TelkomGroup Raih Dua Penghargaan di LinkedIn Talent Awards 2025

Teknologi BRH 29 Mei 2026 06:28 WIB 8
TelkomGroup Raih Dua Penghargaan di LinkedIn Talent Awards 2025

Telkom Indonesia Group kembali mencatat prestasi di ajang LinkedIn Talent Awards 2025 dengan membawa pulang dua penghargaan sekaligus. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meraih Best Employer Brand on LinkedIn untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sementara Telkomsel dinobatkan sebagai Learning Champion. Seremoni penghargaan berlangsung di The St. Regis Jakarta, pada Kamis, 7 Mei. Pencapaian ini menegaskan posisi TelkomGroup sebagai perusahaan digital telco yang konsisten membangun ekosistem talenta yang adaptif dan kolaboratif.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya TelkomGroup dalam menghadirkan pengalaman kerja yang relevan bagi talenta digital Indonesia. Di tengah perubahan industri yang cepat, perusahaan dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pengembangan bisnis, teknologi, dan pembelajaran berkelanjutan. Komitmen itu juga tercermin dalam berbagai inisiatif yang mendorong karyawan untuk terus berkembang. Dengan capaian ini, TelkomGroup memperkuat citra sebagai tempat kerja yang menarik bagi generasi talenta masa kini.

Employer Branding Telkom

Direktur Human Capital Management Telkom Indonesia, Willy Saelan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan kerja panjang perusahaan dalam membangun pengalaman kerja yang autentik. Menurut dia, employer branding tidak hanya soal visibilitas perusahaan di ruang digital. Lebih dari itu, Telkom ingin menghadirkan lingkungan yang membuat talenta dapat terus belajar, tumbuh, dan memberi kontribusi. Ia menegaskan bahwa budaya kerja perusahaan harus dirasakan nyata melalui kolaborasi dan cerita para karyawan.

Willy menambahkan, pendekatan employer branding TelkomGroup dirancang agar selaras dengan kebutuhan talenta digital Indonesia. Perusahaan berupaya menghadirkan komunikasi yang jujur, relevan, dan dekat dengan pengalaman kerja sehari-hari. Strategi ini dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan kandidat terhadap perusahaan. Dalam konteks persaingan perekrutan talenta, reputasi yang kuat menjadi salah satu faktor penentu.

Prestasi Best Employer Brand on LinkedIn juga menjadi bentuk validasi atas konsistensi Telkom dalam menjaga posisi sebagai perusahaan pilihan. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil membangun reputasi melalui pendekatan yang autentik dan relevan. Telkom masuk jajaran finalis bersama sejumlah perusahaan besar lintas industri. Kehadiran nama-nama seperti GoTo, Permata Bank, SMBC Indonesia, Nojorono Kudus, dan Kalbe menunjukkan ketatnya persaingan tahun ini.

Dengan raihan tersebut, Telkom memperlihatkan bahwa employer branding bukan sekadar kampanye citra. Perusahaan menjadikannya bagian dari strategi sumber daya manusia yang terintegrasi dengan transformasi digital. Pendekatan ini memungkinkan Telkom menyampaikan nilai perusahaan secara konsisten kepada publik dan calon talenta. Hasilnya, reputasi korporasi tetap terjaga sekaligus makin selaras dengan kebutuhan tenaga kerja digital.

Learning TelkomGroup

Selain Telkom, Telkomsel juga mencuri perhatian setelah meraih penghargaan Learning Champion pada ajang yang sama. Penghargaan ini diberikan atas komitmen perusahaan dalam membangun budaya belajar yang kuat di lingkungan kerja. Capaian tersebut menambah daftar pengakuan terhadap ekosistem talenta TelkomGroup. Bagi perusahaan, pembelajaran berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menghadapi perubahan industri.

Willy menyebut pencapaian Telkomsel sebagai kebanggaan bagi seluruh ekosistem TelkomGroup. Menurut dia, penghargaan itu menunjukkan bahwa budaya belajar dan pengembangan talenta terus tumbuh secara konsisten. TelkomGroup memandang kemampuan beradaptasi sebagai syarat utama dalam bisnis digital. Karena itu, pembelajaran tidak ditempatkan sebagai program tambahan, melainkan sebagai bagian dari cara kerja perusahaan.

