Telkomsel memperkuat kinerja bisnis sepanjang 2025 dengan menitikberatkan layanan digital yang lebih relevan, berkualitas, dan bernilai bagi pelanggan. Perusahaan telekomunikasi ini juga menegaskan perannya sebagai enabler ekosistem digital di tengah dinamika industri yang masih menantang. Hasilnya, laba bersih dan EBITDA pada paruh kedua 2025 menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyebut 2025 sebagai momentum penting untuk membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Menurut dia, perusahaan terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada nilai pelanggan, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis pada Rabu, 20 Mei 2026.
Kinerja Digital Telkomsel
Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dan laba bersih Rp19,7 triliun. Capaian itu ditopang transformasi menuju pertumbuhan yang lebih berkualitas. Perusahaan menilai strategi tersebut mulai memberi dampak yang konsisten pada paruh akhir tahun.
Kontribusi layanan digital telah mencapai lebih dari 95 persen dari pendapatan mobile. Sementara itu, traffic data tumbuh 15 persen secara tahunan. Kedua indikator tersebut menunjukkan bahwa layanan Telkomsel tetap relevan bagi kebutuhan digital masyarakat.
Di sisi profitabilitas, laba bersih naik 14,7 persen secara kuartalan dan EBITDA meningkat 5,4 persen. Kenaikan ini memperlihatkan adanya perbaikan efisiensi dan kualitas pendapatan. Telkomsel menilai momentum tersebut penting untuk menjaga ketahanan bisnis di tengah kompetisi yang ketat.
Basis pelanggan juga terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pelanggan. ARPU meningkat menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun, yang mencerminkan produktivitas layanan yang lebih baik. Kinerja ini memperkuat posisi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat.
Strategi Layanan Telkomsel
Telkomsel menjalankan strategi penyederhanaan produk untuk membuat layanan lebih mudah dipahami pelanggan. Perusahaan juga melakukan penyesuaian harga agar penawaran tetap kompetitif. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat nilai guna layanan di pasar yang dinamis.
Optimalisasi portofolio layanan menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Telkomsel memilih produk yang paling relevan dengan kebutuhan pelanggan dan tren penggunaan data. Dengan cara ini, perusahaan berupaya meningkatkan kualitas pendapatan secara berkelanjutan.
Fokus pada customer value mendorong perusahaan menghadirkan pengalaman yang lebih konsisten. Telkomsel juga menekankan kualitas jaringan broadband sebagai penopang utama kepuasan pelanggan. Pendekatan itu dianggap penting untuk menjaga loyalitas di tengah persaingan yang intens.
Perseroan turut mengembangkan layanan konvergensi dengan penetrasi sekitar 59 persen. Selain itu, pelanggan fixed broadband bertambah hingga total basis melampaui 10 juta pelanggan. Pertumbuhan ini mempertegas peran Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas rumah yang semakin dibutuhkan.
Dampak Ekosistem Telkomsel
Telkomsel menempatkan pertumbuhan ekosistem digital sebagai bagian dari dampak sosial yang inklusif. Perusahaan tidak hanya menjual layanan konektivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Arah bisnis ini dinilai selaras dengan kebutuhan transformasi digital nasional.
Layanan digital Telkomsel mendukung aktivitas harian, produktivitas, dan gaya hidup digital pelanggan. Penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan juga mulai terintegrasi dalam ekosistem layanan. Hal tersebut memperluas manfaat yang diterima oleh pengguna dari berbagai segmen.
Dari sisi pelaku usaha, pemberdayaan UMKM mencatat kenaikan omzet rata-rata hingga 32 persen melalui pemanfaatan layanan digital. Kontribusi itu menunjukkan bahwa akses digital dapat berdampak langsung pada pertumbuhan usaha kecil. Telkomsel menilai penguatan ekosistem ini penting untuk mendorong ekonomi digital yang lebih merata.
Perusahaan juga berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja dalam ekosistem digital. Program pengembangan talenta seperti NextDev dan berbagai inisiatif edukasi digital turut memperluas kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, pemerataan akses hingga wilayah 3T didorong melalui dukungan BTS USO.
Pengakuan Atas Inovasi
Sepanjang 2025, Telkomsel meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional atas kualitas layanan dan inovasinya. Pengakuan tersebut memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap konsistensi perusahaan. Capaian ini juga menjadi penanda bahwa inovasi masih menjadi pilar utama pertumbuhan bisnis.
Salah satu pengakuan datang dari Ookla Speedtest Awards atas kualitas jaringan. Telkomsel juga menerima Global GTI Awards bersama mitra teknologi atas inovasi pemanfaatan teknologi jaringan. Prestasi itu menunjukkan daya saing perusahaan di tingkat global.
Di bidang kecerdasan buatan, Telkomsel mendapat penghargaan internasional atas pemanfaatan AI pada layanan MyTelkomsel dan customer experience. Perusahaan juga memperoleh apresiasi di ajang Glotel, TM Forum, dan Gartner Marketing and Communications Awards. Ragam penghargaan ini menegaskan bahwa inovasi digital menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.
Nugroho menilai pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan tidak hanya ditentukan oleh skala. Menurut dia, keberhasilan juga bergantung pada kemampuan menghadirkan layanan bernilai, pengalaman yang konsisten, dan keberlanjutan bisnis. Pandangan itu mencerminkan arah Telkomsel dalam membangun dampak jangka panjang bagi pelanggan dan ekosistem digital nasional.
