Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Segera Meluncur

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 05:26 WIB 6
Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Segera Meluncur

Swatch kembali mengejutkan pasar horologi dunia setelah mengumumkan kolaborasi dengan Audemars Piguet, merek jam tangan mewah yang selama ini dikenal eksklusif. Kerja sama ini menjadi sorotan karena belum ada gambar resmi produk, tetapi antusiasme publik sudah tinggi menjelang peluncuran Royal Pop pada Sabtu, 16 Mei.

Kolaborasi tersebut diperkirakan hanya tersedia di toko Swatch tertentu, termasuk sejumlah gerai di Amerika Serikat. Dengan rekam jejak sukses lewat MoonSwatch dan proyek bersama Blancpain, Swatch tampaknya kembali menyiapkan produk yang berpotensi memicu antrean panjang.

Kolaborasi Swatch dan Audemars

Langkah Swatch menggandeng Audemars Piguet dinilai sebagai keputusan yang mengejutkan sekaligus strategis. Pasalnya, Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch, berbeda dengan Omega dan Blancpain yang sebelumnya terlibat dalam kerja sama serupa.

Hingga kini, bentuk akhir Royal Pop belum diumumkan secara resmi kepada publik. Namun, sejumlah petunjuk dari kampanye awal membuat pengamat meyakini produk ini akan hadir dalam format jam saku.

Teaser yang dirilis Swatch menampilkan tali berwarna cerah yang menyerupai gantungan atau lanyard. Elemen itu memunculkan dugaan bahwa jam ini dapat dipakai sebagai aksesori yang fleksibel, bukan sekadar penunjuk waktu.

Jejak Sukses Kolaborasi Swatch

Nama Swatch dalam kolaborasi jam tangan memang sudah memiliki sejarah sukses besar. Pada 2022, perusahaan ini meluncurkan MoonSwatch, versi lebih terjangkau dari Omega Speedmaster, dengan harga sekitar US$260.

Produk tersebut langsung menjadi fenomena global dan memicu perburuan di banyak negara. Antusiasme terhadap MoonSwatch bahkan membuat sejumlah gerai dipadati pembeli sejak hari pertama peluncuran.

Kesuksesan itu kemudian berlanjut lewat kerja sama dengan Blancpain melalui reinterpretasi Fifty Fathoms. Model tersebut membawa konsep jam selam legendaris ke segmen yang lebih ramah kantong tanpa menghilangkan daya tarik desainnya.

Royal Pop Bernuansa Pop Art

Swatch juga telah menampilkan instalasi promosi bertema pop-art di sejumlah gerai internasional. Visualnya terinspirasi karya Andy Warhol, lengkap dengan warna cerah dan ilustrasi mesin otomatis Sistem51 milik Swatch.

Gaya visual tersebut menguatkan dugaan bahwa Royal Pop akan mengusung identitas yang playful dan mudah menarik perhatian generasi muda. Di sisi lain, pendekatan ini sejalan dengan strategi Swatch yang kerap menggabungkan desain kreatif dengan harga yang lebih terjangkau.

Konsep Pop sejatinya bukan hal baru bagi Swatch karena brand ini pernah meluncurkan lini serupa pada 1986. Kala itu, jam dapat dilepas dari bingkainya dan digunakan sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku.

Resonansi di Dunia Horologi

Kolaborasi terbaru ini juga selaras dengan pandangan mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias. Ia pernah menilai proyek seperti MoonSwatch sebagai langkah positif untuk mengenalkan dunia horologi kepada generasi muda.

Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan cara industri jam tangan mewah membaca pasar. Alih-alih hanya mengejar eksklusivitas, sebagian merek kini mulai membuka ruang kolaborasi yang lebih dekat dengan konsumen baru.

Dari sisi sejarah, Audemars Piguet juga memiliki rekam jejak kuat dalam pembuatan jam saku. Salah satu modelnya, Grosse Pièce, bahkan pernah terjual hingga US$7,7 juta dalam lelang Sotheby’s, yang menunjukkan nilai tinggi koleksi vintage merek tersebut.

Peluncuran Royal Pop diperkirakan akan kembali memicu perburuan konsumen seperti yang terjadi pada MoonSwatch. Jika respons pasar sesuai ekspektasi, kolaborasi ini berpeluang menjadi salah satu rilis paling ramai dibicarakan di industri jam tangan tahun ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!