Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 16:46 WIB 2
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Olahan ubi kembali naik daun di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan beragam topping kekinian. Di tengah tren itu, dokter gizi menyarankan masyarakat untuk lebih cermat memilih jenis ubi yang dikonsumsi, karena tidak semua olahan memberi manfaat yang sama bagi tubuh.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Tjandraningrum, SpGK, menyebut ubi ungu sebagai salah satu pilihan yang lebih disarankan. Ubi ini dinilai unggul karena mengandung antosianin tinggi, yaitu pigmen alami yang juga ditemukan pada blueberry dan anggur ungu.

Manfaat Ubi Ungu

Menurut dr. Tjandra, kandungan antosianin pada ubi ungu berperan sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Zat ini berasal dari flavonoid dan polifenol yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Ia menegaskan, ubi ungu dapat menjadi opsi yang baik bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan secara lebih seimbang. Pilihan ini terutama relevan bagi mereka yang memiliki risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes dan hipertensi.

Temuan ilmiah juga mendukung manfaat tersebut, termasuk ulasan dalam jurnal Molecules pada 2019. Dalam laporan itu, kadar antosianin pada ubi ungu disebut dapat mencapai sekitar 218 hingga 244 mg per 100 gram, tergantung varietas dan metode pengolahan.

Antosianin dan Tubuh

Antosianin dikenal sebagai senyawa yang memberi warna ungu pada ubi. Selain pada ubi, senyawa ini juga banyak ditemukan pada buah beri dan anggur berwarna gelap.

Sifat antioksidan pada antosianin membuatnya dikaitkan dengan dukungan terhadap kesehatan metabolik. Dalam konteks tersebut, konsumsi makanan kaya antosianin dinilai dapat membantu menjaga fungsi tubuh secara lebih optimal.

Meski begitu, manfaat ubi ungu tetap bergantung pada cara penyajian dan pola makan secara keseluruhan. Jika dikonsumsi bersama bahan tambahan yang tidak sehat, nilai gizinya bisa berkurang secara signifikan.

Perhatian pada Topping

Dr. Tjandra mengingatkan bahwa topping tinggi gula dan lemak jenuh dapat menurunkan kualitas kesehatan dari olahan ubi. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan komposisi tambahan sebelum membeli atau membuatnya sendiri.

Olahan ubi yang awalnya menyehatkan bisa berubah menjadi tinggi kalori jika ditambahkan krim manis, keju berlebihan, atau saus gula. Kondisi ini membuat manfaat utama ubi ungu tidak lagi menonjol, terutama bagi orang yang sedang menjaga berat badan atau gula darah.

Ia menyarankan agar porsi tetap dijaga dan topping dipilih secara bijak. Dengan cara itu, ubi ungu dapat tetap menjadi camilan yang lezat tanpa mengabaikan prinsip makan sehat.

Tips Konsumsi Sehat

Agar manfaat ubi ungu lebih maksimal, masyarakat dianjurkan mengolahnya dengan cara sederhana. Ubi panggang tanpa tambahan gula berlebih menjadi salah satu pilihan yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Selain memperhatikan cara masak, keseimbangan porsi juga penting agar asupan karbohidrat tetap terkontrol. Hal ini terutama dibutuhkan oleh orang yang memiliki riwayat diabetes, hipertensi, atau sedang menerapkan pola makan tertentu.

Di tengah ramainya tren makanan viral, pilihan yang populer belum tentu paling baik bagi kesehatan. Ubi ungu tetap bisa menjadi menu menarik, selama penyajian dan porsinya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!