Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut pengoperasian satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pengoperasian satelit tersebut di Jakarta, Senin malam, dengan sorotan utama pada wilayah terpencil, terdepan, dan terluar.
Meutya menegaskan bahwa akses internet nasional saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, namun masih ada sekitar 20 persen warga yang belum terkoneksi. Pemerintah menargetkan perluasan layanan digital tidak hanya untuk mendekatkan konektivitas, tetapi juga untuk mendorong perlindungan dan kesejahteraan masyarakat.
Satelit Nusantara Lima Dorong Akses
Meutya Hafid menyebut Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas besar yang dapat membantu memenuhi kebutuhan konektivitas di berbagai daerah. Infrastruktur ini dinilai penting untuk memperkuat layanan internet di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan darat.
Menurut dia, keberadaan satelit buatan dan dioperasikan perusahaan dalam negeri menjadi bukti kesiapan industri nasional. Pemerintah ingin agar layanan digital dapat disediakan secara lebih merata tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pihak luar.
Ia menambahkan bahwa pemerataan akses harus dirasakan dari Sabang hingga Merauke, termasuk wilayah-wilayah yang berada jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, layanan digital tidak lagi terpusat di kawasan perkotaan dan Pulau Jawa.
Meutya menegaskan, kehadiran Satelit Nusantara Lima merupakan langkah nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terlayani. Pemerintah menilai konektivitas yang kuat menjadi fondasi bagi pemerataan informasi dan pembangunan.
Target Internet Hingga Pelosok
Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung internet dapat menikmati layanan digital pada akhir 2026. Target tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital di wilayah 3T.
Meutya mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi. Karena itu, konektivitas yang dibangun harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga.
Ia mencontohkan daerah terluar seperti Miangas, yang sebelumnya sempat menerima bantuan perangkat Starlink saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Namun, pemerintah menilai kapasitas Satelit Nusantara Lima akan memberi solusi yang lebih berkelanjutan dari industri nasional.
Dengan dukungan satelit berkapasitas 160 Gbps, pemerintah berharap layanan internet dapat menjangkau titik-titik yang sebelumnya tertinggal. Langkah ini diharapkan mempercepat pemerataan layanan digital di seluruh pelosok Tanah Air.
Perlindungan Di Era Digital
Meutya menegaskan bahwa pembangunan konektivitas tidak boleh berhenti pada penyediaan jaringan semata. Menurut dia, akses internet harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
Ia menilai pemerataan digital harus diikuti dengan perlindungan terhadap pengguna, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan ruang digital tetap aman dari ancaman yang merugikan masyarakat.
Ancaman yang disorot antara lain kekerasan siber, judi online, dan radikalisasi. Karena itu, kebijakan digital nasional harus berjalan seiring dengan upaya pengawasan dan perlindungan publik.
Meutya menambahkan bahwa konektivitas yang hadir di wilayah terpencil harus menjadi pintu masuk bagi manfaat yang lebih luas. Tanpa perlindungan, akses internet justru berisiko menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
Kolaborasi Industri Digital
Menurut Meutya, Satelit Nusantara Lima akan menjadi infrastruktur strategis bagi transformasi digital nasional. Pemerintah melihat kehadiran satelit ini sebagai bagian penting dalam membangun sistem komunikasi yang lebih kuat dan mandiri.
Ia menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang berani dan memiliki kapasitas untuk mendorong kemajuan teknologi. Dalam konteks itu, PSN dinilai telah menunjukkan keberanian melalui pengembangan satelit nasional.
Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri agar ekosistem digital nasional berkembang secara aman dan berdaulat. Kerja sama itu juga diharapkan mampu menciptakan layanan yang berkelanjutan di masa depan.
Dengan dukungan industri dan kebijakan yang tepat, pemerintah berharap pemerataan internet dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital. Sasaran akhirnya adalah Indonesia yang semakin terhubung, terlindungi, dan kompetitif di tingkat global.
