Tasya Kamila Ungkap Manfaat Les Bahasa Inggris untuk Arrasya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 10:41 WIB 3
Tasya Kamila Ungkap Manfaat Les Bahasa Inggris untuk Arrasya

Tasya Kamila membagikan perkembangan putranya, Arrasya Wardhana Bachtiar, yang menunjukkan kemajuan signifikan setelah rutin mengikuti les bahasa Inggris sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan belajar yang dimulai sejak Taman Kanak-Kanak itu memberi dampak nyata, baik pada nilai akademik maupun kepercayaan diri sang anak.

Istri Randi Bachtiar itu menyebut perubahan tersebut mulai terlihat jelas ketika Arrasya kini duduk di kelas 2 SD. Ia menilai kursus yang diikuti anak pertamanya di English 1 telah membantu Arrasya berkembang lebih cepat dalam memahami dan menggunakan bahasa asing.

Les Bahasa Inggris Arrasya

Tasya Kamila mengatakan kemampuan bahasa Inggris Arrasya berkembang pesat berkat latihan yang dilakukan secara rutin. Ia menilai konsistensi belajar menjadi kunci utama yang membuat hasilnya terlihat nyata. Menurutnya, perubahan itu bukan hanya terjadi di rumah, tetapi juga tercermin di sekolah. Nilai yang sebelumnya biasa saja kini menunjukkan peningkatan yang sangat menggembirakan.

Ia menuturkan bahwa Arrasya sudah mengikuti kursus bahasa Inggris sejak masih duduk di bangku TK. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga kini memasuki jenjang sekolah dasar. Tasya melihat keputusan untuk mengenalkan bahasa asing sejak dini sebagai langkah yang tepat. Ia menyebut pengalaman tersebut memberi fondasi belajar yang lebih kuat bagi anaknya.

Perkembangan akademik Arrasya menjadi salah satu bukti yang paling mudah diamati. Tasya menyampaikan bahwa nilai bahasa Inggris putranya yang semula berada di kategori C kini meningkat menjadi A. Baginya, hasil itu menunjukkan metode pembelajaran yang dijalani Arrasya memang efektif. Ia menilai proses belajar yang teratur mampu memberi dampak positif dalam waktu relatif singkat.

Menurut Tasya, pencapaian tersebut membuat dirinya semakin yakin dengan pentingnya pendidikan tambahan bagi anak. Ia tidak hanya melihat kursus sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kebiasaan belajar yang baik. Dalam pandangannya, stimulasi sejak dini membantu anak lebih siap menghadapi tantangan akademik. Hal itu pula yang membuatnya terus mendukung rutinitas belajar Arrasya.

Bahasa Inggris dan Percaya Diri

Bagi Tasya Kamila, perubahan terbesar pada Arrasya bukan hanya kemampuan berbahasa yang meningkat. Ia justru merasa paling terkesan dengan tumbuhnya rasa percaya diri sang anak saat berbicara. Perubahan ini, menurutnya, jauh lebih bermakna dibanding sekadar kenaikan nilai. Arrasya kini terlihat lebih berani saat mencoba menggunakan bahasa Inggris.

Tasya mengenang bahwa dulu Arrasya kerap ragu dan takut salah ketika diminta berbicara dalam bahasa asing. Sikap tersebut kini berubah seiring kebiasaan belajar yang terus diasah. Ia melihat putranya semakin nyaman mengekspresikan diri tanpa terlalu khawatir dengan kesalahan. Kondisi itu membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak menekan.

Ia menilai kepercayaan diri adalah modal penting dalam pembelajaran bahasa. Ketika anak tidak takut mencoba, kemampuan mereka akan berkembang lebih cepat. Tasya menyebut perkembangan mental seperti itu sangat berpengaruh terhadap cara anak menyerap materi. Karena itu, ia menganggap manfaat kursus tidak berhenti pada penguasaan kosakata semata.

Menurutnya, anak yang percaya diri akan lebih mudah berinteraksi di lingkungan sekolah maupun di luar rumah. Tasya percaya hal tersebut akan berguna bagi perkembangan sosial Arrasya di masa depan. Ia juga menilai anak yang terbiasa berbicara tanpa takut salah cenderung lebih aktif belajar. Dari pengalaman itu, ia melihat pendidikan bahasa asing memiliki dampak yang luas.

Kurikulum Bahasa Inggris

Tasya Kamila menilai kurikulum yang diterima Arrasya cukup komprehensif dan dirancang dengan baik. Ia menyebut pembelajaran tidak hanya fokus pada kemampuan berbicara, tetapi juga pada aspek membaca. Pendekatan itu membuat anak memperoleh pemahaman yang lebih utuh terhadap bahasa Inggris. Menurutnya, metode semacam ini cocok untuk anak yang sedang dalam masa perkembangan.

Salah satu materi yang dinilai menarik adalah narrative reading. Materi tersebut dikemas melalui cerita yang dekat dengan dunia anak, sehingga lebih mudah dipahami. Tasya menilai pendekatan berbasis kisah membuat proses belajar terasa lebih hidup. Anak pun tidak merasa sedang dibebani tugas yang berat saat mengikuti kelas.

Ia juga menyoroti bahwa pembelajaran membaca cerita dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Saat anak memahami alur cerita, mereka diajak untuk menghubungkan informasi dan menarik kesimpulan. Menurut Tasya, kemampuan ini penting untuk melatih logika sejak dini. Ia melihat proses tersebut memberi manfaat lebih luas daripada sekadar mengenal kata baru.

Selain itu, kurikulum yang terstruktur membantu anak memecahkan masalah dengan cara yang lebih terarah. Tasya menilai pembiasaan membaca dan berdiskusi atas isi cerita dapat membangun daya analisis. Ia meyakini metode seperti ini memberi bekal yang berguna untuk pendidikan jangka panjang. Karena itu, ia mengapresiasi model pembelajaran yang dijalankan tempat kursus Arrasya.

Metode Bahasa Inggris Seru

Tasya Kamila memuji cara kursus bahasa Inggris anak saat ini yang dinilainya jauh lebih kreatif. Ia melihat pendekatan belajar modern membuat anak lebih antusias mengikuti kelas. Suasana yang menyenangkan membantu peserta didik menyerap materi tanpa merasa tertekan. Menurutnya, perubahan ini penting agar anak tetap menikmati proses belajar.

Ia menilai metode yang adaptif membuat anak lebih mudah terlibat dalam setiap sesi pembelajaran. Guru atau pengajar tidak lagi hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga permainan, cerita, dan interaksi aktif. Tasya melihat pendekatan seperti itu sangat efektif untuk anak usia sekolah dasar. Dengan cara tersebut, materi terasa lebih ringan dan mudah diingat.

Bagi Tasya, proses belajar yang seru memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi. Arrasya, kata dia, menjadi lebih bebas mencoba, bertanya, dan berlatih tanpa takut disalahkan. Lingkungan belajar yang positif membuat kemampuan bahasa berkembang secara alami. Ia menganggap hal itu sebagai salah satu keunggulan kursus masa kini.

Menutup ceritanya, Tasya menegaskan bahwa pendidikan bahasa asing sejak dini bisa memberikan manfaat yang luas. Ia melihat peningkatan nilai, kemampuan bicara, dan rasa percaya diri sebagai satu rangkaian yang saling mendukung. Pengalaman Arrasya, menurutnya, menjadi bukti bahwa metode belajar yang tepat bisa memberi hasil nyata. Karena itu, ia berharap semakin banyak orang tua yang memberi perhatian pada kualitas pembelajaran anak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!