Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Siap Rilis

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 21:08 WIB 4
Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Siap Rilis

Swatch resmi menjalin kolaborasi baru dengan Audemars Piguet, sebuah langkah yang langsung menyita perhatian dunia horologi. Proyek yang disebut Royal Pop ini diperkirakan meluncur pada Sabtu, 16 Mei, di sejumlah toko Swatch terpilih di Amerika Serikat.

Meski bentuk final produk belum diumumkan, teaser yang beredar mengarah pada desain yang terinspirasi Royal Oak dan kemungkinan berwujud jam saku. Antusiasme publik meningkat karena kerja sama ini dianggap lebih mengejutkan dibanding kolaborasi Swatch sebelumnya dengan Omega dan Blancpain.

Swatch dan Audemars Piguet

Kolaborasi antara Swatch dan Audemars Piguet muncul sebagai kejutan baru di industri jam tangan. Langkah ini menarik perhatian karena Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch, berbeda dengan Omega dan Blancpain yang sebelumnya bekerja sama dalam proyek serupa.

Nama Royal Pop mulai ramai dibahas setelah Swatch menampilkan teaser yang memancing rasa penasaran. Dalam materi promosi itu, terlihat tali berwarna cerah yang diduga menjadi petunjuk hadirnya format jam saku.

Desain tersebut juga disebut akan membawa karakter khas Royal Oak, terutama bentuk oktagonal yang ikonis. Jika benar, maka produk ini berpotensi menjadi interpretasi baru atas gaya klasik Audemars Piguet.

Belum ada gambar resmi yang memperlihatkan wujud akhir produk tersebut. Namun, diskusi di kalangan kolektor dan penggemar jam tangan terus meluas karena kolaborasi ini dinilai tidak lazim.

Jejak Sukses Kolaborasi

Swatch sebelumnya telah membuktikan bahwa kolaborasi lintas merek mampu menciptakan pasar yang sangat besar. Pada 2022, perusahaan itu merilis MoonSwatch, versi lebih terjangkau dari Omega Speedmaster, dengan harga sekitar US$260.

Peluncuran MoonSwatch langsung menjadi fenomena global dan memicu antrean panjang di berbagai negara. Tingginya permintaan menunjukkan bahwa strategi kolaborasi dapat memperluas jangkauan produk horologi premium.

Kesuksesan itu berlanjut ketika Swatch bekerja sama dengan Blancpain. Dalam proyek tersebut, Swatch menghadirkan reinterpretasi jam selam legendaris Fifty Fathoms dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Pola yang sama kini tampak kembali diterapkan lewat Royal Pop. Pasar menilai Swatch sedang membangun formula yang menggabungkan nama besar, desain ikonis, dan harga yang lebih mudah diakses.

Petunjuk Desain Royal Pop

Hingga kini, bentuk pasti Royal Pop masih menjadi tanda tanya. Meski demikian, petunjuk dari materi promosi memberi sinyal kuat bahwa produk ini tidak akan hadir sebagai jam tangan biasa.

Tali berwarna cerah yang terlihat dalam teaser diduga berfungsi sebagai gantungan atau lanyard. Elemen itu menguatkan spekulasi bahwa Royal Pop akan dirancang sebagai jam saku modern yang bisa dikenakan sebagai aksesori.

Swatch juga menampilkan instalasi promosi bertema pop-art di sejumlah gerai internasional. Visual tersebut terinspirasi karya Andy Warhol dan dipadukan dengan ilustrasi mesin otomatis Sistem51 milik Swatch.

Konsep ini sejalan dengan sejarah Swatch yang pada 1986 pernah menghadirkan lini jam yang bisa dilepas dari bingkainya. Produk itu dapat digunakan sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku, sehingga konsep multifungsi bukan hal baru bagi merek tersebut.

Pasar dan Warisan AP

Peluncuran Royal Pop diperkirakan akan memicu respons besar dari pasar, terutama di kalangan kolektor jam tangan. Situasi ini berpotensi menyerupai euforia saat MoonSwatch dirilis dan menarik kerumunan di banyak kota dunia.

Untuk tahap awal, produk ini hanya tersedia di toko Swatch tertentu di Amerika Serikat. Ketersediaan yang terbatas biasanya menjadi faktor pendorong minat pembeli, sekaligus menambah nilai eksklusivitas.

Kolaborasi ini juga selaras dengan pandangan mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias, yang pernah menilai kolaborasi seperti MoonSwatch positif untuk mengenalkan horologi kepada generasi muda. Menurutnya, langkah semacam itu tidak mengganggu integritas merek mewah.

Audemars Piguet sendiri memiliki sejarah panjang dalam pembuatan jam saku dan karya kompleks lainnya. Salah satu model bersejarahnya, Grosse Pièce, bahkan pernah terjual hingga US$7,7 juta dalam lelang Sotheby's.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!