Dalam praktiknya, pembelajaran di TelkomGroup diarahkan untuk mendukung kebutuhan organisasi dan karyawan secara bersamaan. Perusahaan mengembangkan berbagai sarana agar talenta dapat meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan industri. Pendekatan ini membantu karyawan memahami perubahan teknologi dan cara kerja baru dengan lebih cepat. Di sisi lain, perusahaan memperoleh tenaga kerja yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Penghargaan Learning Champion juga memperkuat pesan bahwa investasi pada talenta tetap menjadi prioritas utama. TelkomGroup menilai budaya belajar yang sehat akan melahirkan inovasi yang lebih berkelanjutan. Karena itu, berbagai program pengembangan dijalankan agar karyawan memiliki ruang untuk naik kelas. Upaya tersebut sekaligus mendukung ambisi perusahaan menjaga daya saing di sektor digital telco.

Persaingan Finalis

Kategori Best Employer Brand tahun ini mempertemukan Telkom dengan sederet perusahaan terkemuka dari berbagai sektor. Masuknya nama-nama besar menunjukkan bahwa penilaian dalam ajang ini berlangsung kompetitif. Setiap finalis membawa strategi employer branding yang berbeda sesuai karakter bisnis masing-masing. Dalam situasi seperti ini, konsistensi dan keaslian menjadi nilai yang sangat penting.

Telkom dinilai mampu menonjol lewat pendekatan yang relevan bagi talenta digital masa kini. Perusahaan tidak hanya menampilkan peluang karier, tetapi juga pengalaman kerja yang mencerminkan budaya kolaboratif. Strategi tersebut membantu Telkom membangun koneksi yang lebih kuat dengan kandidat potensial. Di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif, pendekatan semacam ini memiliki dampak yang signifikan.

Pencapaian di LinkedIn Talent Awards 2025 juga memperlihatkan bahwa reputasi perusahaan kini sangat dipengaruhi oleh kehadiran digital. Platform profesional seperti LinkedIn menjadi ruang penting untuk menunjukkan kualitas employer branding. Karena itu, perusahaan perlu mengelola narasi, interaksi, dan pengalaman karyawan secara konsisten. Telkom tampaknya berhasil memanfaatkan ruang tersebut untuk memperkuat daya tarik sebagai tempat bekerja.

Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada citra korporasi, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menarik talenta terbaik. Bagi sektor telekomunikasi yang bergerak cepat, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor pembeda utama. Pengakuan dari platform global seperti LinkedIn memberi sinyal positif bagi pasar. TelkomGroup pun memperoleh legitimasi lebih besar sebagai perusahaan yang serius membangun talenta digital.

Strategi Talenta Digital

Salah satu pilar utama pengembangan talenta TelkomGroup adalah Digistar Program. Program ini dirancang untuk menyiapkan talenta digital Indonesia melalui ekosistem pembelajaran yang terstruktur. Selain kompetensi teknis, peserta juga mendapatkan pengalaman kolaboratif dengan dunia industri. Pendekatan tersebut membuat program ini relevan dengan kebutuhan masa depan tenaga kerja digital.

Melalui inisiatif itu, TelkomGroup berupaya menjembatani kebutuhan industri dan kesiapan talenta. Perusahaan memahami bahwa transformasi digital menuntut sumber daya manusia yang cepat belajar dan adaptif. Karena itu, pengembangan kompetensi tidak dilakukan secara parsial, melainkan terhubung dengan kebutuhan bisnis. Strategi ini juga memperkuat kesinambungan antara pendidikan, pelatihan, dan penerapan di lapangan.

Langkah TelkomGroup menunjukkan bahwa pengembangan talenta kini menjadi bagian inti dari strategi korporasi. Perusahaan tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga menyiapkan manusia yang akan menggerakkannya. Fokus pada pembelajaran berkelanjutan membantu organisasi tetap relevan di tengah disrupsi teknologi. Dalam jangka panjang, pendekatan ini dapat memperkuat ketahanan bisnis sekaligus daya saing industri.

Raihan dua penghargaan di LinkedIn Talent Awards 2025 menjadi penanda bahwa strategi tersebut mulai membuahkan hasil. TelkomGroup berhasil menunjukkan bahwa employer branding dan learning dapat berjalan beriringan. Keduanya saling mendukung dalam membentuk perusahaan yang menarik, adaptif, dan siap bertumbuh. Dengan fondasi itu, TelkomGroup mempertegas perannya sebagai penggerak ekosistem talenta digital Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!