Self-Care Bisa Dilakukan Tanpa Biaya

Lifestyle Clara Monica 24 Mei 2026 15:36 WIB 6
Self-Care Bisa Dilakukan Tanpa Biaya

Self-care kerap dianggap identik dengan liburan mahal, staycation, atau belanja untuk mencari kenyamanan diri. Anggapan itu ternyata tidak sepenuhnya tepat, karena perawatan diri dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi, menegaskan bahwa self-care tidak selalu membutuhkan biaya besar.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini. Menurut Annisa, istirahat, me-time, hingga membatasi aktivitas tertentu sudah termasuk bentuk self-care. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak lagi mengaitkan pemulihan diri hanya dengan gaya hidup mahal.

Self-care Tidak Harus Mahal

Annisa menjelaskan bahwa salah satu mitos yang berkembang di masyarakat adalah anggapan self-care harus selalu mengeluarkan uang. Padahal, kebutuhan utama dari self-care adalah memulihkan energi fisik dan mental yang terkuras. Karena itu, bentuknya bisa sangat sederhana dan tetap bermanfaat.

Ia menilai, banyak orang merasa harus pergi liburan atau membeli sesuatu agar merasa lebih baik. Menurutnya, cara pandang tersebut perlu diluruskan karena tidak semua kondisi membutuhkan pengeluaran. Dalam banyak situasi, tubuh dan pikiran hanya membutuhkan jeda yang cukup.

Self-care juga tidak selalu berkaitan dengan aktivitas yang terlihat menyenangkan secara sosial. Kadang, pilihan paling tepat justru adalah berhenti sejenak dari rutinitas yang padat. Dengan begitu, seseorang punya ruang untuk memulihkan diri tanpa tekanan tambahan.

Pemahaman yang lebih tepat tentang self-care akan membantu masyarakat mengambil langkah yang lebih realistis. Alih-alih mengejar pembuktian lewat pengeluaran, fokusnya dapat dialihkan pada kebutuhan diri yang sebenarnya. Cara ini dinilai lebih sehat dan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rebahan Juga Bisa Self-care

Banyak orang merasa bersalah saat memilih untuk beristirahat atau rebahan di tengah kesibukan. Annisa menyebut kebiasaan itu tidak selalu buruk, selama dilakukan secara wajar. Istirahat justru dapat menjadi bentuk self-care yang paling sederhana.

Menurutnya, me-time tidak harus diisi dengan agenda khusus yang melelahkan. Duduk tenang, tidur cukup, atau sekadar berhenti dari aktivitas yang menuntut energi sudah memberi manfaat. Hal pentingnya adalah memberi kesempatan tubuh dan pikiran untuk pulih.

Meski begitu, ia mengingatkan agar istirahat tidak berubah menjadi kebiasaan berlebihan. Self-care tetap perlu dijaga keseimbangannya supaya tidak menghambat produktivitas. Jika dilakukan terus-menerus tanpa kontrol, rebahan justru bisa mengganggu rutinitas harian.

Karena itu, istirahat perlu diposisikan sebagai alat pemulihan, bukan pelarian permanen. Seseorang boleh mengambil jeda ketika lelah, tetapi tetap perlu kembali menjalani aktivitas. Keseimbangan inilah yang membuat self-care benar-benar memberi manfaat.

Makna Self-care yang Sehat

Annisa menjelaskan bahwa self-care adalah upaya mengisi kembali energi yang habis akibat aktivitas harian. Ia menggambarkan kondisi itu seperti baterai yang perlu diisi ulang agar kembali berfungsi optimal. Ketika energi terkuras, tubuh dan pikiran membutuhkan kesempatan untuk pulih.

Ia juga mengibaratkan diri manusia seperti gelas yang kosong setelah seharian beraktivitas. Dalam kondisi seperti itu, seseorang cenderung mudah lelah dan kehilangan semangat. Self-care hadir untuk membantu mengisi kembali kapasitas yang menurun tersebut.

Dengan pemahaman itu, self-care bukan sekadar memanjakan diri. Lebih dari itu, self-care merupakan kebutuhan dasar agar seseorang tetap seimbang secara emosional dan mental. Saat energi kembali terisi, aktivitas sehari-hari bisa dijalani dengan lebih baik.

Konsep ini relevan bagi banyak orang yang hidup dengan ritme cepat dan tuntutan tinggi. Tanpa jeda yang cukup, tubuh dan pikiran akan sulit bekerja secara optimal. Karena itu, self-care perlu dipahami sebagai bagian penting dari pola hidup sehat.

Self-care Tanpa Jalan-jalan

Banyak orang mengira self-care harus diwujudkan lewat traveling atau kegiatan di luar rumah. Padahal, masih banyak alternatif sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus pergi jauh. Pilihan tersebut justru sering lebih mudah dilakukan secara konsisten.

Annisa mencontohkan istirahat cukup di akhir pekan sebagai salah satu bentuk self-care. Ia juga menyebut pentingnya membatasi penggunaan ponsel atau urusan kerja sementara waktu. Menolak ajakan ketika membutuhkan ruang pribadi juga bisa menjadi langkah yang sehat.

Selain itu, self-care memiliki banyak bentuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Ada spiritual self-care, olahraga, journaling, hingga refleksi diri. Setiap orang dapat memilih bentuk yang paling sesuai dengan kondisi emosional dan fisiknya.

Contoh lain yang disebutkan Annisa adalah beribadah, meditasi, olahraga ringan, membaca buku, atau belajar hal baru. Aktivitas sederhana itu dapat membantu pikiran lebih tenang dan tertata. Pada akhirnya, self-care bukan soal biaya, melainkan soal kesadaran untuk menjaga diri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!