Tumbler Rusak Bisa Picu Keracunan Logam Berat

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 10:59 WIB 5
Tumbler Rusak Bisa Picu Keracunan Logam Berat

Seorang pria berusia 50-an di Taiwan diduga mengalami keracunan timbal setelah memakai termos yang sudah rusak selama lebih dari 10 tahun. Kasus ini berawal saat ia kehilangan orientasi ketika mengemudi menuju tempat kerja, lalu menabrak sebuah tempat makan tanpa sempat mengerem.

Meski tidak mengalami luka serius dalam kecelakaan itu, pemeriksaan rumah sakit menemukan anemia berat, atrofi otak, dan gangguan fungsi ginjal. Temuan tersebut mendorong dokter menelusuri kebiasaan sehari-harinya, hingga diduga kuat menjadi sumber paparan logam berat dari botol minum yang ia gunakan setiap hari.

Risiko Tumbler Rusak

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa pria itu memakai termos berinsulasi yang sama untuk minum kopi hampir setiap hari selama lebih dari satu dekade. Saat diperiksa, lapisan dalam botol sudah menunjukkan goresan, retakan, dan tanda karat yang jelas.

Dokter yang menangani kasus itu menilai kondisi tersebut berbahaya karena permukaan dalam botol yang menua dapat melepaskan logam ke dalam minuman panas. Jika berlangsung lama, paparan semacam ini berisiko merusak sistem saraf dan ginjal.

Dalam kasus ini, gejala yang muncul tidak berhenti pada kebingungan saat berkendara. Pasien kemudian disebut mengalami penurunan kondisi yang progresif, termasuk gejala menyerupai demensia.

Gejala Keracunan Timbal

Menurut dokter, pria tersebut sempat mengeluhkan kelelahan berkepanjangan dan perubahan rasa pada makanan. Ia juga sering merasa makanan yang dikonsumsi tidak cukup asin.

Kombinasi gejala itu membuat tim medis mencurigai keracunan logam berat. Hasil pemeriksaan kemudian mengonfirmasi adanya keracunan timbal.

Kondisi pasien terus memburuk setelah kecelakaan pertama itu. Ia juga disebut mengalami pneumonia aspirasi akibat tersedak, sebelum akhirnya meninggal sekitar setahun kemudian.

Minuman Yang Perlu Dibatasi

Para pakar medis mengingatkan bahwa tumbler tidak cocok untuk semua jenis minuman. Minuman yang kaya protein, seperti susu sapi dan susu kedelai, sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di dalam botol.

Menurut saran kesehatan, minuman seperti itu idealnya segera dikonsumsi dalam waktu dua jam. Langkah ini penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri di dalam wadah.

Minuman yang bersifat asam atau basa, seperti jus, kopi, teh, air lemon, dan obat herbal, juga perlu diwaspadai. Jika disimpan lama dalam termos yang rusak, risiko pelepasan logam bisa meningkat.

Tips Aman Memilih Tumbler

Untuk keamanan, botol minum perlu dicuci bersih secara rutin dan sebaiknya digunakan untuk air putih bila ingin lebih aman. Pengguna juga disarankan memeriksa kondisi botol secara berkala.

Jika muncul perubahan warna, karat, atau goresan pada permukaan dalam, botol sebaiknya segera diganti. Kondisi fisik yang terlihat rusak dapat menjadi tanda bahwa wadah tidak lagi layak dipakai.

Pakar juga merekomendasikan penggunaan baja tahan karat kelas 304 karena dinilai lebih tahan karat. Pilih pula tutup dan segel silikon, lalu rendam botol baru dengan air sabun hangat semalaman sebelum dipakai agar sisa bahan kimia berkurang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!