Ubi dan Cream Cheese, Dokter Sarankan Tambahan Protein

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 09:44 WIB 2
Ubi dan Cream Cheese, Dokter Sarankan Tambahan Protein

Olahan ubi dengan topping cream cheese tengah ramai di media sosial karena dinilai praktis, lezat, dan mudah dibuat di rumah. Namun, dokter spesialis gizi klinik dr. Tjandraningrum, SpGK, mengingatkan bahwa kombinasi ini sebaiknya tidak hanya mengandalkan karbohidrat dan lemak.

Menurutnya, masyarakat perlu mempertimbangkan komposisi gizi agar menu yang sedang populer itu tetap seimbang. Ia menilai, tambahan sumber protein dapat membuat sajian ubi menjadi lebih lengkap dan bermanfaat bagi tubuh.

Ubi dan Cream Cheese

Dr. Tjandraningrum menjelaskan bahwa kombinasi ubi dan cream cheese bukanlah konsep baru. Sebelumnya, cream cheese lebih sering dipadukan dengan roti sebelum tren olahan ubi muncul.

Ia menyebut, pada dasarnya menu tersebut tetap merupakan variasi dari karbohidrat dan lemak. Karena itu, perubahan bahan utama tidak selalu mengubah karakter gizinya secara signifikan.

Meski terlihat kekinian, masyarakat tetap perlu memahami isi gizi dari setiap bahan yang digunakan. Pemahaman ini penting agar pilihan makanan tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mendukung kebutuhan tubuh.

Protein untuk Keseimbangan

Menurut dr. Tjandra, olahan ubi dengan cream cheese cenderung rendah protein bila hanya mengandalkan dua bahan tersebut. Kondisi ini membuat kandungan gizinya belum cukup seimbang untuk satu kali makan.

Ia menyarankan masyarakat menambahkan sumber protein lain agar menu lebih lengkap. Beberapa pilihan yang disebutkan antara lain edamame, kacang, dan telur.

Protein tidak hanya membantu menyeimbangkan komposisi makanan, tetapi juga berperan menjaga massa otot. Selain itu, protein membantu memperbaiki jaringan tubuh dan memberi rasa kenyang lebih lama.

Gula Darah Lebih Stabil

Temuan dalam jurnal Diabetes Care menunjukkan konsumsi protein bersama makanan sumber karbohidrat dapat membantu memperlambat pengosongan lambung. Dengan demikian, kenaikan gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap.

Hal ini menjadi alasan mengapa kombinasi karbohidrat dan protein dinilai lebih seimbang. Sebaliknya, karbohidrat yang dipadukan hanya dengan topping tinggi lemak atau gula dinilai kurang ideal.

Pilihan menu yang lebih terukur dapat membantu tubuh merespons makanan dengan lebih baik. Pola seperti ini juga sejalan dengan upaya menjaga asupan harian tetap proporsional.

Alternatif Topping yang Tepat

Dr. Tjandra menegaskan bahwa ubi dan cream cheese memang bisa dinikmati, tetapi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya komponen makanan. Dalam satu porsi, kandungan proteinnya dinilai masih sangat rendah.

Ia menyebut, kadar protein pada kombinasi tersebut mungkin hanya sekitar 2 gram. Sementara itu, kebutuhan protein dalam satu kali makan umumnya berada pada kisaran 10 hingga 20 gram.

Karena itu, tambahan bahan seperti telur, kacang, atau edamame dapat menjadi solusi yang lebih seimbang. Dengan komposisi yang tepat, olahan ubi tetap enak sekaligus lebih bernilai gizi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!