UMKM Binaan Pertamina Raih Kontrak Ekspor Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 21 Mei 2026 22:11 WIB 7
UMKM Binaan Pertamina Raih Kontrak Ekspor Rp87 Miliar

Pertamina kembali mencatat capaian penting melalui salah satu UMKM binaannya dalam ajang Trade Expo Indonesia 2025. PT Java Criollo Cokelat Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Being Co Ltd asal Jepang untuk transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar. Penandatanganan tersebut berlangsung pada 19 Oktober 2025 dan disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman. Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa produk UMKM Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut kerja sama itu membuktikan bahwa UMKM lokal memiliki daya saing internasional. Ia menegaskan bahwa langkah Java Criollo diharapkan menjadi contoh bagi UMKM binaan lain yang mengikuti pameran dagang tersebut. Pertamina juga membawa 44 UMKM lain ke TEI 2025 untuk membuka peluang kerja sama dengan buyer mancanegara. Kehadiran mereka menegaskan strategi ekspansi UMKM ke pasar ekspor.

Kontrak Ekspor Tercapai

MoU antara Java Criollo dan Being Co Ltd menandai tercapainya transaksi ekspor bernilai besar dari ajang perdagangan internasional itu. Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, bersama perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda. Keduanya menyepakati kerja sama untuk pengiriman produk cokelat Indonesia ke Jepang. Nilai transaksi yang disepakati mencapai US$ 5,2 juta.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam partisipasi Pertamina di TEI 2025. Pertamina menilai capaian itu menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan dapat menghasilkan akses pasar yang lebih luas. UMKM yang terhubung dengan buyer internasional memiliki peluang tumbuh lebih cepat. Dengan demikian, pameran dagang tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga pintu masuk transaksi riil.

Fadjar menjelaskan bahwa pihaknya ingin lebih banyak UMKM binaan memperoleh hasil serupa. Menurut dia, 44 UMKM lain yang ikut serta juga perlu memanfaatkan momentum untuk menjajaki peluang ekspor. Pertamina memandang keikutsertaan di pameran internasional sebagai bagian penting dari penguatan rantai nilai UMKM. Langkah ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan usaha dan peningkatan volume ekspor.

Dalam konteks perdagangan nasional, kontrak ini memperlihatkan pentingnya konsistensi kualitas produk. Capaian Java Criollo juga menunjukkan bahwa buyer asing semakin terbuka terhadap produk olahan kakao Indonesia. Minat tersebut menambah optimisme terhadap prospek ekspor produk bernilai tambah. Bagi UMKM, pengakuan pasar luar negeri menjadi modal penting untuk memperluas skala usaha.

Daya Tarik Produk Lokal

Dari sisi pembeli, Sakae Noda mengungkapkan ketertarikan pada kualitas cokelat asal Indonesia. Ia menilai produk Java Criollo unggul dari segi bahan baku, cita rasa, dan harga. Menurutnya, produk tersebut dibuat secara alami tanpa pupuk kimia. Penilaian itu menjadi dasar kuat bagi terciptanya kerja sama ekspor.

Sakae juga menyampaikan harapan agar masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat Indonesia melalui produk yang dibawanya. Ia menilai kualitas cokelat yang ditawarkan sangat baik dan layak bersaing di pasar Jepang. Pandangan tersebut memperkuat posisi produk pertanian olahan Indonesia di tingkat internasional. Kepercayaan buyer asing menjadi bukti bahwa standar mutu produk lokal terus meningkat.

Java Criollo dikenal sebagai produsen kakao dan cokelat yang mengusung bahan berkualitas serta proses produksi yang konsisten. Keunggulan itu disebut menjadi faktor utama yang menarik perhatian pembeli dari Jepang. Dalam perdagangan internasional, kombinasi kualitas dan harga sering menjadi penentu utama. Produk yang mampu memenuhi dua aspek tersebut memiliki peluang lebih besar menembus pasar baru.

Minat terhadap produk alami juga sejalan dengan tren konsumen global yang semakin peduli pada asal-usul bahan pangan. Kondisi ini memberi keuntungan tersendiri bagi pelaku UMKM yang mengedepankan proses ramah lingkungan. Bagi Indonesia, permintaan seperti ini dapat membuka peluang ekspor yang lebih beragam. Nilai tambah produk lokal kini semakin diakui di pasar dunia.

Bangga Tembus Jepang

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya dapat diterima di pasar internasional. Ia menjelaskan bahwa awalnya buyer memang mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan nama perusahaannya. Setelah meninjau kualitas produk, pihak Jepang kemudian memutuskan untuk menjalin kerja sama. Menurut Inge, proses itu membuktikan bahwa kualitas menjadi faktor penentu utama.

Inge menyebut pencapaian ini sebagai langkah penting bagi perusahaannya dan juga bagi UMKM Indonesia secara umum. Ia menilai pengakuan dari pasar asing memberikan dorongan moral yang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk dari negara lain. Dengan dukungan pembinaan yang tepat, peluang ekspor dapat terbuka lebih luas.

Keberhasilan masuk ke pasar Jepang menjadi pencapaian strategis karena negara tersebut dikenal memiliki standar tinggi. Produk yang dapat lolos seleksi pembeli Jepang umumnya dinilai memiliki mutu yang konsisten. Hal ini membuat kontrak ekspor Java Criollo bernilai lebih dari sekadar transaksi bisnis. Kesepakatan tersebut juga menjadi validasi atas kemampuan UMKM Indonesia di sektor pangan olahan.

Inge berharap kerja sama ini dapat menjadi jalan bagi pengembangan bisnis yang lebih besar di masa mendatang. Ia percaya penerimaan pasar internasional akan memberi ruang bagi produk kakao Indonesia untuk berkembang. Momentum itu diharapkan dapat dimanfaatkan UMKM lain agar lebih berani masuk ke pasar ekspor. Bagi Java Criollo, kontrak ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan usaha mereka.

Peluang UMKM Binaan

Pertamina menilai keikutsertaan UMKM binaannya di TEI 2025 merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar global. Perusahaan energi pelat merah itu tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga membangun jembatan bisnis dengan buyer internasional. Melalui ajang tersebut, UMKM mendapat kesempatan untuk menunjukkan kualitas, kapasitas produksi, dan kesiapan ekspor. Strategi ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Fadjar berharap capaian Java Criollo dapat menjadi pemicu bagi 44 UMKM lain yang dibawa Pertamina. Ia menegaskan bahwa peluang serupa terbuka lebar selama produk memiliki daya saing yang baik. Dalam ajang dagang berskala internasional, reputasi dan mutu menjadi unsur yang sangat menentukan. Oleh karena itu, pembinaan UMKM perlu berjalan berkelanjutan agar hasilnya semakin nyata.

Partisipasi dalam TEI 2025 juga memperlihatkan bahwa pameran dagang masih relevan sebagai sarana ekspor. Di satu sisi, pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan calon pembeli. Di sisi lain, buyer bisa menilai kualitas produk secara lebih dekat sebelum mengambil keputusan. Interaksi semacam itu memperbesar kemungkinan terjadinya kontrak dagang yang konkret.

Dengan tercapainya transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta, Pertamina menilai langkah pembinaan UMKM mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi UMKM Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat. Jika pola pembinaan dan promosi terus diperluas, peluang ekspor produk lokal akan semakin besar. Kontrak Java Criollo menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia siap naik kelas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!