Satelit N5 Kantongi Izin Operasi Komersial

Teknologi BRH 02 Juni 2026 14:22 WIB 3
Satelit N5 Kantongi Izin Operasi Komersial

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selangkah lagi mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin itu terbit usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 diposisikan sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia dan diproyeksikan memperkuat pemerataan akses internet di Indonesia. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya mendorong layanan digital di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal.

Satelit N5 Masuki Fase Penting

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso mengatakan kelulusan ULO menjadi tahapan krusial sebelum satelit itu melayani masyarakat secara luas. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan kesiapan teknis sekaligus kepatuhan terhadap regulasi nasional.

Adi menegaskan PSN bersyukur Satelit Nusantara Lima telah melewati proses evaluasi dan memperoleh izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ia menyebut capaian itu sebagai bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang canggih dan patuh aturan.

Ia juga menilai kehadiran Satelit N5 akan mendukung pemerataan konektivitas dan mengurangi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara. PSN berharap satelit itu dapat segera dimanfaatkan untuk memperkuat layanan digital di berbagai daerah.

Satelit N5 dirancang untuk menopang kebutuhan komunikasi yang terus meningkat di Indonesia. Dengan kapasitas besar, satelit ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan publik, bisnis, hingga konektivitas sosial.

Komdigi Tekankan Kesiapan Teknis

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana Satelit N5 memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas. Pengujian ini mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Pengujian mencakup validasi infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT. Langkah ini bertujuan menjamin kualitas layanan, keandalan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia.

Pelaksanaan ULO di Banjarbaru turut ditinjau Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Kehadiran para pejabat itu menunjukkan pentingnya proyek ini bagi agenda digital nasional.

Falatehan menuturkan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dan ketat sesuai standar yang berlaku. Menurut dia, hasil pengujian menunjukkan sistem Satelit N5 laik dioperasikan secara komersial dan siap melindungi hak pengguna jasa telekomunikasi.

Satelit N5 Dorong Pemerataan Internet

Menurut Edwin, kehadiran Satelit N5 menjadi aset strategis dalam mendukung transformasi digital nasional. Ia menilai kapasitas baru ini penting untuk mengejar target kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029.

Edwin menegaskan pemerintah terus mendorong pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Ia berharap kapasitas 160 Gbps dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah yang masih terbatas akses digitalnya.

Ia juga memandang kelulusan ULO membuktikan infrastruktur tersebut telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional. Dengan begitu, Satelit N5 diharapkan menjadi penggerak pemerataan layanan internet yang lebih merata dan berkelanjutan.

Di tengah kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, keberadaan satelit berkapasitas besar menjadi elemen penting bagi pemerataan layanan digital. Satelit N5 diproyeksikan memperluas jangkauan internet hingga wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Jangkauan Satelit N5 Luas

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band. Jangkauannya mencakup kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina.

Satelit ini diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, kini telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi tersebut menjadi fondasi penting bagi operasional layanan komersial satelit ini.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung internet cepat untuk masyarakat, sektor bisnis, dan penguatan keamanan nasional. Kehadirannya diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem telekomunikasi satelit di kawasan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!