Psikolog Ungkap Self-Care Tak Harus Mahal

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 19:48 WIB 2
Psikolog Ungkap Self-Care Tak Harus Mahal

Self-care kerap dipahami sebagai liburan mahal, staycation, atau belanja untuk mencari ketenangan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena perawatan diri bisa dilakukan dengan cara yang jauh lebih sederhana dan tanpa biaya besar.

Psikolog Annisa Axelta, M.Psi, menjelaskan bahwa self-care pada dasarnya adalah upaya mengisi kembali energi fisik dan mental yang terkuras oleh rutinitas harian. Dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini, ia menegaskan bahwa istirahat pun sudah dapat masuk dalam praktik self-care.

Self-care Bukan Harus Mahal

Annisa meluruskan anggapan bahwa self-care wajib mengeluarkan uang. Menurutnya, mitos itu membuat banyak orang merasa bersalah ketika memilih beristirahat tanpa aktivitas yang terlihat produktif.

Ia menilai, tubuh dan pikiran yang lelah justru membutuhkan jeda agar dapat kembali berfungsi optimal. Karena itu, self-care seharusnya dipahami sebagai kebutuhan dasar, bukan sekadar gaya hidup mewah.

Dengan pemahaman yang tepat, seseorang tidak perlu menunggu waktu liburan untuk memulihkan diri. Istirahat singkat, waktu tenang, dan ruang pribadi juga bisa menjadi bentuk perawatan diri yang efektif.

Istirahat Juga Bentuk Perawatan

Banyak orang merasa bersalah saat memilih untuk rebahan atau tidak melakukan banyak hal. Annisa menegaskan bahwa kebiasaan itu tidak selalu negatif, selama dilakukan dalam batas yang wajar.

Menurutnya, me-time dan istirahat cukup justru membantu tubuh memulihkan tenaga. Ia menyebut aktivitas sederhana tersebut sudah termasuk self-care karena memberi kesempatan bagi diri untuk berhenti sejenak.

Namun, ia mengingatkan agar istirahat tidak berubah menjadi kebiasaan berlebihan. Jika dilakukan tanpa kontrol, jeda yang seharusnya memulihkan justru dapat mengganggu aktivitas harian.

Makna Self-care yang Sejati

Annisa menjelaskan bahwa self-care berfungsi seperti proses mengisi ulang baterai yang habis. Ketika seseorang terlalu lelah, tubuh dan pikiran memerlukan pemulihan agar dapat kembali berenergi.

Ia menggambarkan kondisi itu seperti gelas yang kosong setelah seharian beraktivitas. Saat energi terisi kembali, seseorang akan lebih siap menjalani rutinitas dengan fokus dan semangat yang lebih baik.

Karena itu, self-care tidak boleh dipersempit hanya sebagai cara memanjakan diri. Praktik ini justru berkaitan dengan menjaga keseimbangan agar seseorang tetap sehat secara fisik maupun mental.

Alternatif Self-care yang Sederhana

Annisa menilai self-care tidak harus dilakukan dengan traveling atau keluar rumah. Ada banyak pilihan sederhana yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.

Beberapa di antaranya adalah beristirahat di akhir pekan, membatasi penggunaan ponsel, serta menolak ajakan ketika memang membutuhkan waktu sendiri. Cara-cara tersebut membantu seseorang menjaga ruang pribadi tanpa harus mengeluarkan biaya.

Ia juga menyebut self-care dapat dilakukan melalui aktivitas spiritual, olahraga ringan, journaling, membaca buku, atau belajar hal baru. Pilihan yang paling tepat adalah yang mampu membuat pikiran lebih tenang dan energi kembali stabil.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!