UliMus, Bisnis Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 18:52 WIB 2
UliMus, Bisnis Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Peluang usaha kerap muncul dari kebutuhan sederhana di rumah, sebagaimana dialami Romauli Sri Astuti Sitoris, perempuan 40 tahun asal Sumatera, saat merintis usaha bawang goreng crispy bernama UliMus pada 2022. Ide itu bermula dari kebiasaan sang anak yang tidak menyukai bawang goreng, lalu berkembang menjadi camilan renyah yang kini memiliki nilai jual.

Berbekal inovasi tersebut, Uli mengolah bawang goreng agar tidak hanya menjadi pelengkap makanan, tetapi juga camilan yang digemari. Produk itu kemudian rutin dibawa ke pesantren tempat anaknya menempuh pendidikan di Parung, dan tanpa diduga membuka peluang rezeki baru bagi keluarganya.

Bawang Goreng Crispy UliMus

Uli mengaku, bawang goreng buatannya mulai menarik perhatian ketika dibawa ke pesantren untuk bekal sang anak. Saat itu, ia mencoba varian rasa barbecue dan balado agar produk tersebut lebih disukai oleh para santri.

Respons positif datang lebih cepat dari yang dibayangkan, karena teman-teman anaknya juga ikut membeli produk tersebut. Dari situ, Uli mulai melihat bahwa bawang goreng crispy memiliki pasar yang menjanjikan.

Kebiasaan membawa stok setiap kali berkunjung ke pesantren membuat penjualannya perlahan terbentuk. Anak Uli turut membantu menawarkan produk, sehingga perputaran penjualan semakin terasa dari bulan ke bulan.

Modal Kecil dari Rumah

Langkah serius Uli menekuni usaha ini dimulai di rumah setelah mendapat dukungan penuh dari suaminya. Keputusan tersebut diambil saat usaha sang suami terdampak pandemi dan kondisi ekonomi keluarga membutuhkan sumber pendapatan baru.

Dengan modal awal kurang dari Rp 500 ribu, Uli memulai produksi secara kecil-kecilan. Ia memanfaatkan dapur rumah sebagai pusat produksi, sambil terus menjaga kualitas rasa dan tekstur produk.

Meski bermodal terbatas, Uli tidak ragu untuk mencoba dan bertahan. Ketekunan itu menjadi kunci perkembangan usaha hingga akhirnya UliMus memiliki identitas usaha yang lebih jelas.

Dukungan Keluarga dan Pasar

Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanan UliMus sejak awal berdiri. Suaminya mendorong agar bawang goreng dijadikan sumber pemasukan, mengingat produk tersebut memiliki banyak peminat.

Selain keluarga, pasar awal UliMus juga terbentuk dari lingkungan pesantren. Para santri yang mencicipi produk tersebut kemudian menjadi pembeli, sehingga usaha rumahan itu memperoleh pangsa pasar yang nyata.

Uli menilai, kehadiran pembeli dari kalangan anak-anak muda memberi sinyal bahwa produknya punya daya saing. Hal itu membuatnya semakin percaya diri untuk mengembangkan variasi rasa dan menjaga kualitas produk.

Legalitas dan UMKM Tumbuh

Pada 2022, usaha yang dirintis Uli resmi memiliki legalitas dengan nama UliMus. Nama tersebut merupakan gabungan dari nama Uli dan suaminya, Mustofa, sebagai penanda usaha keluarga yang tumbuh dari rumah.

Keunikan produk UliMus terletak pada fungsinya yang ganda, yakni sebagai camilan dan taburan makanan. Ciri itu membuat bawang goreng crispy buatan Uli memiliki pembeda di tengah banyaknya produk sejenis di pasaran.

Kisah Uli menunjukkan bahwa UMKM bisa lahir dari ide sederhana yang dikelola dengan tekun. Dari dapur rumah, usaha kecil itu berkembang menjadi sumber cuan yang menopang kebutuhan keluarga dan membuka peluang lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!