Telkom Resmikan Gateway Satelit di Wamena

Teknologi BRH 26 Mei 2026 04:25 WIB 3
Telkom Resmikan Gateway Satelit di Wamena

PT Telkom Indonesia bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat, meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Infrastruktur ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemerataan konektivitas digital di wilayah pegunungan Papua yang selama ini menghadapi keterbatasan jaringan terestrial.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo bersama Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat akses internet, mendukung layanan publik, serta membuka peluang ekonomi digital di Papua Pegunungan.

Community Gateway Wamena

Community Gateway Wamena dibangun sebagai tulang punggung konektivitas di wilayah yang sulit dijangkau jaringan darat. Kondisi geografis pegunungan membuat teknologi satelit menjadi solusi yang paling relevan untuk menghadirkan layanan komunikasi yang lebih merata.

Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi mengatakan teknologi satelit mampu menjangkau daerah dengan tantangan medan berat, termasuk Papua Pegunungan. Menurut dia, layanan ini dapat dihadirkan lebih cepat, lebih luas, dan lebih adaptif untuk kebutuhan masyarakat.

Rizal menambahkan bahwa infrastruktur tersebut juga mendukung penguatan ekosistem konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure yang andal dan berkelanjutan. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi tidak hanya berorientasi pada akses internet, tetapi juga pada kemandirian digital jangka panjang.

Komitmen Pemerataan Digital

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari upaya menghadirkan konektivitas merata hingga wilayah paling timur Indonesia. Ia menilai konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Menurut Dian, tantangan di Papua Pegunungan tidak hanya berasal dari keterbatasan jaringan terestrial, tetapi juga dari kondisi geografis yang tidak mudah. Karena itu, Telkom Group menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan digital di kawasan tersebut.

Dian juga menekankan bahwa Telkom ingin memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital. Infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi yang memungkinkan masyarakat Papua ikut merasakan manfaat ekonomi digital secara lebih nyata.

Kapasitas Internet Wamena

Community Gateway Wamena menjadi fasilitas kedua yang dibangun Telkom melalui Telkomsat setelah sebelumnya hadir di Merauke. Bedanya, fasilitas di Merauke difungsikan sebagai backup link, sedangkan Wamena dirancang sebagai main link atau jalur utama konektivitas di Papua Pegunungan.

Saat ini kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dan disebut sudah mendekati tingkat utilisasi tinggi. Melalui Community Gateway Wamena, kapasitas tersebut dapat ditingkatkan bertahap hingga potensi maksimal 40 Gbps.

Peningkatan kapasitas itu diharapkan tidak hanya menambah kecepatan internet, tetapi juga menjaga stabilitas koneksi dan menekan latensi. Dengan kualitas jaringan yang lebih baik, pertumbuhan trafik digital di masa depan dapat diakomodasi secara lebih optimal.

Dampak bagi Papua Pegunungan

Community Gateway Wamena dirancang sebagai open access platform sehingga dapat dimanfaatkan berbagai pihak, mulai dari operator telekomunikasi, ISP lokal, hingga institusi lain. Skema ini memberi ruang kolaborasi yang lebih luas bagi penguatan ekosistem digital di Papua.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menyebut kehadiran fasilitas tersebut sebagai tonggak penting pembangunan digital di wilayah pegunungan Papua. Ia menilai infrastruktur semacam ini akan mempercepat pemerataan layanan dan aktivitas ekonomi berbasis digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan pembangunan infrastruktur digital di Papua merupakan bagian dari prioritas nasional. Menurut dia, tugas berikutnya adalah memastikan fasilitas ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan masyarakat, terutama di Papua Pegunungan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!