TelkomGroup Raih Dua Penghargaan di LinkedIn Talent Awards 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 29 Mei 2026 16:07 WIB 6
TelkomGroup Raih Dua Penghargaan di LinkedIn Talent Awards 2025

Telkom Indonesia Group kembali mencatat prestasi di ajang LinkedIn Talent Awards 2025 dengan membawa pulang dua penghargaan sekaligus. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meraih Best Employer Brand on LinkedIn untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sementara Telkomsel memenangkan kategori Learning Champion. Penghargaan tersebut diumumkan dalam seremoni di The St. Regis Jakarta, Kamis, 7 Mei. Capaian ini menegaskan konsistensi TelkomGroup dalam membangun reputasi sebagai perusahaan digital telco yang berorientasi pada talenta.

Pengakuan itu sekaligus memperlihatkan bahwa strategi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan TelkomGroup berjalan seiring dengan transformasi bisnis dan teknologi. Perusahaan menempatkan pengalaman kerja, budaya belajar, dan kolaborasi sebagai elemen penting untuk menjaga daya saing di industri yang bergerak cepat. Dalam pandangan manajemen, penghargaan ini bukan hanya soal citra perusahaan, melainkan juga validasi atas upaya menghadirkan ekosistem kerja yang relevan bagi talenta digital Indonesia. Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.

Employer Branding TelkomGroup

Direktur Human Capital Management Telkom Indonesia, Willy Saelan, menegaskan bahwa employer branding tidak berhenti pada peningkatan visibilitas perusahaan. Menurut dia, yang lebih penting adalah menghadirkan lingkungan kerja yang membuat talenta dapat terus belajar, berkembang, dan memberi kontribusi. Ia menyebut budaya kerja TelkomGroup harus dirasakan secara nyata melalui pengalaman sehari-hari, kolaborasi lintas tim, dan cerita autentik para karyawan. Pendekatan itu dinilai mampu membangun kedekatan yang lebih kuat dengan talenta digital masa kini.

Willy menilai penghargaan Best Employer Brand on LinkedIn menjadi bukti bahwa strategi yang dijalankan Telkom berada pada jalur yang tepat. Pengakuan ini tidak hanya datang dari penilaian internal, tetapi juga dari kompetisi dengan sejumlah perusahaan besar nasional. Di antara finalis lainnya terdapat GoTo, Permata Bank, SMBC Indonesia, Nojorono Kudus, dan Kalbe. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa posisi Telkom sebagai salah satu tempat kerja pilihan semakin kuat di tengah persaingan industri.

Menurut Telkom, employer branding yang autentik menjadi modal penting untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Perusahaan berupaya menampilkan nilai, budaya, dan peluang pengembangan secara terbuka agar sesuai dengan kebutuhan generasi profesional saat ini. Upaya tersebut juga mendukung agenda transformasi perusahaan menuju ekosistem digital yang lebih adaptif. Dengan pendekatan itu, TelkomGroup ingin memastikan setiap talenta memiliki ruang untuk tumbuh bersama perusahaan.

Budaya Belajar Berkelanjutan

Selain Telkom, Telkomsel turut mencatat prestasi melalui penghargaan Learning Champion pada ajang yang sama. Willy menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut karena dinilai mencerminkan tumbuhnya budaya belajar di seluruh ekosistem TelkomGroup. Ia menilai komitmen terhadap pengembangan talenta tidak hanya berhenti pada program formal, tetapi juga terlihat dalam praktik kerja sehari-hari. Hal itu menjadi sinyal bahwa budaya pembelajaran terus menguat di lingkungan perusahaan.

Penerapan budaya belajar berkelanjutan dianggap penting untuk menjawab perubahan industri digital yang menuntut kecepatan adaptasi. TelkomGroup menempatkan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari strategi korporasi, bukan sekadar aktivitas pendukung. Dengan demikian, karyawan didorong untuk terus memperbarui pengetahuan, mengasah kemampuan, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga relevansi perusahaan di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Dalam konteks tersebut, penghargaan dari LinkedIn Talent Awards menjadi penguatan atas arah kebijakan human capital yang dijalankan perusahaan. TelkomGroup menilai keberhasilan membangun budaya belajar akan berdampak langsung pada kualitas layanan, inovasi, dan produktivitas. Di sisi lain, lingkungan kerja yang mendorong pembelajaran juga dapat meningkatkan loyalitas dan keterlibatan karyawan. Dengan dukungan itu, perusahaan berupaya menciptakan ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan talenta digital.

Strategi Talenta Digital

TelkomGroup secara aktif menghadirkan berbagai inisiatif untuk mempercepat pengembangan talenta sesuai kebutuhan industri masa depan. Salah satu program unggulannya adalah Digistar Program yang dirancang untuk menyiapkan talenta digital Indonesia melalui ekosistem pembelajaran yang terstruktur. Program ini menggabungkan pengembangan kompetensi, pengalaman kolaboratif, dan pemahaman terhadap dinamika industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia.

Melalui program seperti Digistar, TelkomGroup berupaya menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta yang ada di pasar kerja. Peserta program mendapatkan ruang untuk belajar, berinteraksi, dan memahami tantangan nyata di dunia bisnis digital. Pola ini diharapkan mampu mencetak talenta yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif dalam bekerja. Dengan begitu, pengembangan talenta tidak berhenti pada teori, melainkan terhubung dengan pengalaman praktis.

Inisiatif tersebut juga memperlihatkan bahwa TelkomGroup memandang talenta sebagai aset strategis dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Di tengah percepatan transformasi digital, perusahaan membutuhkan SDM yang siap menghadapi perubahan, berinovasi, dan berkolaborasi secara efektif. Karena itu, penguatan pembelajaran dan employer branding berjalan beriringan sebagai satu kesatuan strategi. Capaian di LinkedIn Talent Awards 2025 menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan tersebut mulai memberikan hasil yang signifikan.

Implikasi Bagi Industri

Prestasi TelkomGroup di ajang internasional tersebut memberi sinyal bahwa pengelolaan talenta kini menjadi faktor penting dalam persaingan bisnis. Perusahaan yang mampu membangun citra tempat kerja yang kuat akan lebih mudah menarik kandidat berkualitas. Pada saat yang sama, budaya pembelajaran yang konsisten dapat membantu perusahaan mempertahankan tenaga terbaik. Kombinasi keduanya menjadi nilai tambah yang semakin diperhitungkan di era transformasi digital.

Bagi industri nasional, pencapaian ini menunjukkan bahwa praktik human capital yang baik dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis. Perusahaan tidak lagi hanya bersaing dalam layanan dan produk, tetapi juga dalam kemampuan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. TelkomGroup menempatkan pengalaman karyawan sebagai bagian dari strategi bisnis yang lebih luas. Pendekatan tersebut dapat menjadi rujukan bagi perusahaan lain yang ingin memperkuat daya saing sumber daya manusia.

Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya mempertahankan penghargaan, melainkan menjaga konsistensi implementasi strategi talenta. TelkomGroup perlu memastikan bahwa setiap inisiatif tetap relevan dengan perubahan kebutuhan industri dan ekspektasi generasi pekerja baru. Jika konsistensi itu terjaga, reputasi perusahaan sebagai tujuan karier talenta digital berpotensi semakin kokoh. Dengan dasar tersebut, penghargaan dari LinkedIn Talent Awards 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem talenta di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!