Strategi UMKM Menembus Pasar Global Lewat Riset dan Networking

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 15:22 WIB 6
Strategi UMKM Menembus Pasar Global Lewat Riset dan Networking

Produk UMKM dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar global, asalkan pelaku usaha menyiapkan strategi yang tepat sejak awal. Owner of Woh Chips by Kultiva Co, Suryaningsih Wibowo, menegaskan bahwa riset pasar, harga, dan pemetaan target menjadi kunci utama agar produk diterima di negara tujuan ekspor.

Ia menyampaikan hal tersebut di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 16 Agustus 2025. Menurutnya, keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan membangun relasi, memahami psikologi pembeli, dan memanfaatkan dukungan program pemerintah.

Strategi UMKM untuk ekspor

Suryaningsih menilai persiapan produk menjadi langkah awal yang tidak bisa diabaikan oleh pelaku UMKM. Riset pasar diperlukan untuk mengetahui negara tujuan, karakter konsumen, dan kisaran harga yang sesuai.

Menurut dia, tanpa market research, pelaku usaha akan kesulitan menentukan target yang tepat. Karena itu, proses awal harus mencakup pemahaman terhadap kebutuhan pasar dan posisi produk di negara tujuan.

Ia juga menekankan pentingnya menentukan siapa konsumen yang dibidik, kapan produk ditawarkan, dan berapa harga yang layak. Ketiga hal tersebut membantu pelaku usaha menyusun strategi pemasaran yang lebih terarah.

Dalam pandangannya, produk yang ingin masuk pasar internasional harus memiliki nilai tambah yang jelas. Produk tersebut perlu diposisikan sebagai solusi, bukan sekadar barang yang dijual.

Riset pasar jadi kunci utama

Riset pasar membantu pelaku UMKM memahami selera konsumen di negara tujuan ekspor. Dari proses itu, pelaku usaha dapat menyesuaikan rasa, kemasan, dan strategi promosi.

Suryaningsih menjelaskan bahwa pemahaman pasar juga berkaitan dengan psikologi pembeli. Untuk produk makanan ringan, konsumen kerap membeli karena ingin mencari pengalaman singkat yang menyenangkan.

Ia menyebut pendekatan tersebut penting agar produk tidak hanya enak, tetapi juga relevan secara emosional. Dengan begitu, produk dapat lebih mudah diterima oleh konsumen lintas negara.

Penyesuaian harga pun menjadi bagian dari riset yang tidak kalah penting. Harga yang tepat akan membantu produk bersaing tanpa mengorbankan nilai bisnis yang dibangun.

Relasi bisnis perlu dibangun

Selain produk dan harga, Suryaningsih menilai relasi bisnis memiliki peran besar dalam ekspansi UMKM. Bisnis, menurut dia, pada dasarnya adalah tentang hubungan dan komunikasi yang berkelanjutan.

Melalui relasi yang baik, pelaku usaha bisa memahami kebutuhan konsumen di negara tujuan dengan lebih akurat. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menyusun strategi penjualan yang lebih efektif.

Ia juga menekankan pentingnya membangun jaringan sejak dari lingkup lokal. Jaringan yang kuat akan membuka akses ke peluang promosi, kemitraan, dan pasar baru.

Dalam konteks ekspor, networking memudahkan pelaku usaha mengetahui permintaan pasar dan tren yang sedang berkembang. Hal ini membantu UMKM bergerak lebih cepat dalam mengambil keputusan bisnis.

Dukungan pemerintah dan pameran

Suryaningsih menilai pelatihan untuk UMKM yang disediakan pemerintah sangat membantu pengembangan usaha. Program tersebut tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang pemasaran produk.

Menurut dia, dukungan Kementerian BUMN terhadap UMKM juga cukup besar melalui berbagai binaan. Para pelaku usaha mendapatkan pembinaan, pelatihan, dan akses untuk memperluas pasar.

Ia menambahkan bahwa jejaring yang dimiliki pemerintah dan mitra usaha di dalam maupun luar negeri menjadi sumber informasi yang penting. Dari sana, pelaku UMKM dapat mengetahui promosi dan kebutuhan konsumen di pasar tujuan.

Partisipasi dalam pameran juga menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan produk ke pasar internasional. Suryaningsih menyebut pengalaman ikut pameran BNI di Hongkong sangat berpengaruh terhadap ekspansi usahanya.

Ekspor Woh Chips berkembang

Saat ini, produk Woh Chips by Kultiva Co telah diekspor ke 10 negara, termasuk Kanada, Thailand, Perancis, China, Singapura, Australia, dan Malaysia. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia memiliki daya saing di pasar luar negeri.

Suryaningsih mengatakan keterlibatan dalam pameran BNI di Hongkong menjadi salah satu titik penting perkembangan ekspor usahanya. Dari kegiatan itu, ia memperoleh akses business matching yang membuka peluang pasar baru.

Ia menyebut business matching membantu mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli yang sesuai. Proses ini membuat peluang transaksi menjadi lebih konkret dan terukur.

Menurut dia, keberhasilan ekspor tidak datang secara instan, melainkan melalui persiapan yang disiplin dan jejaring yang terus dijaga. Dengan langkah tersebut, UMKM berpeluang lebih besar untuk menembus pasar global secara berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!