UMKM Binaan Pertamina Raih Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 03:59 WIB 3
UMKM Binaan Pertamina Raih Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Pertamina membawa kabar positif dari Trade Expo Indonesia 2025 setelah salah satu UMKM binaannya, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, meneken kerja sama ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar. Kesepakatan itu tercapai melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan Jepang, Being Co Ltd, pada 19 Oktober 2025.

Transaksi tersebut disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman, serta menjadi salah satu sorotan dalam pameran dagang tersebut. Bagi Pertamina, capaian ini menunjukkan bahwa produk UMKM lokal memiliki daya saing untuk menembus pasar internasional.

Ekspor UMKM Jadi Sorotan

Kerja sama ekspor ini menegaskan posisi UMKM sebagai motor penting dalam perluasan pasar produk Indonesia. PT Java Criollo Cokelat Indonesia berhasil menarik minat buyer Jepang melalui kualitas produk yang dinilai kompetitif.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut keberhasilan itu menjadi bukti bahwa UMKM binaan mampu bersaing di pasar global. Ia menilai capaian ini patut menjadi pemicu bagi UMKM lain untuk mencari peluang serupa.

Pertamina juga berharap 44 UMKM lainnya yang ikut dalam TEI 2025 dapat menjalin kerja sama dengan pembeli internasional. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan ekspor dan memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

Cokelat Indonesia Dilirik Jepang

Dari pihak Jepang, Sakae Noda menyatakan ketertarikannya pada kualitas cokelat asal Indonesia. Ia menilai produk Java Criollo unggul karena menggunakan bahan alami dan memiliki harga yang kompetitif.

Sakae menyebut produk tersebut dibuat tanpa pupuk kimia, sehingga memberi nilai tambah di mata konsumen. Menurut dia, karakter itu membuat cokelat Indonesia layak diterima di pasar Jepang.

Ia berharap masyarakat Jepang dapat menikmati produk cokelat Indonesia yang dinilai memiliki kualitas sangat baik. Ketertarikan ini memperlihatkan bahwa produk olahan kakao Indonesia memiliki peluang besar di pasar premium.

Java Criollo Raih Kepercayaan

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya berhasil diterima di pasar internasional. Ia mengatakan proses kerja sama ini berawal saat buyer mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan perusahaannya.

Setelah meninjau kualitas produk, pihak pembeli kemudian memberi kepercayaan untuk menjalin kemitraan ekspor. Inge menilai pencapaian itu lahir dari konsistensi menjaga mutu dan cita rasa produk.

Menurut Inge, keberhasilan ini bukan hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga bagi UMKM Indonesia secara umum. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang berani menargetkan pasar global.

Peluang Baru Bagi UMKM

Keberhasilan Java Criollo menjadi contoh bahwa UMKM Indonesia dapat bersaing jika mampu menjaga kualitas dan membangun kepercayaan pasar. Dukungan pembinaan dan akses promosi di ajang internasional turut memperbesar peluang tersebut.

Partisipasi 44 UMKM lain dari Pertamina di TEI 2025 menunjukkan strategi perluasan pasar yang lebih sistematis. Kehadiran mereka di pameran dagang membuka ruang negosiasi dengan buyer dari berbagai negara.

Dengan nilai transaksi yang besar, kerja sama ini diperkirakan memberi dampak positif bagi penguatan ekspor produk olahan kakao nasional. Pemerintah dan dunia usaha pun diharapkan terus memperluas ekosistem agar lebih banyak UMKM bisa naik kelas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!