Satelit N5 PSN Siap Perkuat Internet Nasional

Teknologi BRH 28 Mei 2026 13:48 WIB 2
Satelit N5 PSN Siap Perkuat Internet Nasional

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selangkah lagi mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin itu diberikan setelah Satelit N5 dinyatakan lolos Uji Laik Operasi (ULO) di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026. Dengan kapasitas 160 Gbps, satelit ini diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Kehadirannya ditujukan untuk memperkuat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kelulusan ULO sebagai fase penting sebelum satelit melayani masyarakat secara luas, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Ia menegaskan bahwa perusahaan siap menjalankan misi memperluas konektivitas dan mendukung agenda transformasi digital nasional. Satelit N5 juga disebut dirancang agar patuh terhadap standar regulasi yang berlaku di Indonesia. Pemerintah menilai kehadiran infrastruktur ini penting untuk menekan kesenjangan akses digital di pelosok Nusantara.

Internet Satelit N5 Menguat

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas. Pengujian tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi. Pemeriksaan juga mencakup validasi infrastruktur Jartupsat dan VSAT agar layanan berjalan andal. Langkah ini menjadi dasar sebelum Satelit N5 memasuki operasi komersial.

Pengujian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kualitas layanan dan kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia. Tim evaluator menilai performa sistem dari sisi teknis, operasional, dan keamanan jaringan. Dengan hasil yang dinyatakan laik, Satelit N5 dinilai siap mendukung layanan telekomunikasi dalam skala besar. Kepastian ini juga memberi perlindungan bagi pengguna jasa agar memperoleh layanan yang stabil dan berkualitas.

Pelaksanaan ULO di Banjarbaru turut ditinjau langsung oleh pejabat Komdigi, termasuk Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah. Hadir pula JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Ir. Geryantika Kurnia serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Kehadiran para pejabat itu menegaskan pentingnya proyek ini bagi agenda digital nasional. Pemeriksaan lapangan menjadi bagian dari pengawasan agar infrastruktur satelit siap digunakan secara luas.

Kapasitas Besar Untuk Pemerataan

Menurut Edwin, Satelit N5 merupakan aset strategis untuk mendukung transformasi digital nasional. Pemerintah menargetkan kecepatan internet rata-rata Indonesia mencapai 100 Mbps pada 2029. Kehadiran kapasitas 160 Gbps dinilai dapat membantu mengejar target tersebut secara bertahap. Manfaatnya diharapkan dirasakan terutama oleh daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital.

PSN menyebut Satelit N5 memakai platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band. Jangkauannya meliputi kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Kemampuan ini membuat layanan satelit tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Namun, manfaat terbesarnya tetap ditujukan untuk penguatan konektivitas nasional.

Satelit tersebut diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, N5 menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Seluruh tahapan itu menunjukkan proses yang panjang sebelum satelit siap dimanfaatkan secara komersial. PSN menilai kesiapan orbit menjadi fondasi penting bagi keandalan layanan berikutnya.

Ruas Bumi Sudah Terhubung

PSN menyatakan seluruh infrastruktur ruas bumi kini telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi itu mencakup tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan. Konektivitas tersebut disiapkan untuk mendukung distribusi layanan secara merata. Dengan jaringan yang saling terhubung, proses operasional satelit dapat berjalan lebih efisien.

Satelit N5 diproyeksikan beroperasi lebih dari 15 tahun. Dalam periode itu, satelit ini akan digunakan untuk mendukung layanan internet cepat bagi masyarakat dan sektor bisnis. Selain itu, kapasitasnya juga diarahkan untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang masih minim akses digital. Pemerintah menilai manfaatnya dapat meluas ke banyak sektor strategis.

Di sisi lain, keberadaan satelit ini turut dikaitkan dengan penguatan keamanan nasional. Infrastruktur satelit yang andal dinilai penting untuk menopang komunikasi lintas wilayah dan kebutuhan layanan vital. Dengan kapasitas besar dan cakupan luas, Satelit N5 diharapkan menjadi bagian penting dari ekosistem digital Indonesia. Pemerintah dan pelaku industri kini menunggu tahap operasional komersial yang segera dimulai.

Internet Cepat Bagi Wilayah 3T

Satelit N5 diposisikan sebagai solusi untuk mempercepat pemerataan internet di wilayah 3T. Akses konektivitas di daerah terpencil sering terkendala kondisi geografis dan mahalnya pembangunan jaringan darat. Melalui satelit, distribusi layanan dapat menjangkau lokasi yang sulit diakses infrastruktur konvensional. Hal ini membuat internet berpotensi hadir lebih merata di seluruh Indonesia.

Dengan kapasitas 160 Gbps, layanan yang dapat disalurkan diharapkan lebih stabil dan luas. Kapasitas besar juga membuka ruang bagi peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik. Di tingkat masyarakat, akses digital yang lebih baik dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal. Karena itu, satelit ini dipandang relevan untuk mendukung pemerataan pembangunan.

PSN menegaskan komitmennya menghadirkan infrastruktur satelit yang mengikuti standar teknologi dan regulasi nasional. Setelah lolos ULO dan memperoleh izin dari Komdigi, langkah berikutnya adalah memaksimalkan pemanfaatan kapasitas yang tersedia. Jika implementasinya berjalan optimal, Satelit N5 berpotensi menjadi tulang punggung baru konektivitas Indonesia. Pemerataan akses internet pun diharapkan tidak lagi menjadi wacana, melainkan capaian yang semakin nyata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!