Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat, Kaya Antosianin dan Antioksidan

Lifestyle Clara Monica 01 Juni 2026 14:48 WIB 4
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat, Kaya Antosianin dan Antioksidan

Olahan ubi kembali naik daun di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi dengan cream cheese dan berbagai topping kekinian. Di tengah tren tersebut, dokter gizi menyarankan masyarakat mempertimbangkan ubi ungu sebagai pilihan yang lebih menyehatkan. Kandungan antosianin yang tinggi menjadi alasan utama ubi jenis ini dinilai layak diutamakan.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa warna ungu pada ubi berasal dari antosianin, yaitu pigmen alami yang juga ditemukan pada blueberry dan anggur ungu. Menurutnya, zat tersebut memiliki sifat antioksidan dan anti-peradangan yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, manfaat itu dapat berkurang jika ubi disajikan dengan tambahan gula dan lemak jenuh berlebihan.

Ubi ungu untuk kesehatan

Ubi ungu disebut sebagai jenis ubi yang paling direkomendasikan karena kandungan antosianinnya cukup tinggi. Antosianin merupakan senyawa alami yang memberi warna ungu pada umbi tersebut. Senyawa ini juga dikenal memiliki peran dalam menjaga kesehatan tubuh.

Dalam penjelasannya, dr. Tjandraningrum menyebut antosianin mengandung banyak flavonoid dan polifenol. Keduanya berperan sebagai zat anti-peradangan yang membantu tubuh menghadapi stres oksidatif. Karena itu, ubi ungu dinilai lebih unggul dibandingkan beberapa jenis ubi lain.

Ubi ungu juga kerap dipilih karena rasanya tetap enak meski diolah secara sederhana. Pengolahan yang tidak berlebihan dapat membantu menjaga nilai gizinya. Hal ini membuat ubi ungu cocok dikonsumsi sebagai camilan sehat maupun pelengkap menu harian.

Popularitas ubi ungu di media sosial ikut mendorong minat masyarakat untuk mencoba berbagai resep. Meski begitu, pilihan bahan dasar tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas gizi. Ubi ungu memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati tren kuliner tanpa mengabaikan kesehatan.

Kandungan antosianin pada ubi

Menurut tinjauan yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules tahun 2019, kandungan antosianin pada ubi ungu dapat mencapai sekitar 218 hingga 244 mg per 100 gram. Angka tersebut bergantung pada varietas dan metode pengolahannya. Semakin tepat cara pengolahan, semakin baik pula potensi kandungan gizinya.

Antosianin dikenal sebagai salah satu senyawa antioksidan yang kuat. Zat ini membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. Selain itu, antosianin juga dikaitkan dengan efek anti-peradangan yang menguntungkan.

Sejumlah penelitian menilai antosianin berpotensi mendukung kesehatan metabolik. Hal ini membuat ubi ungu kerap masuk dalam daftar makanan yang disarankan bagi masyarakat yang ingin menjaga pola makan seimbang. Meski demikian, ubi tetap perlu dikonsumsi dalam porsi yang wajar.

Kandungan alami dalam ubi ungu menjadikannya bahan pangan yang menarik dari sisi kesehatan. Tidak hanya memberi rasa kenyang, ubi juga menyumbang nutrisi yang bermanfaat. Karena itu, ubi ungu dapat menjadi alternatif yang lebih cerdas dalam memilih camilan.

Manfaat bagi risiko penyakit

Dr. Tjandraningrum menilai ubi ungu bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Contohnya adalah diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lain. Manfaat tersebut berkaitan dengan kandungan antosianin yang dimilikinya.

Senyawa antioksidan dalam ubi ungu dinilai dapat membantu mendukung fungsi tubuh secara umum. Pada kelompok berisiko, asupan makanan yang lebih baik bisa menjadi bagian dari upaya pencegahan. Namun, makanan sehat tetap harus dibarengi gaya hidup aktif dan pola makan teratur.

Ia menegaskan bahwa ubi ungu bukan obat untuk penyakit tertentu. Meski begitu, pilihan makanan sehari-hari dapat memberi kontribusi besar pada kesehatan jangka panjang. Karena itu, ubi ungu dapat dijadikan opsi yang lebih aman dibandingkan olahan tinggi gula.

Dengan kandungan alaminya, ubi ungu cocok dimasukkan ke dalam menu keluarga. Anak-anak hingga orang dewasa dapat menikmatinya selama porsinya terkontrol. Konsumsi yang tepat dapat membantu menjaga keseimbangan antara rasa dan manfaat.

Topping sehat untuk ubi

Manfaat ubi ungu dapat menurun jika ditambahkan topping tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Krim manis, susu kental, atau saus berlebih dapat mengubah nilai gizinya. Karena itu, pemilihan topping perlu diperhatikan dengan cermat.

Dr. Tjandraningrum menyarankan masyarakat tetap bijak saat memilih tambahan pada olahan ubi. Topping sederhana seperti sedikit keju, kacang, atau yogurt tanpa gula bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Cara ini membuat ubi tetap nikmat tanpa beban kalori yang terlalu besar.

Porsi juga menjadi faktor penting dalam menjaga manfaat ubi ungu. Makanan sehat pun bisa berlebihan jika dikonsumsi tanpa kontrol. Kebiasaan makan yang seimbang akan membantu tubuh mendapatkan manfaat optimal.

Tren ubi kekinian tetap bisa dinikmati selama diolah secara bijak. Ubi ungu memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memilih camilan yang lezat sekaligus bernilai gizi. Dengan pendekatan yang tepat, makanan viral tetap dapat sejalan dengan pola hidup sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!