UMKM Binaan Pertamina Teken Ekspor Cokelat Rp87 Miliar ke Jepang

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 28 Mei 2026 04:16 WIB 2
UMKM Binaan Pertamina Teken Ekspor Cokelat Rp87 Miliar ke Jepang

Pertamina mencatat capaian penting di ajang Trade Expo Indonesia 2025 setelah salah satu UMKM binaannya, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, meneken kerja sama ekspor dengan perusahaan Jepang, Being Co Ltd. Nilai transaksi yang disepakati mencapai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda, dengan disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman. Pertamina menilai kesepakatan ini menjadi bukti bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing di pasar global melalui kualitas dan daya saing harga.

Ekspor cokelat UMKM

Kerja sama tersebut berfokus pada ekspor produk cokelat dari PT Java Criollo Cokelat Indonesia ke Jepang. Perjanjian ini menjadi salah satu transaksi yang paling menonjol dalam rangkaian pameran dagang tersebut. Nilainya mencapai US$ 5,2 juta, yang menunjukkan besarnya minat buyer internasional terhadap produk olahan kakao Indonesia. Kesepakatan itu juga memberi sinyal positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pangan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa pencapaian ini menunjukkan UMKM lokal dapat menembus pasar luar negeri. Menurut dia, kualitas produk menjadi modal penting untuk bersaing di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Pertamina berharap capaian serupa dapat diraih oleh UMKM binaan lainnya yang ikut serta dalam TEI 2025. Harapan itu sejalan dengan upaya perusahaan dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Java Criollo dikenal sebagai produsen kakao dan cokelat yang mengandalkan bahan baku berkualitas. Produk yang ditawarkan dinilai memiliki nilai tambah karena diproduksi dengan pendekatan yang memperhatikan mutu bahan. Dalam forum dagang tersebut, reputasi produk menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tercapainya transaksi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa produk lokal bisa mendapat tempat di pasar premium internasional.

Daya tarik pasar Jepang

Dari pihak Jepang, Sakae Noda mengungkapkan ketertarikannya pada kualitas cokelat asal Indonesia. Ia menilai produk yang dihasilkan Java Criollo unggul dari sisi bahan baku, cita rasa, dan harga. Menurut dia, karakter produk yang alami menjadi salah satu alasan utama untuk menjalin kerja sama. Pandangan itu menunjukkan adanya peluang besar bagi cokelat Indonesia di pasar Jepang.

Sakae Noda juga menyoroti proses produksi yang dinilai tidak menggunakan pupuk kimia. Baginya, kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau menjadi kombinasi yang menarik bagi konsumen Jepang. Ia berharap masyarakat di negaranya dapat menikmati cokelat Indonesia dalam skala yang lebih luas. Pernyataan tersebut memperkuat prospek ekspor produk pangan olahan dari Indonesia.

Minat buyer asing terhadap produk tersebut menjadi bukti bahwa pasar global semakin terbuka bagi UMKM yang mampu menjaga konsistensi mutu. Dalam pameran dagang, buyer umumnya mencari produk yang tidak hanya kompetitif dari harga, tetapi juga memiliki cerita dan keunggulan bahan. Java Criollo dinilai berhasil memenuhi dua aspek itu secara bersamaan. Karena itu, kerja sama dengan Being Co Ltd dipandang strategis untuk memperluas jangkauan bisnis.

Langkah Inge ke pasar global

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya diterima di pasar internasional. Ia menjelaskan bahwa awalnya buyer mencari cokelat asal Indonesia dan kemudian menemukan nama perusahaannya. Setelah melihat kualitas produk, pihak Jepang akhirnya percaya untuk menjalin kerja sama. Bagi Inge, pencapaian ini menjadi pembuktian atas kerja keras timnya selama ini.

Inge menyebut bahwa penerimaan pasar internasional bukan hanya tentang angka transaksi, tetapi juga pengakuan terhadap nilai dan cita rasa produk. Menurut dia, kepercayaan buyer asing lahir dari konsistensi dalam menjaga mutu dan identitas produk. Ia menilai kerja sama ini penting bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi UMKM Indonesia secara umum. Kesepakatan tersebut dinilai bisa membuka jalan bagi pelaku usaha lain untuk mengikuti jejak serupa.

Keberhasilan Java Criollo memberi contoh bahwa UMKM dapat naik kelas melalui pameran dagang dan jejaring internasional yang tepat. Dengan mempertemukan produsen lokal dan pembeli luar negeri, ajang seperti TEI menjadi ruang konkret bagi ekspor nonmigas. Dalam konteks itu, peran pendampingan menjadi sangat penting agar pelaku usaha siap memenuhi standar pasar tujuan. Inilah yang membuat transisi dari pasar domestik ke pasar global menjadi lebih terukur.

Strategi Pertamina dorong UMKM

Pertamina membawa 45 UMKM binaannya ke TEI 2025, termasuk Java Criollo yang berhasil menandatangani kerja sama ekspor. Kehadiran para pelaku usaha itu ditujukan untuk menjajaki peluang bisnis dengan buyer internasional. Perusahaan menilai pameran dagang merupakan sarana efektif untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar global. Strategi ini diharapkan memperkuat daya saing UMKM di berbagai sektor.

Selain satu transaksi besar tersebut, Pertamina berharap 44 UMKM lainnya juga dapat menemukan mitra usaha baru. Fadjar menegaskan bahwa pameran ini bukan hanya ajang promosi, melainkan juga momentum untuk membangun jejaring perdagangan yang berkelanjutan. Dengan dukungan pendampingan, UMKM diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang lebih kompleks. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

Capaian di TEI 2025 menjadi sinyal bahwa pembinaan yang konsisten dapat menghasilkan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil. Ketika kualitas produk, kesiapan bisnis, dan akses pasar bertemu dalam satu forum, peluang ekspor menjadi lebih besar. Dalam kasus Java Criollo, hasil tersebut lahir dari kombinasi mutu produk dan kepercayaan buyer. Ke depan, model seperti ini berpotensi direplikasi oleh UMKM lain yang ingin menembus pasar internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!