Telkom Dorong Kedaulatan Teknologi Indonesia Lewat Forum 2026

Teknologi BRH 31 Mei 2026 23:05 WIB 2
Telkom Dorong Kedaulatan Teknologi Indonesia Lewat Forum 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk The Rise of Indonesia Tech Sovereignty di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Forum yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia. Telkom menempatkan cloud sovereignty, AI sovereignty, dan cybersecurity sovereignty sebagai tiga pilar utama dalam forum tersebut. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir, termasuk pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital RI, BSSN, Danantara Indonesia, serta perwakilan industri teknologi global. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku teknologi dalam memperkuat fondasi digital nasional. Telkom menilai kolaborasi tersebut krusial di tengah percepatan transformasi digital global. Forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran Indonesia sebagai pengembang, bukan sekadar pengguna teknologi.

Kedaulatan Teknologi Jadi Fokus

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan bahwa isu sovereignty semakin penting seiring meningkatnya adopsi teknologi digital. Menurut dia, ketergantungan pada infrastruktur dan platform global tidak lagi semata persoalan teknologi. Kondisi tersebut juga menyangkut ketahanan ekonomi, keamanan data, dan kepentingan strategis nasional. Karena itu, penguatan ekosistem digital berdaulat menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Seno menyampaikan bahwa forum ini dirancang untuk mendorong lahirnya kolaborasi nasional yang lebih kuat. Indonesia, kata dia, perlu memiliki kemampuan mengembangkan, mengelola, dan memonetisasi aset digital sendiri. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital yang besar, tetapi juga pemain penting dalam rantai nilai ekonomi digital global. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di tingkat regional maupun internasional.

Telkom juga menyoroti pentingnya memastikan data, infrastruktur, dan kapabilitas kecerdasan buatan tetap berada dalam kepentingan dan kendali negara. Penguatan sovereign digital ecosystem dinilai menjadi fondasi agar kedaulatan teknologi tidak berhenti pada wacana. Dalam pandangan Telkom, kemandirian digital harus berjalan seiring dengan keamanan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, forum ini dijadikan wadah untuk menyatukan visi lintas sektor.

Melalui diskusi strategis yang digelar, Telkom berharap muncul gerakan bersama menuju kedaulatan teknologi Indonesia. Perusahaan menilai fondasi digital yang kuat akan membuka peluang inovasi yang lebih luas. Selain itu, ketahanan digital yang baik dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Telkom dalam ekosistem digital Indonesia.

AI Dan Cloud Nasional

Forum ini mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari sovereign cloud infrastructure hingga pengembangan AI yang berbasis konteks Indonesia. Telkom menilai infrastruktur cloud yang berdaulat akan memperkuat kontrol atas data dan layanan digital nasional. Di sisi lain, pengembangan AI lokal dibutuhkan agar teknologi dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan industri Indonesia. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga nilai ekonomi digital tetap berputar di dalam negeri.

Seno menjelaskan bahwa momentum transformasi digital harus menjadi titik balik bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di ekosistem teknologi global. Menurut dia, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran yang lebih strategis dalam pembangunan teknologi regional. Penguatan pada cloud, AI, dan keamanan siber menjadi fondasi agar data serta intelligence nasional tumbuh secara mandiri. Dengan fondasi itu, manfaat ekonomi digital dapat dirasakan lebih besar oleh Indonesia.

Untuk mendukung arah tersebut, Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini diposisikan sebagai kontribusi Telkom dalam memperkuat fondasi kedaulatan digital nasional. Telkom berharap langkah tersebut dapat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui ekosistem digital yang lebih adaptif. Ke depan, AdyaCakra diharapkan memperkuat peran Indonesia sebagai penggerak ekosistem digital regional.

Selain AdyaCakra, Telkom juga memperkuat strategi transformasi melalui TLKM 30 yang menempatkan peran perusahaan sebagai orkestrator ekosistem digital nasional. Pengembangan infrastruktur digital, platform, dan kapabilitas teknologi terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar yang meningkat. Di saat yang sama, Telkom menegaskan komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri. Arah tersebut selaras dengan visi kedaulatan teknologi yang sedang dibangun perusahaan.

Keamanan Siber Dan Data

Aspek keamanan siber menjadi salah satu perhatian utama dalam forum tersebut. Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya penguatan kendali nasional terhadap data dan sistem digital strategis. Menurut dia, data strategis nasional perlu dikelola dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional dan aspek pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal. Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan sistem enkripsi sebagai bagian dari perlindungan data nasional.

Slamet menilai keterbukaan terhadap perkembangan teknologi global tetap diperlukan, namun kendali nasional tidak boleh dilemahkan. Dalam konteks itu, pengamanan data tidak hanya menyangkut teknis perlindungan, tetapi juga kedaulatan negara. Ia menegaskan bahwa sistem digital strategis harus memiliki tata kelola yang jelas dan kuat. Hal ini menjadi penting agar risiko kebocoran data dan gangguan siber dapat diminimalkan.

Edwin Hidayat Abdullah dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI juga menyoroti bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara tentang percepatan adopsi teknologi. Menurut dia, Indonesia perlu memastikan kapasitas, ketahanan, dan kendali atas infrastrukturnya sendiri. Kolaborasi lintas sektor, kata Edwin, menjadi syarat penting agar Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi global. Sebaliknya, Indonesia harus mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Forum ini menunjukkan bahwa penguatan keamanan siber tidak dapat dipisahkan dari agenda kedaulatan teknologi. Ketersediaan infrastruktur yang aman akan menentukan kepercayaan publik terhadap layanan digital nasional. Di sisi lain, perlindungan data yang kuat akan mendukung perkembangan ekonomi digital yang lebih sehat. Karena itu, keamanan siber menjadi salah satu pilar utama dalam strategi digital Indonesia.

Langkah Menuju Ekosistem Berdaulat

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk keseriusan bersama dalam membangun ekosistem teknologi nasional. Charter tersebut menjadi simbol komitmen berbagai pihak untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Telkom menilai langkah ini penting agar arah pembangunan digital memiliki pijakan yang sama. Dengan komitmen kolektif, ekosistem digital nasional diharapkan bergerak lebih terarah.

Telkom turut menyiapkan pengembangan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence. Kelima pilar itu mencakup AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native sebagai ekosistem penguatan talenta dan solusi. Pendekatan ini dirancang untuk membangun kemampuan riset, pengembangan, komunitas, hingga penerapan AI internal perusahaan. Melalui inisiatif tersebut, Telkom ingin memperluas manfaat teknologi bagi masyarakat dan industri.

Dengan rangkaian inisiatif itu, Telkom menegaskan perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Perusahaan melihat kedaulatan teknologi sebagai fondasi penting untuk menciptakan nilai ekonomi, peluang inovasi, dan daya saing jangka panjang. Forum ini juga memperkuat pesan bahwa Indonesia perlu naik kelas dari sekadar pasar menjadi pengembang teknologi. Arah tersebut menjadi bagian penting dari strategi transformasi digital nasional.

Telkom berharap Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 dapat melahirkan kerja sama yang konkret di berbagai sektor. Kolaborasi yang kuat diyakini mampu mempercepat terbentuknya fondasi digital yang aman, mandiri, dan kompetitif. Pada akhirnya, kedaulatan teknologi diharapkan memberi manfaat nyata bagi negara, industri, dan masyarakat luas. Momentum ini menjadi penanda bahwa kemandirian digital Indonesia mulai diarahkan secara lebih serius.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!