Tiwi Garut Sukses Kembangkan Usaha Madu dan Kuliahkan Anak

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 06:16 WIB 2
Tiwi Garut Sukses Kembangkan Usaha Madu dan Kuliahkan Anak

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa usaha kecil bisa menjadi jalan menuju perubahan besar bagi keluarga. Lewat budidaya lebah yang ia rintis melalui Rumah Madu Simpul Hati, ia kini mampu mengembangkan usaha sekaligus membiayai pendidikan tiga anaknya hingga perguruan tinggi.

Produk madu mentah, madu olahan, propolis, royal jelly, hingga bee pollen yang ia hasilkan laris di pasaran. Dukungan pembinaan UMKM dari Pertamina turut memperkuat kapasitas usaha, membuka akses pelatihan, sertifikasi, dan kolaborasi dengan kalangan akademik.

Usaha madu dari Garut

Tiwi memulai Rumah Madu Simpul Hati dari keyakinan bahwa lebah memiliki manfaat besar bagi manusia. Usaha itu berkembang dari skala kecil menjadi peternakan madu yang dikenal di berbagai daerah. Ia tidak hanya menjual madu mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk turunan bernilai tambah. Perjalanan tersebut membuktikan bahwa sektor berbasis alam dapat menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.

Selain produk konsumsi, Tiwi juga mengembangkan propolis, royal jelly, dan bee pollen. Ragam produk ini membuat usahanya lebih kompetitif di pasar yang terus berkembang. Konsumen menilai produk lebah lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dari produk impor. Keberagaman produk juga membantu memperluas jangkauan pasar Rumah Madu Simpul Hati.

Tiwi menekankan bahwa lebah bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan sumber manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan. Ia ingin masyarakat lebih mengenal kekayaan lebah Nusantara. Menurutnya, produk lokal harus dipahami sebagai hasil alam yang bernilai tinggi. Pandangan itu menjadi dasar dalam membangun usaha yang berorientasi pada manfaat dan keberlanjutan.

Dukungan pembinaan UMKM

Perkembangan usaha Tiwi tidak lepas dari pembinaan UMKM yang diberikan Pertamina. Program itu mencakup pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil. Dukungan tersebut membantu Rumah Madu Simpul Hati berkembang lebih terstruktur. Tiwi menilai pendampingan itu penting untuk membuka peluang yang sebelumnya sulit dijangkau.

Melalui pembinaan tersebut, Tiwi juga memperoleh ruang edukasi yang lebih luas bagi masyarakat. Ia mengaku dulu kesulitan meyakinkan konsumen tentang kualitas madu dalam negeri. Setelah mendapat pendampingan, edukasi mengenai madu lokal dan produk turunannya menjadi lebih mudah dilakukan. Hal ini membuat citra produk lebah Indonesia perlahan meningkat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Menurut dia, tujuan program adalah mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor kreatif. Ia menambahkan, UMKM yang tumbuh mandiri dapat memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitarnya. Karena itu, pembinaan usaha kecil diposisikan sebagai bagian dari pemberdayaan jangka panjang.

Kolaborasi dengan akademisi

Dukungan Pertamina juga membuka pintu kolaborasi antara usaha Tiwi dan dunia akademik. Tempat usahanya kini sering menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia. Para peneliti datang untuk mempelajari produk lebah secara langsung di lapangan. Situasi ini membuat Rumah Madu Simpul Hati berkembang bukan hanya sebagai unit bisnis, tetapi juga pusat pembelajaran.

Tiwi mengaku senang karena kini ia dapat mengenal banyak apoteker dan peneliti. Kehadiran mereka memberi nilai tambah terhadap pengembangan produk kesehatan dan kosmetik berbasis lebah. Dukungan ilmu farmasi membantu memperkuat kualitas dan kepercayaan pasar. Kolaborasi itu juga menunjukkan bahwa UMKM dapat terhubung dengan riset ilmiah secara nyata.

Menurut Tiwi, pengembangan produk berbasis lebah membutuhkan dukungan pengetahuan yang memadai. Ia menilai penelitian membantu memperluas pemahaman mengenai manfaat setiap produk. Dengan begitu, usaha yang dijalankan tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga dasar ilmiah. Pendekatan ini membuat bisnisnya lebih siap bersaing di pasar yang semakin selektif.

Harapan untuk produk lokal

Keberhasilan usaha madu itu memberi dampak langsung pada kehidupan keluarga Tiwi. Dari hasil penjualan, ia mampu menguliahkan tiga anaknya hingga jenjang tinggi. Dua anaknya telah menempuh pendidikan S2, sedangkan anak ketiga kini kuliah di jenjang S1. Bagi Tiwi, capaian itu menjadi hadiah terbesar dari perjuangan panjangnya.

Ia menyebut dirinya dan suami hanya lulusan SMA, sehingga pendidikan anak-anak menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Perubahan ekonomi keluarga terjadi secara bertahap seiring berkembangnya usaha madu. Hasil kerja keras itu menunjukkan bahwa UMKM dapat mengubah masa depan keluarga secara nyata. Tiwi menilai keberhasilan tersebut jauh lebih penting daripada keuntungan semata.

Tiwi berharap masyarakat Indonesia semakin mencintai produk dalam negeri dan percaya pada kualitas kekayaan alam lokal. Ia bermimpi suatu saat dapat memiliki pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah Indonesia. Baginya, produk lokal akan kuat jika didukung keyakinan publik dan pengelolaan yang baik. Harapan itu menjadi penutup dari perjalanan usaha yang dibangun dengan ketekunan dan keyakinan.

Tag Terkait
#UMKM#madu#Pertamina

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!