Self-Care Tak Harus Mahal, Ini Penjelasan Psikolog

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 09:57 WIB 2
Self-Care Tak Harus Mahal, Ini Penjelasan Psikolog

Self-care kerap dianggap identik dengan liburan mahal, staycation, atau belanja sebagai bentuk healing. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar karena perawatan diri bisa dilakukan dengan cara sederhana. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi, menjelaskan hal itu dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini. Ia menegaskan bahwa self-care tidak selalu membutuhkan uang, melainkan kesadaran untuk memulihkan diri.

Pandangan tersebut sekaligus meluruskan mitos yang berkembang di tengah masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Menurut Annisa, istirahat saja sudah dapat menjadi bentuk self-care. Ia juga mengingatkan bahwa perawatan diri perlu dipahami sebagai kebutuhan, bukan sekadar kemewahan. Karena itu, self-care sebaiknya diterapkan secara seimbang agar manfaatnya benar-benar terasa.

Self-care Tak Harus Mahal

Annisa menilai masih banyak orang yang mengira self-care harus selalu disertai pengeluaran uang. Menurutnya, asumsi itu membuat sebagian orang merasa terbebani saat ingin merawat diri. Padahal, bentuk perawatan diri bisa muncul dari aktivitas paling sederhana. Istirahat yang cukup, misalnya, sudah termasuk langkah penting untuk memulihkan kondisi tubuh dan pikiran.

Ia menekankan bahwa self-care tidak selalu berhubungan dengan gaya hidup mewah. Dalam pandangannya, yang lebih penting adalah bagaimana seseorang memberi ruang bagi diri sendiri untuk pulih. Ketika tubuh dan mental mulai lelah, kebutuhan dasar seperti tidur dan jeda menjadi sangat berarti. Dengan begitu, seseorang dapat kembali beraktivitas dengan energi yang lebih baik.

Annisa juga menyebut bahwa banyak orang merasa bersalah saat memilih beristirahat. Kebiasaan itu kerap dianggap sebagai sikap malas, padahal belum tentu demikian. Jika dilakukan pada waktu yang tepat, rebahan atau me-time justru membantu tubuh kembali bertenaga. Yang perlu diperhatikan adalah agar jeda tersebut tidak berubah menjadi kebiasaan berlebihan.

Ia mengingatkan bahwa istirahat tetap harus dikendalikan agar tidak menghambat produktivitas. Self-care yang baik bukan berarti berhenti beraktivitas dalam waktu lama. Sebaliknya, self-care membantu seseorang menjaga ritme hidup agar tetap stabil. Dengan pemahaman itu, istirahat dapat ditempatkan sebagai kebutuhan yang sehat.

Makna Self-care Sebenarnya

Menurut Annisa, self-care adalah upaya mengisi kembali energi fisik dan mental yang terkuras. Ia mengibaratkan kondisi manusia seperti baterai yang perlu diisi ulang setelah digunakan terus-menerus. Aktivitas harian yang padat sering membuat seseorang merasa kosong dan kelelahan. Di titik itulah self-care menjadi penting untuk membantu tubuh dan pikiran kembali segar.

Ia menjelaskan bahwa self-care berfungsi seperti charger bagi tubuh. Saat energi menurun, seseorang membutuhkan waktu untuk mengembalikan kapasitasnya. Proses itu tidak selalu harus dilakukan dengan aktivitas besar atau mahal. Yang terpenting adalah memberi ruang untuk beristirahat dan menenangkan diri.

Annisa menambahkan bahwa self-care bukan sekadar memanjakan diri. Konsep ini lebih dekat dengan kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan diri. Ketika seseorang terus memaksakan diri tanpa jeda, risiko kelelahan emosional dan fisik akan meningkat. Karena itu, self-care harus dipandang sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh.

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran dalam mengenali kapan tubuh mulai lelah. Dengan mengenali tanda-tanda kehabisan energi, seseorang bisa lebih cepat mengambil langkah pemulihan. Self-care yang tepat membantu menjaga semangat menjalani hari. Pada akhirnya, perawatan diri mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

Self-care Juga Bisa Sederhana

Stigma bahwa self-care hanya bisa dilakukan lewat traveling atau aktivitas di luar rumah masih cukup kuat. Padahal, banyak pilihan sederhana yang bisa diterapkan di rumah. Annisa menilai perawatan diri tidak harus rumit selama mampu memberi efek pemulihan. Hal ini membuat self-care lebih mudah dijalankan oleh siapa pun.

Ia memberi contoh istirahat cukup di akhir pekan sebagai salah satu bentuk self-care. Menjauh sejenak dari urusan kerja dan notifikasi juga dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang. Bahkan, menolak ajakan ketika benar-benar membutuhkan waktu sendiri adalah bagian dari menjaga batas diri. Langkah-langkah kecil seperti ini dapat memberi dampak besar bagi kondisi mental.

Dalam penjelasannya, Annisa menyebut self-care memiliki banyak bentuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ada spiritual self-care, olahraga, journaling, hingga refleksi diri. Setiap orang dapat memilih cara yang paling cocok dengan kondisi masing-masing. Dengan begitu, perawatan diri menjadi lebih personal dan efektif.

Ia menegaskan bahwa self-care tidak harus sama bagi semua orang. Seseorang bisa memilih ibadah atau meditasi saat membutuhkan ketenangan batin. Orang lain mungkin merasa lebih terbantu dengan olahraga ringan atau membaca buku. Selama memberi manfaat untuk pemulihan diri, aktivitas tersebut tetap masuk dalam kategori self-care.

Cara Praktis Menjaga Diri

Annisa mendorong masyarakat untuk lebih jujur pada kebutuhan dirinya sendiri. Saat tubuh terasa lelah, jeda singkat bisa menjadi langkah awal yang sederhana namun penting. Kebiasaan ini membantu seseorang menjaga keseimbangan antara aktivitas dan pemulihan. Dengan begitu, self-care tidak lagi terasa sebagai hal yang sulit dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa menjaga diri tidak selalu berarti berhenti total dari kesibukan. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengatur waktu agar ada ruang untuk beristirahat. Ketika seseorang mampu menata jadwal dengan baik, kesehatan fisik dan mental akan lebih terjaga. Pola seperti ini juga membuat aktivitas harian terasa lebih ringan.

Selain itu, Annisa menilai penting untuk memahami batas kemampuan diri. Memaksakan tubuh terus bekerja tanpa henti justru dapat menurunkan kualitas hidup. Karena itu, memilih untuk diam sejenak, menenangkan pikiran, atau melakukan kegiatan ringan bisa menjadi solusi. Langkah sederhana ini sering kali lebih bermanfaat daripada mencari pelarian yang berlebihan.

Pada akhirnya, self-care adalah upaya berkelanjutan untuk merawat diri agar tetap sehat dan berdaya. Konsep ini tidak memerlukan biaya besar, tetapi membutuhkan kesadaran dan konsistensi. Dengan memahami maknanya secara tepat, masyarakat dapat menjalankan self-care tanpa rasa bersalah. Perawatan diri pun menjadi kebiasaan sehat yang mendukung kehidupan sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!