UMKM Binaan Pertamina Raup Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 00:39 WIB 2
UMKM Binaan Pertamina Raup Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

PT Pertamina kembali menunjukkan peran UMKM binaannya di pasar global melalui ajang Trade Expo Indonesia 2025. Salah satu pelaku usaha, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, menandatangani nota kesepahaman dengan Being Co Ltd asal Jepang untuk transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar pada 19 Oktober 2025.

Penandatanganan kerja sama itu disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman, Founder Java Criollo Inge Oktavia Arina, serta perwakilan Being Co Ltd Sakae Noda. Pertamina menyebut kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing di pasar internasional, sekaligus membuka peluang bagi puluhan UMKM binaan lain yang ikut serta dalam pameran itu.

UMKM Ekspor Cokelat Menembus Jepang

Kerja sama ekspor tersebut menjadi sorotan dalam gelaran Trade Expo Indonesia 2025. PT Java Criollo Cokelat Indonesia resmi menjalin kemitraan dengan Being Co Ltd asal Jepang. Nilai transaksi yang disepakati mencapai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar.

Prosesi penandatanganan MoU dilakukan di hadapan sejumlah pejabat dan tamu undangan. Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, menandatangani dokumen bersama perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda. Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman turut menyaksikan momen tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai capaian itu memperlihatkan daya saing UMKM binaan di tingkat global. Menurut dia, produk lokal memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar luar negeri jika kualitasnya terjaga. Ia berharap capaian serupa dapat diraih UMKM lain yang tampil di TEI 2025.

Fadjar juga menekankan bahwa keberhasilan Java Criollo menjadi contoh nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Menurut dia, akses pasar internasional dapat tercapai ketika produk mampu memenuhi kebutuhan buyer. Karena itu, Pertamina mendorong UMKM binaan untuk terus memperkuat standar produksi dan kualitas.

Apresiasi Buyer Jepang Untuk Produk

Dari pihak Jepang, Sakae Noda menyampaikan ketertarikannya pada cokelat Indonesia yang dibawa Java Criollo. Ia menilai produk tersebut memiliki kualitas bahan yang baik dan harga yang kompetitif. Noda juga menyebut proses produksinya terasa alami dan tidak bergantung pada pupuk kimia.

Menurut Noda, keunggulan itu membuat cokelat asal Indonesia layak dipasarkan lebih luas di Jepang. Ia berharap konsumen Jepang dapat menikmati produk tersebut secara langsung. Pandangan itu menjadi sinyal positif bagi perluasan ekspor produk olahan kakao Indonesia.

Ketertarikan buyer Jepang tersebut muncul setelah melihat mutu produk dan potensi pasarnya. Java Criollo dinilai mampu memenuhi standar yang dibutuhkan untuk kerja sama dagang jangka panjang. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas menjadi faktor penting dalam negosiasi ekspor.

Keberhasilan tersebut juga memperkuat posisi produk kakao Indonesia di pasar Asia Timur. Permintaan terhadap produk alami dan berkualitas tinggi terus meningkat di sejumlah negara. Peluang ini dapat dimanfaatkan lebih luas oleh produsen lokal yang fokus pada standar mutu.

Java Criollo Bangga Mendunia

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan buyer Jepang. Ia menjelaskan bahwa pihaknya awalnya ditemukan oleh pembeli yang memang mencari cokelat asal Indonesia. Setelah melihat kualitas produk, kerja sama akhirnya terjalin.

Inge menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan hanya pencapaian perusahaan, tetapi juga kebanggaan bagi UMKM Indonesia. Menurut dia, penerimaan pasar internasional membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing tinggi. Hal itu menjadi dorongan bagi pelaku usaha lain untuk terus meningkatkan kualitas.

Ia menilai cita rasa dan nilai yang dibawa produknya menjadi alasan utama kesepakatan tercapai. Java Criollo disebut mampu menghadirkan cokelat dengan karakter yang sesuai selera pasar global. Karena itu, ekspor ke Jepang dipandang sebagai langkah penting dalam perjalanan usaha mereka.

Inge juga menegaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang baru untuk pengembangan bisnis ke depan. Dengan pasar yang semakin luas, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Selain itu, kesuksesan ini diharapkan memberi dampak positif bagi ekosistem kakao nasional.

Pertamina Dorong UMKM Lainnya

Selain Java Criollo, Pertamina membawa 44 UMKM binaan lain ke Trade Expo Indonesia 2025. Kehadiran mereka ditujukan untuk menjajaki peluang kerja sama dengan buyer internasional. Ajang ini menjadi ruang penting bagi UMKM untuk memperluas jaringan bisnis.

Pertamina menilai pameran dagang tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi produk lokal ke pasar ekspor. Dengan bertemu langsung para pembeli dari berbagai negara, UMKM bisa memahami kebutuhan pasar. Langkah ini sekaligus meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam melakukan negosiasi dagang.

Fadjar berharap capaian Java Criollo menjadi pemicu bagi UMKM binaan lainnya. Ia menilai setiap pelaku usaha memiliki peluang yang sama untuk meraih transaksi serupa. Kuncinya terletak pada kualitas produk, konsistensi, dan kesiapan memenuhi permintaan pasar.

Keberhasilan transaksi ekspor ini menegaskan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar di sektor perdagangan internasional. Dukungan korporasi, pemerintah, dan buyer luar negeri menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan tersebut. Dari TEI 2025, peluang baru pun terbuka bagi produk lokal untuk semakin dikenal dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!