Samanta Elsener Ungkap Perjalanan Menjadi Mualaf

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 05:18 WIB 6
Samanta Elsener Ungkap Perjalanan Menjadi Mualaf

Samanta Elsener, adik dari pembawa acara Darius Sinathrya, membuka kisah pribadinya tentang keputusan memeluk Islam dalam percakapan dengan Melaney Ricardo di kanal YouTube. Psikolog dan penulis itu mengaku perjalanan spiritualnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi pencarian dan pergulatan batin.

Keputusan Samanta menjadi mualaf berawal dari pengalaman kehilangan ibu di usia balita, yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap hidup. Ia menilai ketenangan yang ia temukan dalam Islam menjadi jawaban atas kebutuhan jiwanya untuk pulih, sekaligus menemukan arah baru dalam hidup.

Perjalanan Mualaf Samanta Elsener

Samanta menceritakan bahwa ketertarikannya pada Islam tumbuh secara perlahan saat ia menjalani aktivitas harian menuju kampus. Setiap kali melewati masjid, ia merasakan suasana yang menenangkan, meski saat itu dirinya belum memeluk agama Islam.

Pengalaman tersebut membuatnya penasaran dengan makna ibadah yang ia lihat di sekitarnya. Ia lalu mencoba memahami lebih jauh melalui pengamatan dan dialog dengan orang-orang terdekat.

Menurut Samanta, rasa damai yang ia tangkap dari gerakan salat menjadi momen yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ia menyebut sensasi itu sebagai pengalaman emosional yang sangat kuat.

Dari titik itu, ia mulai memandang Islam bukan sekadar agama yang dipahami dari luar, melainkan jalan yang terasa dekat dengan kebutuhan batinnya. Proses tersebut kemudian berkembang menjadi keyakinan yang semakin matang.

Pencarian Batin Samanta Elsener

Sebelum mantap memeluk Islam, Samanta mengaku sempat mempelajari berbagai agama secara intelektual. Ia ingin memahami mana ajaran yang paling sesuai dengan kondisi batin dan pencarian pribadinya.

Pencarian itu tidak lepas dari pengalaman duka yang ia bawa sejak kecil. Kehilangan sang ibu membuatnya tumbuh dengan pertanyaan besar tentang makna ketenangan dan penyembuhan diri.

Dalam proses tersebut, ia merasa Islam menawarkan jawaban yang lebih utuh terhadap kegelisahannya. Ia melihat ajaran Islam memberi ruang untuk menerima luka tanpa harus terus terjebak di dalamnya.

Samanta menegaskan bahwa pilihannya lahir dari kebutuhan untuk menemukan kedamaian, bukan karena dorongan sesaat. Baginya, keputusan itu merupakan bagian dari proses healing yang dijalani dengan sadar.

Dukungan Keluarga Samanta Elsener

Meski berpindah keyakinan, Samanta tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga besarnya. Ia menyebut keluarganya memiliki sikap terbuka terhadap pilihan hidup yang ia ambil.

Ayahnya diketahui pernah berpindah dari Islam ke Katolik demi pernikahan, sehingga lingkungan keluarga sudah akrab dengan perbedaan keyakinan. Kondisi itu membuat Samanta merasa tidak berjalan sendiri dalam prosesnya.

Dukungan juga datang dari kakaknya, Darius Sinathrya, serta iparnya, Donna Agnesia. Kehadiran mereka memberi ruang aman bagi Samanta untuk menjalani keputusan spiritualnya tanpa tekanan.

Ia menilai dukungan keluarga menjadi faktor penting yang membuat dirinya lebih tenang. Dengan hubungan yang tetap hangat, Samanta bisa fokus menjalani hidup baru dengan pikiran yang lebih damai.

Makna Damai Bagi Samanta Elsener

Bagi Samanta, menjadi mualaf bukan bentuk pemberontakan terhadap masa lalu. Ia memandang keputusan itu sebagai upaya jujur untuk menemukan jalan yang paling sesuai bagi jiwanya.

Ia merasa Islam membantunya berdamai dengan pengalaman kehilangan yang lama membekas. Dari sana, ia belajar bahwa ketenangan tidak selalu hadir dengan cepat, tetapi perlu dicari melalui kesadaran diri.

Samanta juga menegaskan bahwa perjalanan spiritual setiap orang bisa berbeda, sehingga tidak selalu mudah dipahami dari luar. Karena itu, ia memilih menjalani prosesnya dengan sikap tenang dan terbuka.

Kini, ia mengaku hidup dengan perasaan yang lebih ringan dan damai. Baginya, ketenangan batin yang ditemukan lewat Islam menjadi fondasi baru dalam melangkah ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!