Solmed dan April Jasmine Siapkan Kurban Idul Adha 2026

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 09:41 WIB 7
Solmed dan April Jasmine Siapkan Kurban Idul Adha 2026

Ustaz Solmed bersama istrinya, April Jasmine, mulai menyiapkan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 2026 di kawasan Jatiasih, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). Dalam momen itu, pasangan ini memilih sejumlah sapi dan menyampaikan bahwa anak-anak mereka tidak ikut menentukan pilihan karena masih berada di pesantren.

Solmed mengatakan, keluarga tetap menjalankan persiapan kurban meski anak-anak tidak pulang saat Idul Adha. Ia juga mengisyaratkan adanya penambahan jumlah hewan kurban dibanding tahun sebelumnya, meski belum mengingat angka pastinya. Sementara itu, April Jasmine ikut memberi nama pada sapi pilihan mereka, lengkap dengan cat semprot di tubuh hewan tersebut.

Persiapan kurban Solmed

Solmed menjelaskan bahwa anak-anaknya tidak ikut memilih hewan kurban tahun ini karena masih berada di pesantren. Menurut dia, para anak tetap libur, tetapi libur di lingkungan pesantren dan tidak pulang ke rumah. Kondisi itu membuat proses pemilihan hewan kurban dilakukan oleh dirinya bersama April Jasmine. Ia menilai keputusan tersebut tetap sesuai dengan rutinitas keluarga pada momen Idul Adha.

Dalam kesempatan itu, Solmed mengaku persiapan kurban tahun ini berpotensi bertambah. Ia menyebut penambahan jumlah hewan kurban sebagai harapan yang ingin diwujudkan jika rezeki memungkinkan. Saat didoakan agar rezekinya terus bertambah, ia mengamini dengan singkat. Ucapannya itu menunjukkan bahwa keluarga masih membuka ruang untuk menambah hewan kurban.

Meski begitu, Solmed mengaku lupa jumlah pasti sapi yang disiapkan untuk tahun ini. Ia memperkirakan ada sekitar empat ekor sapi yang akan dikurbankan di beberapa titik. Menurutnya, pembagian di lebih dari satu lokasi membuat jumlah yang sudah disiapkan sulit diingat secara detail. Ia menegaskan bahwa proses tersebut tetap berjalan secara terencana.

Solmed juga menyebut satu ekor sapi nantinya diperuntukkan bagi tujuh orang. Selain keluarga, ia membuka kemungkinan memasukkan nama para karyawannya ke dalam daftar kurban. Menurut dia, hal itu bisa dilakukan jika ada yang berkenan untuk ikut serta. Skema tersebut menunjukkan bahwa kurban tahun ini disiapkan dengan mempertimbangkan lingkar terdekat di sekitarnya.

Pilihan sapi di Bekasi

Di lokasi pemilihan, April Jasmine terlihat menuliskan nama pada tubuh sapi menggunakan cat semprot. Salah satu sapi diberi nama Kozma dan Berkah. Proses itu dilakukan sebagai penanda pada hewan yang dianggap cocok. April tampak percaya diri saat memberi tanda pada pilihan keluarganya.

April menyebut sapi yang dipilih memiliki sifat yang nurut dan tampak prima. Ia berharap hewan tersebut memberi hasil yang sempurna saat disiapkan untuk kurban. Menurut dia, kondisi fisik hewan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pemilihan. Ucapannya mencerminkan perhatian pada kualitas hewan yang akan dikurbankan.

Saat ditanya makna nama yang dituliskan, Solmed dan April kompak menjelaskan artinya. Keduanya menyebut nama itu merujuk pada kondisi prima dan berkah. April menambahkan bahwa yang penting bukan hanya besar, tetapi juga sehat dan membawa keberkahan. Penjelasan itu memperlihatkan bahwa pemilihan nama memiliki makna spiritual.

Solmed menegaskan bahwa hewan kurban tidak cukup hanya besar secara fisik. Menurut dia, kurban harus sehat dan membawa keberkahan bagi yang berkurban maupun penerimanya. Ia kemudian mengamini harapan agar ibadah tersebut menjadi lebih bermakna. Sikap itu memperkuat pesan bahwa kurban bukan semata soal ukuran hewan.

Respons atas sapi pilihan

Setelah melihat langsung sapi yang dipilih, Solmed mengaku puas dengan kondisinya. Ia menilai ukuran sapi tersebut lebih besar dari dugaan setelah sebelumnya hanya melihat foto dan video. Menurut dia, tampilan langsung justru melebihi ekspektasi. Penilaian itu membuatnya semakin mantap dengan pilihan yang sudah diambil.

Solmed mengatakan bahwa hasil pengamatan di lapangan berbeda dari kesan yang muncul di gambar digital. Ia menyebut video dan foto sebelumnya membuat sapi tampak tidak terlalu besar. Namun, saat dilihat langsung, hewan itu terlihat jauh lebih besar dan layak. Pengalaman tersebut membuat proses pemilihan terasa lebih meyakinkan.

Selain Kozma, Solmed juga sempat melihat sapi lain bernama Blackmon. Momen itu diwarnai candaan saat ia menyebut nama tersebut dengan gaya humor. Reaksi spontan itu membuat suasana pemilihan menjadi lebih cair. Di tengah keseriusan ibadah, ada ruang kecil untuk tawa bersama keluarga.

Solmed menambahkan bahwa untuk sementara dirinya baru menyiapkan sapi sebagai hewan kurban tahun ini. Ia belum menyebut adanya hewan lain selain sapi. Namun, pernyataan itu masih membuka kemungkinan perkembangan lebih lanjut menjelang Idul Adha. Untuk saat ini, fokus keluarga tampak tertuju pada sapi yang sudah dipilih.

Makna kurban bagi keluarga

Bagi Solmed dan April, kurban tampaknya bukan hanya agenda tahunan, melainkan juga bagian dari nilai keluarga. Keterlibatan mereka dalam pemilihan hewan menunjukkan adanya perhatian pada proses ibadah sejak awal. Anak-anak yang masih di pesantren pun tetap menjadi bagian dari doa dan niat keluarga. Situasi ini memperlihatkan bahwa kurban dijalankan dengan pendekatan yang hangat dan religius.

Penambahan jumlah hewan kurban yang disinggung Solmed juga menjadi sinyal kemampuan berbagi yang lebih besar. Meski ia belum mengingat angka pastinya, ada keinginan untuk meningkatkan ibadah pada tahun ini. Harapan tersebut dipadukan dengan doa agar rezeki terus bertambah. Dalam konteks keluarga, sikap itu menjadi bentuk syukur yang diwujudkan melalui kurban.

Nama-nama yang diberikan pada sapi pilihan juga memperlihatkan makna simbolik yang ingin dijaga. Kozma dan Berkah bukan sekadar label, tetapi pesan tentang kesehatan dan keberuntungan. Solmed dan April menekankan bahwa kurban harus disertai niat baik dan keberkahan. Dengan begitu, hewan yang dipilih tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga bermakna secara spiritual.

Persiapan kurban yang dilakukan di Bekasi itu menegaskan konsistensi pasangan ini dalam merayakan Idul Adha. Mereka terlihat menjalani proses pemilihan hewan dengan santai, namun tetap penuh pertimbangan. Dari diskusi soal anak-anak yang berada di pesantren hingga kemungkinan melibatkan karyawan, seluruh langkah menunjukkan kebersamaan. Tradisi kurban pun tampak dijalankan sebagai ibadah yang dekat dengan kehidupan keluarga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!