Produk UMKM dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar global, asalkan pelaku usaha menyiapkan strategi yang tepat sejak awal. Salah satu kunci utamanya adalah memahami pasar tujuan, menentukan target konsumen, serta menyesuaikan harga dan karakter produk.
Owner of Woh Chips by Kultiva Co, Suryaningsih Wibowo, mengatakan persiapan produk menjadi langkah penting sebelum masuk ke negara tujuan ekspor. Ia menekankan riset pasar, pembangunan relasi, dan partisipasi dalam pelatihan sebagai fondasi agar produk lokal lebih siap bersaing di pasar internasional.
Strategi Ekspor UMKM
Suryaningsih menilai UMKM perlu memiliki strategi yang jelas sebelum membawa produk ke luar negeri. Menurut dia, produk yang kuat tidak cukup hanya enak atau menarik, tetapi juga harus sesuai dengan kebutuhan pasar tujuan. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami posisi produknya sejak awal.
Ia menegaskan bahwa ekspor bukan sekadar mengirim barang ke negara lain. Proses itu membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari kualitas, kemasan, hingga cara promosi. Dengan persiapan yang baik, peluang diterima konsumen akan jauh lebih besar.
Dalam pandangannya, UMKM juga harus siap menyesuaikan diri dengan preferensi pembeli di tiap negara. Perbedaan budaya, selera, dan daya beli menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Hal tersebut akan menentukan apakah sebuah produk dapat bertahan di pasar tujuan.
Riset Pasar UMKM
Riset pasar menjadi langkah awal yang dianggap paling penting sebelum menembus negara lain. Melalui riset, pelaku usaha dapat mengetahui siapa target pembelinya, produk apa yang dibutuhkan, dan berapa harga yang sesuai. Tanpa data tersebut, produk berisiko tidak tepat sasaran.
Suryaningsih menyebut market research membantu pelaku UMKM memahami kebutuhan konsumen secara lebih akurat. Informasi itu juga berguna untuk menentukan strategi pemasaran yang efektif. Dengan begitu, usaha yang dijalankan tidak hanya mengandalkan intuisi.
Ia menambahkan bahwa pemahaman pasar akan membuat produk lebih relevan di negara tujuan. Pelaku usaha dapat menyesuaikan rasa, ukuran, kemasan, hingga narasi promosi sesuai karakter konsumen. Langkah ini dinilai penting untuk membangun daya saing yang berkelanjutan.
Relasi Bisnis UMKM
Selain riset, relasi bisnis juga menjadi unsur penting dalam pengembangan usaha. Suryaningsih menilai bisnis pada dasarnya adalah tentang membangun hubungan dan komunikasi. Dari relasi yang baik, pelaku usaha dapat memahami kebutuhan konsumen dengan lebih mendalam.
Menurut dia, hubungan yang kuat akan membantu UMKM membaca psikologi pembeli. Produk makanan ringan, misalnya, tidak hanya dijual sebagai camilan, tetapi juga sebagai solusi bagi konsumen yang mencari hiburan singkat atau kebahagiaan sesaat. Cara pandang seperti ini membuat produk lebih mudah diposisikan di pasar.
Ia juga menilai jaringan lokal dan internasional dapat membuka peluang baru bagi UMKM. Melalui networking, pelaku usaha dapat memperoleh informasi tentang permintaan pasar, promo, dan peluang kerja sama. Hal itu menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan ekspor.
Dukungan Pameran UMKM
Dukungan pemerintah dan lembaga pembina dinilai turut mempercepat langkah UMKM menuju pasar global. Suryaningsih menyebut pelatihan yang disediakan pemerintah memberi banyak manfaat, termasuk membantu pemasaran produk. Dukungan semacam ini membuat pelaku usaha lebih percaya diri menghadapi pasar luar negeri.
Ia juga mengapresiasi peran Kementerian BUMN yang dinilai aktif mendukung UMKM binaan. Menurut dia, banyak pelaku usaha mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan akses promosi melalui jaringan yang tersedia. Fasilitas tersebut membantu mereka mengenal karakter pasar dengan lebih baik.
Produk Woh Chips by Kultiva Co kini telah diekspor ke 10 negara, termasuk Kanada, Thailand, Perancis, China, Singapura, Australia, dan Malaysia. Keberhasilan itu tidak lepas dari keikutsertaan dalam pameran BNI di Hong Kong serta dukungan business matching. Dari pengalaman tersebut, Suryaningsih menilai pameran dapat menjadi pintu masuk penting bagi UMKM untuk memperluas pasar ekspor.
