Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun di Tahun Buku 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 15:20 WIB 4
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun di Tahun Buku 2025

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun sepanjang tahun buku 2025. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp17,8 triliun dengan margin 12,1 persen, sementara normalized net income mencapai Rp22,7 triliun.

Capaian tersebut ditopang EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun dengan margin 49,2 persen, serta normalized EBITDA Rp73,2 triliun dengan margin 49,9 persen. Di tengah tekanan makroekonomi, Telkom juga mencatat total shareholder return 35,7 persen sepanjang 2025, yang menjadi sinyal positif atas eksekusi strategi transformasi.

Transformasi Telkom TLKM 30

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan eksekusi strategi transformasi menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. Melalui strategi TLKM 30, Telkom menata ulang arah bisnis agar lebih terstruktur dan kompetitif.

Strategi tersebut ditujukan untuk memperkuat peran Telkom sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. Perseroan juga menargetkan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Empat pilar utama disiapkan untuk menopang agenda transformasi perusahaan. Pilar itu mencakup operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.

Kinerja Telkom dan Pasar

Kinerja keuangan Telkom pada 2025 tetap menunjukkan ketahanan meski industri telekomunikasi masih menghadapi tantangan. Respons pasar tercermin dari total shareholder return 35,7 persen sepanjang tahun.

Kontribusi TSR tersebut berasal dari capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen. Pencapaian ini juga didukung kebijakan payout ratio sebesar 89 persen untuk pembayaran tahun buku 2024.

Selain itu, perseroan masih menjalankan program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun hingga Mei 2026. Langkah ini memperkuat persepsi pasar terhadap komitmen Telkom menjaga nilai bagi pemegang saham.

Segmen Bisnis Telkom

Segmen B2C, yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, tetap menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian Rp109,2 triliun pada tahun buku 2025.

Traffik data meningkat 15 persen secara tahunan seiring naiknya kebutuhan layanan digital berkualitas. ARPU juga mulai pulih sejak paruh kedua 2025 dan diperkirakan terus membaik secara bertahap.

Di segmen B2B Infrastructure, pendapatan mencapai Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Sementara itu, bisnis Wholesale & International Service mencatat pendapatan Rp10,7 triliun, dan segmen B2B ICT membukukan Rp15,3 triliun.

Belanja Modal dan Tata Kelola

TelkomGroup merealisasikan belanja modal Rp27,5 triliun pada 2025 atau 18,8 persen dari total pendapatan. Sebanyak 93 persen anggaran tersebut dialokasikan untuk perluasan infrastruktur di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International.

Perseroan juga melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi sebagai tindak lanjut agenda total governance reset dari Danantara Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan dan memastikan klasifikasi aset lebih tepat.

Dian menegaskan Telkom memasuki fase penting untuk mempercepat eksekusi transformasi pada 2026. Dengan disiplin operasional dan tata kelola yang lebih kuat, perseroan menargetkan kinerja yang semakin solid serta manfaat optimal bagi pemangku kepentingan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!