UMKM Binaan Pertamina Catat Ekspor Cokelat Rp87 Miliar ke Jepang

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 15:51 WIB 4
UMKM Binaan Pertamina Catat Ekspor Cokelat Rp87 Miliar ke Jepang

UMKM binaan Pertamina, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, mencatat transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar dalam Trade Expo Indonesia 2025. Kesepakatan itu terwujud melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan Jepang, Being Co Ltd, pada 19 Oktober 2025.

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, bersama perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda, dan disaksikan Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman. Pertamina menilai kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu bersaing di pasar global, sekaligus membuka peluang bagi puluhan pelaku usaha binaan lain.

Ekspor Cokelat UMKM Binaan

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut capaian ini menunjukkan kualitas UMKM binaan yang semakin diakui buyer internasional. Menurut dia, keberhasilan Java Criollo menjadi contoh bahwa produk lokal dapat menembus pasar luar negeri dengan daya saing kuat.

Fadjar menambahkan, transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta itu tidak hanya menguntungkan satu pelaku usaha, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi ekosistem UMKM nasional. Ia berharap 44 UMKM lain yang ikut dalam TEI 2025 dapat memperoleh peluang serupa.

Partisipasi UMKM binaan Pertamina di pameran dagang tersebut dinilai penting untuk memperluas jejaring bisnis dengan pembeli internasional. Melalui ajang itu, para pelaku usaha memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan calon mitra dari berbagai negara.

Pertamina juga menegaskan dukungannya terhadap penguatan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar ekspor. Dukungan tersebut mencakup perluasan akses pasar, penguatan kualitas produk, hingga pendampingan agar pelaku usaha lebih siap bersaing.

Ketertarikan Buyer Jepang

Dari pihak Jepang, Sakae Noda mengaku tertarik pada karakter produk cokelat Indonesia yang dinilai memiliki kualitas unggul. Ia menilai bahan baku yang digunakan Java Criollo memberikan nilai tambah pada produk akhir.

Selain kualitas, Noda juga menyoroti harga produk yang dianggap kompetitif untuk pasar Jepang. Ia menyebut cokelat tersebut diproduksi secara alami dan tanpa pupuk kimia, sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Dalam keterangannya, Noda berharap masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat asal Indonesia tersebut. Ia menilai produk itu memiliki cita rasa dan kualitas yang layak diperkenalkan lebih luas di negaranya.

Ketertarikan buyer Jepang menjadi salah satu faktor yang mempercepat tercapainya kesepakatan bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia memiliki peluang besar jika mampu menjaga mutu dan konsistensi pasokan.

Perjalanan Java Criollo

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya diterima di pasar internasional. Ia mengatakan peluang kerja sama itu bermula ketika buyer mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan nama perusahaannya.

Setelah melihat langsung kualitas produk, pihak Jepang kemudian memberikan kepercayaan untuk menjalin kerja sama. Inge menyebut proses tersebut menjadi bukti bahwa reputasi produk dapat dibangun melalui mutu yang terjaga.

Inge menegaskan bahwa perusahaan berupaya membawa nilai dan cita rasa khas Indonesia ke pasar dunia. Menurut dia, penerimaan positif dari buyer asing merupakan pencapaian penting bagi perusahaan dan bagi UMKM Indonesia.

Ia menilai kesepakatan ekspor ini bukan hanya transaksi bisnis, tetapi juga langkah strategis untuk memperluas nama baik produk olahan kakao nasional. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM lain agar lebih percaya diri menembus pasar ekspor.

Harapan Untuk UMKM Lain

Pertamina membawa total 45 UMKM ke TEI 2025, termasuk Java Criollo, untuk menjajaki peluang bisnis dengan para buyer asing. Langkah itu dirancang agar lebih banyak produk binaan bisa tampil di hadapan pasar internasional.

Melalui pameran dagang tersebut, para pelaku usaha dapat memamerkan produk unggulan sekaligus menguji daya saing di hadapan pembeli dari berbagai negara. Pertemuan langsung dengan buyer dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan mempercepat negosiasi bisnis.

Capaian Java Criollo disebut dapat menjadi referensi bagi UMKM lain yang tengah berupaya menembus ekspor. Dengan kualitas produk yang baik, harga kompetitif, dan kesiapan produksi, peluang untuk masuk pasar global dinilai semakin terbuka.

Keberhasilan transaksi ini juga memperlihatkan bahwa dukungan korporasi, pemerintah, dan pelaku usaha dapat menghasilkan dampak nyata bagi ekonomi nasional. Jika pola serupa terus diperkuat, lebih banyak UMKM Indonesia berpotensi meraih pasar ekspor yang berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!