Ubi Cream Cheese Viral, Ahli Gizi Ingatkan Soal Kalori

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 00:52 WIB 6
Ubi Cream Cheese Viral, Ahli Gizi Ingatkan Soal Kalori

Ubi cream cheese tengah menjadi camilan yang ramai diburu di media sosial dan pusat perbelanjaan. Di sebuah mal di Kabupaten Tangerang, makanan ini bahkan membuat pengunjung rela mengantre pada Kamis, 14 Mei 2026.

Popularitasnya muncul karena banyak orang menganggap ubi cream cheese lebih sehat dibanding dessert manis lain. Namun, dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK, mengingatkan bahwa kesan sehat tidak otomatis berlaku jika topping tinggi lemak dan gula digunakan berlebihan.

Ubi Cream Cheese Viral

Ubi cream cheese mendapat perhatian karena tampil sebagai camilan yang dianggap lebih ringan dan modern. Perpaduan ubi dengan krim keju membuat produk ini terlihat menarik bagi konsumen yang mencari makanan kekinian.

Di lapangan, antrean pembeli menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap camilan tersebut cukup tinggi. Banyak pengunjung tertarik mencoba karena terpengaruh tren yang ramai dibicarakan di media sosial.

Popularitas ubi sebagai bahan utama juga memberi kesan bahwa makanan ini lebih alami. Persepsi itu membuat sebagian orang merasa camilan ini lebih aman dikonsumsi daripada dessert berbasis tepung atau roti.

Ahli Gizi Beri Peringatan

Dr Raissa menegaskan bahwa ubi memang termasuk bahan pangan yang sehat. Ubi mengandung karbohidrat kompleks dan serat, sehingga punya nilai gizi yang baik sebagai sumber energi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa olahan ubi tidak selalu sehat hanya karena bahan dasarnya dianggap lebih baik. Menurutnya, tambahan topping seperti cream cheese dapat mengubah profil gizi secara signifikan.

Kandungan lemak dan gula dari topping berlebihan dapat membuat total kalori meningkat. Karena itu, status camilan sehat tidak bisa dilihat hanya dari satu bahan utama saja.

Kalori Bisa Ikut Naik

Menurut dr Raissa, cream cheese merupakan salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam sajian ini. Jika porsinya terlalu banyak, maka asupan lemak jenuh dan kalori dapat bertambah cukup besar.

Selain cream cheese, gula tambahan pada saus atau isian juga berpotensi meningkatkan beban kalori. Kondisi ini membuat ubi cream cheese tidak jauh berbeda dengan dessert manis lain apabila dikonsumsi tanpa kendali.

Ia menilai masyarakat perlu membaca komposisi makanan sebelum menganggapnya sehat. Kebiasaan memilih camilan hanya berdasarkan tren dapat membuat seseorang salah menakar kebutuhan energinya.

Bijak Konsumsi Camilan

Dr Raissa mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan hanya karena menganggap makanan tersebut sehat. Pola pikir seperti itu dapat membuat seseorang mengonsumsi porsi lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh.

Ia menekankan pentingnya memperhitungkan total kalori, gula, dan lemak dalam setiap sajian. Jika porsinya besar, ubi cream cheese tetap bisa menjadi sumber energi berlebih.

Karena itu, konsumsi camilan sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan harian. Pilihan yang bijak adalah menikmati secukupnya, bukan menjadikannya makanan bebas risiko hanya karena berbahan ubi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!