Satelit N5 PSN Kantongi Izin Komdigi, Siap Komersial

Teknologi Moh. Royhan Nahado 27 Mei 2026 21:19 WIB 3
Satelit N5 PSN Kantongi Izin Komdigi, Siap Komersial

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) tinggal selangkah lagi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 secara komersial setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin tersebut diberikan usai Satelit N5 dinyatakan lulus Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026. Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, satelit ini diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Kehadirannya diharapkan memperkuat pemerataan akses internet nasional, terutama di wilayah 3T.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kelulusan ULO menjadi tahapan penting sebelum satelit tersebut melayani masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa Satelit N5 dibangun dengan standar teknologi tinggi sekaligus mematuhi regulasi nasional. PSN juga menargetkan satelit ini mendukung agenda pemerataan konektivitas di seluruh Nusantara. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan layanan digital yang semakin luas di berbagai daerah.

Satelit N5 dan Izin Komdigi

PSN memperoleh izin Jartupsat dan VSAT setelah Satelit N5 menjalani proses evaluasi teknis yang ketat. Uji Laik Operasi digelar oleh tim Komdigi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Proses ini menjadi syarat penting sebelum layanan satelit dapat digunakan secara komersial. Hasil pengujian menunjukkan sistem telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Adi Rahman Adiwoso mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang andal. Menurut dia, Satelit N5 bukan hanya unggul secara teknologi, tetapi juga patuh pada standar regulasi nasional. PSN menyatakan siap melanjutkan misi memperkuat konektivitas di daerah terpencil. Perusahaan juga menyebut kontribusi satelit ini penting bagi pemerataan layanan digital.

Dalam pernyataannya, Adi menilai kehadiran Satelit N5 akan membantu mengurangi kesenjangan akses internet di pelosok Indonesia. Ia juga menyebut proyek ini mendukung program Asta Cita pemerintah. Dengan kapasitas besar, layanan dapat menjangkau lebih banyak pengguna dan institusi. PSN menempatkan proyek ini sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur digital nasional.

Izin yang telah diperoleh menandai kesiapan Satelit N5 memasuki fase operasional berikutnya. Tahap ini membuka jalan bagi pemanfaatan layanan secara lebih luas oleh masyarakat dan sektor publik. PSN menilai momentum ini penting untuk mempercepat distribusi konektivitas. Di tengah kebutuhan internet yang terus meningkat, satelit menjadi salah satu tulang punggung jaringan nasional.

Uji Laik Operasi Ketat

Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi melakukan ULO untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana Satelit N5 memenuhi standar keamanan dan fungsi. Pengujian mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada aspek jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT. Tujuannya adalah menjamin mutu layanan sebelum beroperasi secara komersial.

Rangkaian uji mencakup validasi infrastruktur, keandalan sistem, dan kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi. Setiap parameter diperiksa untuk memastikan layanan dapat berjalan stabil. Proses ini dinilai penting karena satelit akan menopang layanan telekomunikasi untuk publik. Dengan begitu, risiko gangguan pada tahap awal operasional dapat diminimalkan.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah turut meninjau pelaksanaan ULO di Banjarbaru. Hadir pula JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Ir Geryantika Kurnia serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan pentingnya proyek ini bagi agenda digital nasional. Pemerintah menempatkan Satelit N5 sebagai salah satu aset strategis.

Falatehan menyebut proses pengujian dilakukan secara komprehensif dan ketat. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT. Menurut dia, hasil pengujian menunjukkan Satelit N5 laik dioperasikan secara komersial. Kepastian itu diperlukan agar pengguna jasa telekomunikasi mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal.

Dukungan untuk Konektivitas Nasional

Edwin Hidayat Abdullah menilai Satelit N5 memiliki peran strategis dalam transformasi digital nasional. Ia menyebut pemerintah terus mendorong pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Satelit ini dipandang dapat membantu mempercepat akses internet di daerah yang masih tertinggal. Targetnya adalah mendukung pencapaian kecepatan internet rata-rata 100 Mbps pada 2029.

Menurut Edwin, kelulusan ULO membuktikan infrastruktur Satelit N5 telah siap secara teknis. Ia berharap kapasitas 160 Gbps dapat segera dimanfaatkan secara optimal. Fokus utama pemanfaatan berada pada penguatan layanan publik di wilayah dengan keterbatasan digital. Pemerintah melihat konektivitas sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat.

Satelit N5 diharapkan tidak hanya mengisi kekosongan jaringan di daerah 3T. Kehadirannya juga berpotensi mendukung pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik berbasis digital. Dengan konektivitas yang lebih merata, pelayanan pemerintah dapat menjangkau lebih banyak warga. Manfaat ini menjadi alasan utama proyek satelit terus didorong.

Di sisi lain, pemerataan internet juga akan membantu aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil hingga institusi layanan publik membutuhkan akses jaringan yang stabil. Satelit N5 diposisikan sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Karena itu, langkah menuju operasional komersial mendapat perhatian besar dari pemerintah dan industri.

Teknologi dan Jangkauan Satelit

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band. Teknologi ini dirancang untuk memperluas cakupan layanan dan meningkatkan efisiensi distribusi sinyal. Jangkauannya bahkan meluas hingga kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Dengan kemampuan tersebut, satelit ini memiliki posisi penting di kawasan regional.

Satelit ini diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, Satelit N5 menjalani fase Electric Orbit Raising atau EOR sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Tahapan tersebut menunjukkan proses penempatan satelit dilakukan bertahap dan terukur. Setiap fase memastikan satelit siap berfungsi secara optimal di orbit.

PSN menyatakan seluruh infrastruktur ruas bumi telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi itu mencakup tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan. Kesiapan infrastruktur darat menjadi penopang utama bagi keberhasilan layanan satelit. Dengan dukungan tersebut, koneksi data dapat disalurkan lebih merata ke berbagai wilayah.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mampu memberikan layanan dalam jangka panjang. PSN menyebut satelit ini akan mendukung internet cepat untuk masyarakat, dunia usaha, hingga keamanan nasional. Keberadaannya juga memperkuat kapasitas satelit nasional di tengah kebutuhan digital yang terus meningkat. Dalam konteks itu, Satelit N5 menjadi salah satu proyek strategis yang ditunggu implementasinya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!