Ubi Cream Cheese Viral, Ahli Gizi Ingatkan Soal Kalori

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 01:31 WIB 6
Ubi Cream Cheese Viral, Ahli Gizi Ingatkan Soal Kalori

Ubi cream cheese tengah menjadi camilan yang ramai diburu di media sosial maupun pusat perbelanjaan. Pada Kamis, 14 Mei 2026, antrean pembeli terlihat di sebuah mal di Kabupaten Tangerang karena makanan ini dianggap mengikuti tren sekaligus lebih sehat dibanding dessert manis lain.

Popularitasnya muncul karena bahan dasar ubi sering dipersepsikan sebagai real food yang lebih bernilai gizi. Namun, dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK, mengingatkan bahwa tambahan topping tinggi lemak dan gula dapat meningkatkan kalori secara signifikan.

Alasan Jadi Favorit

Ubi cream cheese menarik perhatian karena memadukan bahan tradisional dengan tampilan dessert modern. Banyak konsumen melihat ubi sebagai pilihan yang lebih aman dibandingkan makanan manis berbasis tepung atau roti.

Anggapan tersebut membuat camilan ini cepat populer di berbagai lapisan masyarakat. Di pusat perbelanjaan, pembeli rela mengantre untuk mendapatkan produk yang sedang viral ini.

Tren kuliner seperti ini kerap tumbuh dari gabungan rasa, tampilan, dan persepsi sehat. Dalam kasus ubi cream cheese, citra sehat menjadi salah satu alasan utama pembelian.

Meski demikian, popularitas tidak selalu sejalan dengan kandungan gizi yang sesungguhnya. Konsumen tetap perlu memahami komposisi bahan sebelum menilai sebuah makanan benar-benar sehat.

Pandangan Ahli Gizi

dr Raissa menegaskan bahwa ubi memang tergolong bahan pangan yang baik. Ubi mengandung karbohidrat kompleks dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.

Akan tetapi, manfaat itu tidak otomatis berlaku pada semua olahan ubi. Saat dicampur dengan topping kekinian, nilai gizinya bisa berubah secara signifikan.

Menurutnya, tambahan cream cheese dan bahan pelengkap lain dapat menaikkan kadar lemak dan kalori. Kondisi tersebut membuat makanan yang semula dianggap ringan berubah menjadi dessert padat energi.

Ia menilai masyarakat sering tertipu oleh kesan sehat dari bahan utama. Padahal, total gula, lemak, dan kalori tetap perlu diperhitungkan secara menyeluruh.

Bahaya Konsumsi Berlebih

Masalah utama bukan hanya pada bahan dasar, melainkan pada porsi dan frekuensi konsumsi. Jika dimakan berlebihan, ubi cream cheese dapat menambah asupan kalori harian secara tidak disadari.

dr Raissa mengingatkan agar masyarakat tidak merasa aman hanya karena makanan tersebut berbahan ubi. Persepsi sehat yang keliru dapat membuat seseorang makan lebih banyak daripada kebutuhan tubuh.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi mengganggu pola makan seimbang. Risiko tersebut semakin besar jika camilan viral dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi gula lainnya.

Karena itu, pembatasan porsi menjadi langkah penting. Konsumen disarankan tetap memperhatikan kandungan gizi, bukan hanya mengikuti tren rasa dan tampilan.

Bijak Saat Memilih

Tren makanan viral memang kerap menggoda, terutama jika dibungkus narasi sehat. Namun, label sehat tidak selalu berarti rendah kalori atau aman dikonsumsi tanpa batas.

Masyarakat sebaiknya membaca komposisi bahan dan memperkirakan kandungan gizinya sebelum membeli. Langkah sederhana ini dapat membantu memilih camilan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Jika ingin menikmati ubi cream cheese, porsi kecil bisa menjadi pilihan yang lebih bijak. Dengan begitu, konsumen tetap bisa mengikuti tren tanpa mengabaikan kesehatan.

Pemahaman yang tepat akan membantu masyarakat menikmati makanan viral secara lebih seimbang. Camilan apa pun, termasuk yang berbahan ubi, tetap perlu ditempatkan sebagai konsumsi sesekali, bukan menu utama harian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!