Seberapa Sering Handuk Mandi Harus Dicuci?

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 11:04 WIB 2
Seberapa Sering Handuk Mandi Harus Dicuci?

Handuk mandi menjadi salah satu perlengkapan yang paling sering digunakan setiap hari, tetapi juga kerap luput dari perhatian saat perawatan kebersihan. Padahal, handuk yang tampak bersih belum tentu higienis, karena setelah dipakai mengeringkan tubuh, kain ini bisa menyimpan kuman, sel kulit mati, dan minyak berlebih.

Dokter spesialis kulit Annie Chiu mengingatkan bahwa kebiasaan memakai handuk terlalu lama dapat membuatnya menjadi tempat berkembang biak bakteri. Karena itu, handuk mandi idealnya dicuci atau diganti setelah tiga hingga empat kali pemakaian, terutama bila sering lembap atau mulai berbau.

Handuk dan risiko kuman

Handuk yang digunakan berulang kali tanpa dicuci berisiko menjadi tempat menumpuknya bakteri. Kondisi ini terjadi karena permukaan kain menyerap air, minyak, dan sisa sel kulit dari tubuh.

Ketika handuk digantung begitu saja setelah dipakai, kelembapannya bisa bertahan lebih lama. Lingkungan seperti ini mendukung pertumbuhan kuman dan membuat handuk terasa kurang segar.

Menurut Annie Chiu, kebiasaan tersebut perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan kulit. Dalam kondisi tertentu, handuk kotor juga bisa memicu iritasi, infeksi kulit, atau memperburuk jerawat.

Risiko akan meningkat jika handuk dipakai bergantian tanpa pengeringan yang memadai. Karena itu, kebersihan handuk perlu diperlakukan sama seriusnya dengan kebersihan pakaian dan perlengkapan mandi lainnya.

Frekuensi mencuci handuk

Secara umum, handuk mandi sebaiknya dicuci setelah dipakai tiga sampai empat kali. Aturan ini dinilai cukup untuk menekan penumpukan bakteri dan bau tidak sedap.

Namun, kebutuhan setiap orang bisa berbeda, tergantung kebiasaan mandi dan aktivitas harian. Seseorang yang jarang berkeringat mungkin masih bisa memakai handuk sedikit lebih lama.

Sebaliknya, orang yang rutin berolahraga atau mudah berkeringat disarankan lebih sering mengganti handuk. Keringat yang menempel akan membuat handuk lebih cepat lembap dan mudah berbau.

Jika handuk sudah berbau meski baru beberapa kali dipakai, sebaiknya segera dicuci. Tanda itu menunjukkan bahwa kebersihan kain sudah menurun dan tidak lagi ideal digunakan.

Faktor yang memengaruhi

Lingkungan tempat tinggal ikut menentukan seberapa cepat handuk menjadi lembap. Di wilayah yang lembap, handuk membutuhkan waktu lebih lama untuk kering setelah digunakan.

Kondisi tersebut membuat risiko pertumbuhan bakteri dan bau menjadi lebih tinggi. Karena itu, handuk di daerah lembap biasanya perlu perawatan lebih sering.

Cara mencuci juga berpengaruh terhadap umur handuk. Penggunaan deterjen yang terlalu keras atau proses pengeringan yang kurang tepat bisa membuat serat kain lebih cepat rusak.

Paparan sinar matahari, klorin, dan frekuensi pemakaian turut memengaruhi daya tahan handuk. Semakin sering digunakan dan dicuci dengan cara yang kurang tepat, kualitas handuk akan semakin menurun.

Tanda handuk perlu diganti

Selain dicuci rutin, handuk juga perlu dievaluasi kondisinya dari waktu ke waktu. Handuk yang mulai kasar atau tidak lagi menyerap air dengan baik bisa menjadi tanda perlu diganti.

Seiring pemakaian, serat handuk akan kehilangan kelembutan dan kemampuan menyerap cairan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kenyamanan saat mandi ikut berkurang.

Para ahli dari Cozy Earth menyebut, perubahan tekstur pada handuk menjadi salah satu indikator utama usia pakainya. Handuk yang tidak lagi efektif sebaiknya tidak dipaksakan untuk penggunaan harian.

Meski begitu, handuk lama tidak harus langsung dibuang. Barang tersebut masih bisa dimanfaatkan kembali sebagai kain lap atau disumbangkan ke tempat penampungan hewan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!