Pria Malaysia Jahit 30 Pasang Baju Lebaran Keluarga

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 12:44 WIB 2
Pria Malaysia Jahit 30 Pasang Baju Lebaran Keluarga

Seorang pria asal Malaysia menjadi sorotan setelah memamerkan dedikasinya menjahit sendiri busana Lebaran untuk seluruh anggota keluarganya. Aksi tersebut viral di TikTok karena ia berkomitmen menyiapkan 30 pasang baju berbeda untuk dipakai setiap hari selama bulan Syawal.

Dalam unggahan akun TikTok @prince.syed.shahid, pria itu menampilkan busana seragam berwarna hijau neon saat melakukan ziarah ke pemakaman bersama keluarga. Penampilan yang mencolok di tengah suasana khusyuk itu langsung memicu perhatian warganet dan menjadi perbincangan luas.

Baju Lebaran Keluarga Viral

Unggahan tersebut memperlihatkan keluarga kecil itu tampil kompak dengan busana melayu modern. Warna hijau neon yang dipilih membuat penampilan mereka terlihat berbeda dari rombongan lain di area pemakaman.

Pria itu menyebut persiapan busana tersebut sebagai bagian dari perayaan Hari Raya 2026. Ia menuliskan bahwa 30 pasang baju itu merupakan hasil jahitannya sendiri untuk keluarga tercinta.

Konsep busana yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan keserasian, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap detail. Setiap pakaian tampak dibuat dengan rapi dan disesuaikan dengan tema keluarga yang ingin ia hadirkan.

Komitmen Jahit Sendiri

Sikap sang ayah menarik perhatian karena ia memilih menjahit busana sendiri untuk istri dan anak-anaknya. Langkah itu dinilai sebagai bentuk dedikasi sekaligus cara sederhana untuk membahagiakan keluarga saat Lebaran.

Dalam keterangan unggahannya, ia menegaskan bahwa proyek ini dimulai sejak awal persiapan Syawal. Ia berharap dapat menuntaskan seluruh busana sesuai rencana selama 30 hari perayaan.

Komitmen tersebut membuat banyak pengguna media sosial memberikan pujian. Tidak sedikit yang menilai usahanya menunjukkan makna Lebaran yang hangat, personal, dan penuh kebersamaan.

Gaya Neon Jadi Sorotan

Selain karena dibuat sendiri, busana keluarga itu viral karena pilihan warna yang sangat mencolok. Hijau neon yang dikenakan saat ziarah makam dianggap kontras dengan suasana tempat yang tenang dan khidmat.

Perpaduan busana seragam, payet mewah, dan aksesori senada membuat tampilan keluarga ini terlihat menonjol. Warganet pun ramai membahas keberanian mereka dalam memilih konsep busana yang tidak biasa.

Meski menuai pro dan kontra, unggahan tersebut tetap menarik perhatian luas di media sosial. Banyak warganet menganggap ekspresi mode keluarga itu sebagai bentuk kreativitas dalam merayakan Lebaran.

Tradisi Busana Lebaran

Di banyak keluarga, busana Lebaran menjadi bagian penting dari perayaan Idulfitri. Tradisi ini kerap dimaknai sebagai simbol kebersamaan, kerapian, dan rasa syukur saat berkumpul bersama orang terdekat.

Kasus viral tersebut juga menunjukkan bagaimana media sosial dapat mengangkat kebiasaan keluarga menjadi perhatian publik. Dari satu unggahan singkat, cerita tentang kerja keras dan kreativitas bisa menjangkau jutaan pengguna.

Bagi sebagian orang, busana Lebaran bukan sekadar penampilan, melainkan juga bentuk perhatian kepada keluarga. Kisah pria Malaysia ini memperlihatkan bahwa nilai tersebut masih kuat hadir di tengah budaya digital saat ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!