan sejumlah tokoh publik. Jejak eksposur itu ikut mengangkat daya tarik produk di pasar.

Kisah Kainnesia dan Smart Batik

Kainnesia menunjukkan bagaimana persiapan yang tepat dapat membuka pesanan besar sejak awal pameran. Produk seragam dan souvenir yang ditawarkan mampu menarik minat institusi besar. Keberhasilan ini tidak lepas dari kesiapan produk yang sesuai kebutuhan pasar. Dengan demikian, pameran menjadi jalur efektif untuk memperoleh kontrak penjualan.

Di sisi lain, Smart Batik membawa pendekatan berbeda dengan mengusung batik ramah lingkungan. Produk kain batik, fesyen batik, hingga payung batik berbahan Batik Sawit menjadi daya tarik utama. Inovasi tersebut membuat brand ini mendapat perhatian dari pengunjung dan buyer. Keunikan bahan serta nilai keberlanjutan menjadi pembeda yang kuat di pasar.

Miftahudin menilai kesempatan tampil bersama Pertamina memberi dampak besar bagi usahanya. Ia menyebut pameran itu tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga membuka banyak peluang jaringan baru. Buyer domestik dan internasional mulai memberi respons positif terhadap produk yang ditampilkan. Ia optimistis Batik Sawit dapat menjadi ikon baru batik ramah lingkungan Indonesia.

Booth Tematik dan Dukungan

Pertamina mengusung konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future untuk memperkuat pengalaman pengunjung. Konsep ini menampilkan display produk yang lebih menarik dan fungsional. Di dalamnya juga ada aktivitas business matching dengan buyer. Strategi tersebut dirancang agar interaksi bisnis berjalan lebih efektif.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, Pertamina menambahkan aktivasi digital di area booth. Program seperti lucky dip dan mobcast menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif. Pendekatan ini membantu produk UMKM memperoleh perhatian lebih luas. Pada saat yang sama, promosi digital memberi nilai tambah bagi partisipasi pameran.

Fadjar menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Program ini dijalankan secara rutin sebagai wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah tersebut juga selaras dengan visi Asta Cita, khususnya pada poin yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, dan industri kreatif. Melalui dukungan berkelanjutan, UMKM diharapkan semakin siap bersaing di pasar nasional maupun global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!