Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 19:07 WIB 6
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Olahan ubi kembali populer di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi dengan cream cheese dan aneka topping kekinian. Di tengah tren tersebut, dokter gizi menyarankan masyarakat memilih ubi ungu sebagai opsi yang lebih menonjol dari sisi kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa ubi ungu mengandung antosianin dalam jumlah tinggi. Zat alami ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-peradangan, sehingga berpotensi mendukung kesehatan metabolik.

Ubi Ungu dan Kandungan Antosianin

Ubi ungu menjadi sorotan karena warna alaminya berasal dari antosianin. Pigmen ini juga banyak ditemukan pada buah seperti blueberry dan anggur ungu. Menurut dr Tjandra, kandungan tersebut menjadi alasan utama ubi ungu lebih disarankan dibanding jenis ubi lain.

Antosianin merupakan zat warna alami yang mengandung flavonoid dan polifenol. Kedua senyawa itu dikenal berperan dalam membantu meredam peradangan di dalam tubuh. Karena itu, ubi ungu kerap dianggap lebih unggul untuk konsumsi harian yang sehat.

Rujukan ilmiah juga memperkuat klaim tersebut. Review dalam jurnal Molecules tahun 2019 menyebut kadar antosianin pada ubi ungu dapat mencapai sekitar 218-244 mg per 100 gram. Angka itu bergantung pada varietas dan metode pengolahan yang digunakan.

Manfaat Ubi Ungu bagi Tubuh

Kandungan antosianin pada ubi ungu dikaitkan dengan aktivitas antioksidan yang baik. Senyawa ini membantu tubuh menghadapi stres oksidatif yang dapat memicu kerusakan sel. Dalam jangka panjang, pola makan dengan antioksidan memadai dapat mendukung daya tahan tubuh.

Selain itu, antosianin juga memiliki sifat anti-peradangan. Manfaat ini dinilai penting bagi orang yang memiliki risiko penyakit tidak menular. Konsumsi ubi ungu dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang lebih bernilai gizi.

Dr Tjandra menyebut ubi ungu berpotensi membantu kelompok yang berisiko diabetes dan hipertensi. Meski bukan obat, pangan ini dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih terkontrol. Dengan pengolahan yang tepat, manfaatnya bisa lebih optimal.

Risiko Jika Topping Berlebihan

Meski sehat secara alami, ubi ungu tetap dapat berubah menjadi makanan tinggi kalori jika ditambahkan topping berlebihan. Krim manis, gula, dan lemak jenuh dapat mengurangi nilai gizi yang semula baik. Kondisi ini membuat manfaat ubi menjadi tidak maksimal.

Penggunaan topping yang terlalu banyak juga berpotensi meningkatkan asupan gula harian. Hal ini perlu diwaspadai, terutama oleh orang yang sedang menjaga berat badan atau kadar gula darah. Karena itu, porsi tetap menjadi faktor penting dalam konsumsi ubi olahan.

Dr Tjandra mengingatkan masyarakat agar tetap bijak memilih tambahan pada olahan ubi yang sedang viral. Pilihan topping sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan gizi, bukan sekadar tren. Dengan begitu, ubi ungu tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.

Tips Memilih Olahan Ubi

Untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik, ubi ungu sebaiknya diolah secara sederhana. Ubi panggang, kukus, atau rebus bisa menjadi pilihan yang lebih aman dibanding olahan dengan banyak tambahan manis. Cara ini membantu mempertahankan kandungan gizinya.

Jika ingin menambahkan rasa, masyarakat dapat memilih topping yang lebih ringan. Contohnya yogurt tanpa gula, kacang, atau potongan buah dalam porsi wajar. Kombinasi tersebut dapat menjaga cita rasa sekaligus membatasi asupan gula berlebih.

Tren ubi viral pada dasarnya dapat menjadi peluang untuk mengenalkan pangan lokal yang sehat. Namun, manfaatnya baru terasa bila diikuti dengan cara konsumsi yang tepat. Ubi ungu tetap lebih baik saat dikonsumsi secara seimbang dan tidak berlebihan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!