Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Teknologi BRH 31 Mei 2026 08:02 WIB 2
Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pengoperasian satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pengoperasian satelit Nusantara Lima di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.

Meutya menjelaskan bahwa akses internet nasional saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, namun masih ada sekitar 20 persen warga yang belum terhubung ke dunia maya. Menurut dia, satelit berkapasitas besar ini diharapkan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan konektivitas dari Sabang sampai Merauke, termasuk daerah terluar dan pelosok.

Satelit Nusantara Lima

Meutya menilai kehadiran satelit Nusantara Lima menjadi langkah penting bagi pemerataan layanan digital. Satelit tersebut memiliki kapasitas hingga 160 Gbps, sehingga dinilai mampu menopang kebutuhan konektivitas dalam negeri. Pemerintah berharap infrastruktur ini dapat memperkuat peran industri nasional dalam penyediaan internet. Dengan dukungan itu, kebutuhan masyarakat di daerah terpencil diharapkan dapat dilayani lebih cepat.

Ia menegaskan bahwa pemerataan internet tidak boleh hanya berpusat di wilayah yang dekat dengan Pulau Jawa. Menurut dia, layanan digital harus hadir merata hingga Sabang, Merauke, Rote, dan Miangas. Pemerintah juga menempatkan akses informasi sebagai hak masyarakat yang wajib dipenuhi. Karena itu, satelit Nusantara Lima dipandang sebagai sarana strategis untuk memperluas jangkauan layanan.

Dalam kesempatan itu, Meutya juga menyinggung pengalaman pemerintah saat menyalurkan Starlink di Miangas. Langkah tersebut diambil karena kebutuhan warga di daerah terluar tidak bisa menunggu lebih lama. Namun, dengan hadirnya satelit Nusantara Lima, pemerintah berharap kapasitas dari perusahaan dalam negeri dapat lebih diandalkan. Situasi itu dinilai sejalan dengan penguatan kedaulatan digital nasional.

Pemerataan Internet Nasional

Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung layanan internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target itu menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital. Fokus utama program tersebut berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dengan demikian, akses internet diharapkan tidak lagi menjadi hambatan bagi aktivitas masyarakat.

Meutya mengatakan, hadirnya konektivitas harus diikuti manfaat yang nyata bagi warga. Ia menilai internet tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus mendorong kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Karena itu, pembangunan infrastruktur digital perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup. Pemerintah ingin masyarakat di daerah terpencil ikut merasakan hasil transformasi digital.

Menurut Meutya, penguatan konektivitas juga harus dibarengi dengan perlindungan pengguna. Ia menyoroti ancaman kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai risiko digital lain yang dapat mengganggu masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan menegaskan perlindungan bagi anak-anak dan kelompok rentan. Dengan pendekatan itu, internet diharapkan menjadi sarana kemajuan, bukan sumber masalah baru.

Konektivitas Untuk Wilayah Terluar

Meutya menekankan bahwa kehadiran satelit Nusantara Lima sangat penting bagi wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan terestrial. Kapasitas besar satelit tersebut dinilai dapat membantu pemerataan konektivitas tanpa harus selalu bergantung pada infrastruktur darat. Bagi daerah kepulauan dan perbatasan, kecepatan layanan menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah ingin memastikan warga di wilayah itu memperoleh akses yang setara.

Ia menyebut pemerintah akan terus memprioritaskan daerah yang belum memiliki sinyal internet memadai. Langkah itu sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan layanan digital sebagai kebutuhan dasar baru. Dalam pandangannya, konektivitas tidak boleh menjadi fasilitas eksklusif bagi wilayah tertentu saja. Seluruh warga negara, menurut dia, berhak menikmati layanan yang sama.

Selain itu, pengoperasian satelit Nusantara Lima juga dipandang mendukung ketahanan komunikasi nasional. Infrastruktur ini dinilai dapat membantu memastikan akses informasi tetap tersedia pada kondisi tertentu, termasuk di wilayah dengan keterbatasan jaringan. Pemerintah berharap kehadiran satelit tersebut memberi ruang lebih besar bagi pelayanan publik. Dengan begitu, aktivitas pendidikan, ekonomi, dan administrasi dapat berjalan lebih lancar.

Kolaborasi Digital Berkelanjutan

Meutya menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju. Ia menilai keberanian dan kemampuan inovasi menjadi modal penting bagi Indonesia dalam memperluas teknologi nasional. PSN, kata dia, telah menunjukkan keberanian itu melalui pengoperasian satelit Nusantara Lima. Pemerintah ingin keberhasilan tersebut menjadi contoh bagi pengembangan sektor digital lain.

Ia juga menekankan pentingnya ekosistem digital yang aman dan berdaulat. Menurut dia, transformasi digital tidak hanya bicara kecepatan internet, tetapi juga perlindungan data dan keamanan pengguna. Karena itu, seluruh pembangunan infrastruktur harus disertai tata kelola yang kuat. Pemerintah berupaya memastikan manfaat digital bisa dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Di akhir pernyataannya, Meutya menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang cakap dan berani menghadapi tantangan baru. Dengan dukungan satelit Nusantara Lima, pemerintah berharap pemerataan internet dapat berlangsung lebih cepat dan merata. Harapannya, transformasi digital nasional tidak hanya memperluas akses, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia digital yang aman, maju, dan berdaulat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!