Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk di Jayapura

Teknologi Moh. Royhan Nahado 01 Juni 2026 11:34 WIB 3
Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk di Jayapura

TelkomGroup meresmikan sistem kabel laut Pukpuk di Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026, sebagai hasil kolaborasi dengan PNG DataCo. Infrastruktur ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia Timur sekaligus membuka jalur baru ke kawasan Asia-Pasifik.

Peresmian tersebut juga menandai penguatan kerja sama Indonesia dan Papua Nugini di bidang telekomunikasi lintas batas. Kehadiran kabel laut ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi digital, memperluas akses layanan digital, dan meningkatkan ketahanan jaringan di wilayah perbatasan.

Pukpuk Perkuat Konektivitas Digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo menegaskan pentingnya pemerataan konektivitas untuk mendukung pembangunan nasional yang inklusif. Ia menyebut konektivitas harus dibangun secara merata, berkelanjutan, dan tidak terpusat.

Menurutnya, percepatan transformasi digital menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. Karena itu, wilayah timur Indonesia perlu memperoleh kesempatan yang sama dalam ekosistem ekonomi digital.

Angga juga memberikan apresiasi kepada TelkomGroup atas komitmennya memperkuat konektivitas digital nasional. Ia menilai proyek Pukpuk menjadi bukti nyata pemerataan infrastruktur telekomunikasi yang lebih andal dan resilien.

Keberadaan infrastruktur ini dinilai bukan hanya bermanfaat bagi Papua dan Papua Nugini, tetapi juga bagi seluruh wilayah yang terhubung dalam jaringan tersebut. Dampaknya diharapkan terasa pada kualitas layanan, pemerataan akses, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kabel Lintas Batas Asia Pasifik

Sistem kabel laut Pukpuk disebut sebagai kabel lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan jaringan Indonesia dan Papua Nugini. Landing station di Jayapura yang dioperasikan Telin menjadi gerbang utama konektivitas menuju Kumul Telkom Holdings di Papua Nugini.

Melalui jalur ini, kapasitas dari kabel internasional SEA-US dapat disalurkan hingga wilayah terpencil di Papua Nugini melalui Vanimo. Skema tersebut memperluas jangkauan layanan dan memperkuat integrasi jaringan antarnegara.

Kabel ini juga menjadi simbol kolaborasi dua negara dalam membangun infrastruktur telekomunikasi kawasan. Sinergi Telin dan PNG DataCo dipandang sebagai langkah konkret memperkuat konektivitas digital di Asia-Pasifik.

Dengan adanya Pukpuk, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional yang mandiri. Kondisi ini membuat infrastruktur digital Papua lebih tangguh karena memiliki jalur cadangan yang dapat menjaga kelangsungan layanan.

Jayapura Jadi Simpul Strategis

Jalur pertama menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua, sedangkan jalur kedua yang baru diresmikan tersambung dari Vanimo ke Jayapura. Dari titik itu, jaringan diteruskan ke Manado hingga Los Angeles melalui kabel SEA-US.

Keberadaan jalur alternatif tersebut memberi diversity route yang memperkuat ketahanan jaringan di Papua. Dalam konteks layanan digital, jalur cadangan seperti ini penting untuk menjaga keandalan konektivitas secara optimal.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan bahwa Pukpuk menegaskan posisi Indonesia Timur sebagai bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Ia menambahkan, inisiatif ini menunjukkan komitmen agar tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital.

Telkom berharap proyek ini dapat memperkuat konektivitas Indonesia Timur dan membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global. Jayapura pun diproyeksikan menjadi simpul strategis bagi pertumbuhan ekonomi digital kawasan.

Kolaborasi Telin Dan PNG DataCo

Sebagai operating company TelkomGroup, Telin memegang peran sentral dalam proyek Pukpuk dari tahap perencanaan hingga komersialisasi. Fasilitas landing station di Jayapura menjadi simpul penting yang menghubungkan kapasitas SEA-US dengan jaringan nasional Papua.

Telin juga bertindak sebagai mitra strategis PNG DataCo untuk memastikan kualitas layanan dan keandalan sistem kabel lintas negara. Kerja sama ini sekaligus membuka peluang pengembangan konektivitas lanjutan di kawasan.

Dian menegaskan bahwa kabel Pukpuk menjadi bukti kemampuan TelkomGroup menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menilai proyek ini merupakan sejarah baru konektivitas kawasan Asia-Pasifik yang harus terus diperkuat.

Sementara itu, CEO PNG DataCo Paul Komboi menilai kedekatan geografis Indonesia dan Papua Nugini perlu diikuti konektivitas digital yang kuat dan resilien. Ia menyebut proyek ini sebagai awal penguatan hubungan dan integrasi digital kedua negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!