Ubi Cream Cheese Perlu Tambahan Protein

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 12:34 WIB 6
Ubi Cream Cheese Perlu Tambahan Protein

Olahan ubi dengan topping cream cheese belakangan ramai di media sosial, terutama karena tampilannya dianggap menarik dan rasanya mudah diterima banyak kalangan. Namun, dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, mengingatkan bahwa menu tersebut sebaiknya tidak hanya mengejar tren, tetapi juga memperhatikan keseimbangan zat gizi.

Menurutnya, kombinasi karbohidrat dan lemak pada ubi dengan cream cheese bukanlah hal baru, karena sebelumnya pola serupa sudah lebih dulu populer pada roti. Agar manfaatnya lebih lengkap, masyarakat disarankan menambahkan sumber protein sehingga menu ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga lebih mendukung kebutuhan tubuh.

Ubi Cream Cheese dan Gizi

Dr Tjandraningrum menjelaskan bahwa ubi dan cream cheese pada dasarnya merupakan variasi menu yang menggabungkan karbohidrat dan lemak. Dari sisi kebiasaan makan, pola seperti ini sudah lama dikenal, hanya bentuk penyajiannya yang kini berubah mengikuti tren media sosial. Ia menilai perubahan tersebut wajar selama masyarakat tetap memahami kandungan gizinya.

Dalam pandangannya, ubi cream cheese bukan makanan yang bermasalah, tetapi komposisinya perlu diperhatikan. Jika hanya mengandalkan ubi dan cream cheese, kandungan proteinnya cenderung rendah. Karena itu, menu ini tidak dapat dipandang sebagai hidangan lengkap bila dikonsumsi tanpa pelengkap lain.

Ia menekankan bahwa tren makanan seharusnya tidak membuat masyarakat mengabaikan kebutuhan nutrisi harian. Kandungan karbohidrat dari ubi memang bermanfaat sebagai sumber energi. Akan tetapi, energi saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sekali sajian secara seimbang.

Pengolahan makanan yang mengikuti tren juga perlu mempertimbangkan kualitas bahan tambahan yang digunakan. Cream cheese memang memberi rasa gurih dan tekstur lembut, tetapi tidak menyumbang protein dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, masyarakat perlu bijak memilih kombinasi agar nilai gizinya lebih baik.

Protein Bikin Menu Lebih Seimbang

Menurut dr Tjandraningrum, penambahan protein sangat penting untuk membuat olahan ubi cream cheese menjadi lebih seimbang. Protein berperan dalam menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, dan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Dengan komposisi yang tepat, menu kekinian itu dapat berubah menjadi pilihan makan yang lebih bernilai.

Ia menyarankan masyarakat menambahkan bahan lain yang mengandung protein, seperti edamame, kacang, atau telur. Bahan-bahan tersebut juga bisa memberikan variasi rasa dan tekstur yang lebih menarik. Dengan cara ini, olahan ubi tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga lebih fungsional untuk tubuh.

Protein juga membantu menyeimbangkan dampak karbohidrat saat dikonsumsi bersama dalam satu hidangan. Menurut penjelasan yang dirujuk dari jurnal Diabetes Care, konsumsi protein bersama makanan sumber karbohidrat dapat memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, kenaikan gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap.

Karena itu, kombinasi karbohidrat dan protein dinilai lebih baik dibanding hanya memadukan karbohidrat dengan topping tinggi lemak atau gula. Selain lebih seimbang, pola ini juga lebih sesuai untuk menjaga kualitas asupan harian. Masyarakat pun dapat menikmati makanan populer tanpa mengorbankan kebutuhan gizi.

Kandungan Ubi Cream Cheese

Dr Tjandraningrum menyebut, ubi dan cream cheese saja umumnya hanya mengandung protein dalam jumlah kecil. Dalam satu porsi, kandungannya bahkan bisa sangat rendah jika tidak ada tambahan bahan lain. Kondisi ini membuat menu tersebut belum ideal sebagai satu kali makan penuh.

Ia mencontohkan, protein dari ubi dan cream cheese kemungkinan hanya sekitar 2 gram. Padahal, kebutuhan protein dalam sekali makan umumnya berada di kisaran 10 hingga 20 gram. Selisih yang cukup jauh itu menunjukkan perlunya pelengkap lain agar asupannya memadai.

Kekurangan protein dalam satu hidangan dapat membuat rasa kenyang lebih cepat hilang. Akibatnya, seseorang cenderung lebih mudah lapar sebelum waktu makan berikutnya tiba. Dalam jangka panjang, pola seperti ini dapat menyulitkan pengaturan pola makan harian.

Karena itu, pemilihan topping tidak seharusnya hanya mempertimbangkan tren atau tampilan. Masyarakat perlu melihat apakah bahan tambahan tersebut benar-benar mendukung kebutuhan gizi tubuh. Dengan begitu, makanan yang populer tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.

Tips Menyusun Menu Sehat

Untuk membuat olahan ubi cream cheese lebih bernutrisi, masyarakat dapat menambahkan sumber protein yang mudah ditemukan. Telur rebus, edamame, atau kacang-kacangan bisa menjadi pilihan praktis. Kombinasi tersebut membantu menyeimbangkan karbohidrat, lemak, dan protein dalam satu piring.

Selain protein, penting juga memperhatikan porsi agar asupan tetap sesuai kebutuhan. Ubi memang bisa menjadi sumber energi yang baik, namun jumlahnya perlu disesuaikan dengan aktivitas harian. Jika porsinya terlalu besar tanpa penyeimbang, hidangan dapat menjadi kurang ideal.

Penggunaan cream cheese sebaiknya juga tidak berlebihan, karena bahan ini cenderung tinggi lemak. Porsi yang wajar akan membantu menjaga cita rasa tanpa membuat komposisi menu terlalu berat. Dengan pendekatan seperti ini, makanan tetap enak sekaligus lebih sehat.

Tren makanan dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengenalkan pola makan yang lebih seimbang. Selama masyarakat memahami fungsi tiap bahan, menu populer tetap bisa diolah secara bijak. Ubi cream cheese pun dapat menjadi hidangan yang tidak hanya menarik, tetapi juga lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!