Artis sekaligus mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila, membagikan kabar perkembangan sang putra, Arrasya Wardhana Bachtiar. Ia menilai rutinitas mengikuti les bahasa Inggris sejak taman kanak-kanak memberi dampak besar pada kemampuan akademik dan kepercayaan diri anaknya.
Perubahan itu, menurut Tasya, kini terlihat jelas saat Arrasya duduk di kelas 2 SD. Nilai bahasa Inggris yang semula biasa saja, perlahan meningkat tajam, seiring konsistensi belajar di luar sekolah.
Les Bahasa Inggris Arrasya
Tasya menjelaskan bahwa Arrasya mulai mengikuti kursus bahasa Inggris di English 1 sejak duduk di bangku TK. Kebiasaan belajar itu kemudian berlanjut secara rutin hingga sekarang.
Ia menilai hasilnya sangat terasa karena kemampuan bahasa Inggris Arrasya berkembang pesat. Perkembangan tersebut, kata Tasya, bukan hanya terlihat dari percakapan sehari-hari, tetapi juga dari pemahaman anaknya terhadap materi pelajaran.
Menurut Tasya, pembelajaran yang konsisten membantu Arrasya lebih nyaman dengan bahasa asing. Hal itu menjadi fondasi penting bagi perkembangan akademik anak sejak dini.
Nilai Sekolah Meningkat
Tasya mengungkapkan nilai bahasa Inggris Arrasya di sekolah sempat berada di kategori C. Kini, nilai itu naik menjadi A setelah ia rutin mengikuti les.
Ia menyebut perubahan tersebut sebagai bukti nyata bahwa metode belajar yang tepat dapat memberi hasil positif. Menurutnya, perkembangan akademik Arrasya terlihat sangat signifikan dari waktu ke waktu.
Tasya juga menilai kursus yang diikuti anaknya tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan belajar yang baik. Proses itu, menurut dia, penting agar anak mampu berkembang secara berkelanjutan.
Rasa Percaya Diri Tumbuh
Bagi Tasya, perubahan paling besar pada Arrasya bukan hanya soal nilai rapor. Ia justru melihat anaknya kini jauh lebih percaya diri saat berbicara.
Sebelumnya, Arrasya kerap ragu dan takut salah ketika mencoba menggunakan bahasa Inggris. Kini, ia tampak lebih berani untuk berkomunikasi tanpa khawatir berlebihan.
Tasya menilai rasa percaya diri tersebut menjadi manfaat penting dari pembelajaran bahasa asing. Menurutnya, kemampuan bicara yang baik perlu diiringi keberanian untuk mencoba.
Metode Belajar yang Seru
Tasya juga mengapresiasi kurikulum yang diterima Arrasya karena dinilai komprehensif. Anak tidak hanya diajarkan berbicara, tetapi juga membaca melalui materi yang menarik.
Ia mencontohkan metode narrative reading yang menurutnya membuat anak lebih betah belajar. Cara itu dinilai efektif karena menggabungkan cerita, imajinasi, dan pemahaman bahasa dalam satu proses.
Menurut Tasya, kebiasaan banyak membaca kisah membantu melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Ia pun menilai dunia kursus anak saat ini semakin kreatif dan adaptif, sehingga anak tidak merasa tertekan saat belajar.
